Pemkab Alor Gelontorkan Rp 22,6 Miliar Untuk Jaminan Kesehatan Masyarakat

0
108

TIMORDAILY.COM, ALOR – Komitmen Pemerintah Kabupaten Alor dengan program Alor Sehat untuk menjaminkan kesehatan masyarakat di daerah tersebut dilakukan secara serius.

Untuk jaminan kesehatan masyarakat dalam tahun anggaran 2020 ini, Pemkab Alor menggelontorkan dana sebesar Rp 22.680.000.000.-

Hal diungkapkan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Alor, Gregorius D. Kapitan, kepada Timor Daily di Kantornya, Selasa (18/2/2020).

BACA JUGA : Pemkab Alokasikan Dana Pengamanan Pilkada 2020 Untuk Polres Belu dan Kodim 1605/Belu

BACA JUGA : Demam Berdarah Dengue di Alor Terus Mengancam, Kembali Merenggut 1 Jiwa

BACA JUGA : Janji Perbaikan Jalan Provinsi di Alor Menjadi Nyata

Kapitan menjelaskan, anggaran Rp 22,6 Miliar lebih tersebut untuk membiayai jaminan kesehatan masyarakat Kabupaten Alor sebanyak 45.000 jiwa untuk tahun 2020 selama satu tahun penuh.

Selain dibiayai daerah, jelas Kapitan, ada juga pembiayaan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebanyak 136.362 jiwa penerima bantuan sosial kategori kelas 3.

“Sehingga dari jumlah penerima jaminan kesehatan baik dari APBD dan APBN, maka pemerintah telah menjaminkan kesehatan masyarakat di Kabupaten Alor sebanyak 84 persen. Ini diluar dari PNS dan Pegawai Swasta,” ungkap Kapitan.

Menurut Kapitan, berdasarkan data yang ada, maka Kabupaten Alor merupakan salah satu kabupaten yang jumlah kepersertaan tertinggi di NTT masuk ke program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menyinggung soal pemutakhiran data dari Kementerian Sosial sehingga sejumlah orang dinonaktifkan dalam BPJS ini, Kapitan mengatakan, pemutakhiran data itu bagi yang telah meninggal atau telah berubah status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), atau berubah menjadi Pegawai Swasta.

Namun, tandas Kapitan, pemutakhiran ini juga ada penambahan penerima, seperti bayi yang baru lahir atau penambahan berdasarkan usulan dari Dinas Sosial yang masuk data keluarga sejahtera.

“Surat Keputusan (SK) Nomor 134 tahap 9 ada penambahan sebanyak 127 orang dan SK Nomor 161 tahap 10 ada 285 orang. Sedangkan yang non aktif tahap 9 ada 151 orang dan tahap 10 ada 134 orang,” tambah Kapitan. (osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply