Pembekalan Para Calon Ketua Oleh Senior Menuju 01 IMMALA Kupang

0
143
Pembekalan para calon ketua IMMALA Kupang oleh senior, Minggu (15/12/2019).

TIMORDAILY.COM, KUPANG-Dalam mencari pemimpin membutuhkan berbagai kriteria khusus untuk melahirkannya. Menjelang pengalihan tongkat estafet kepemimpinan IMMALA Kupang periode 2019/2020 yang akan diselenggarakan pada Selasa (17/12/2019) yang bertepatan dengan hari lahirnya IMMALA Kupang yang ke-19, maka Ketua Umum IMMALA kupang periode 2018/2019 Marius Bisik Luan (Anton) berinisiatif mengadakan pembekalan para calon ketua oleh senior, Minggu (15/12/2019).

Tercatat, telah ada lima kader IMMALA Kupang yang menyatakan sikap siap bertarung untuk merebut 01 IMMALA antara lain, yang pertama Remigius Leki (Remi) asal Kabupaten Malaka, Kecamatan Malaka Barat, Desa Naas (maktihan) menyatakan dirinya sudah siap secara matang untuk menjadi ketua dengan beberapa program kerja yang telah ia siapkan.

“Saya mencalonkan diri sebagai Ketua IMMALA Kupang karena saya mau mengabdikan diri kepada wadah IMMALA untuk melahirkan lagi banyak kader-kader IMMALA yang militan. Kemudian mampu bersaing secara nasional maupun global,” pungkas Remi.

Baca juga : Kabar Tapal Batas : Peduli Kesehatan, Satgas Yonif Raider 142 Data Stunting di Belu Perbatasan RI-RDTL

Yang kedua, Marselinus Bria (Marsel) asal Kabupaten Malaka, Kecamatan Weliman, Desa Umalawain, menjadi seorang pemimpin harus mampu mengatasi setiap permasalahan yang terjadi baik di tokoh agama, pendikakan dan masyarakat.

Dengan tekat yang kuat marsel menyatakan dirinya siap bertarung di RUA apapun hasilnya akan terima karena forum yang menentukan pilihan untuk siapa yang berhak menjadi ketua Immala.

Ketiga Egidius Seran (Egi) asal Kabupaten Malaka, Kecamatan Malaka Tengah, Desa Umakatahan. Dia mengatakan, untuk memberi kontribusi pada IMMALA dan membuka kesadaran setiap kader untuk lebih semangat dalam belajar di rumah IMMALA. Karena menurutnya, kondisi hari ini semangat kader IMMALA semakin memudar.

Baca juga : Tolak Pengadaan 13 Unit Mobil, GEMMA Kefamenanu Bakal Geruduk DPRD dan Bupati Malaka

Keempat Yohanes P. A. manek (Feri Manek) Kecamatan Malaka Timur, Desa Babulu yang telah menyatakan sikap untuk bertarung merebut kursi 01 IMMALA. Menurutnya, tujuan maju sebagai salah satu bakal calon ketua umum IMMALA Kupang untuk mewujudkan immala kupang yang berdaya saing berdasarkan tiga benang merah IMMALA Kupang, yaitu kristianitas,fraternitas dan intelektualitas.

“Harapan saya untuk teman-teman kandidat mari menciptakan demokrasi yang sehat di IMMALA Kupang. Bersainglah tanpa harus membangun isu-isu yang tidak sehat untuk memenangkan kontestasi ini. Prinsip saya menang dengan terhormat kalah pun dengan terhormat,” jelas Feri.

Dan yang kelima Marianus Sae (Ari Sae) Kecamatan Rinhat, Biuduk Foho yang juga mengatakan sikap untuk maju sebagai bakal calon ketua IMMALA Kupang.

Menurutnya dia, tujuan untuk bertarung demi menyiapkan kader IMMALA yang unggul dan semangat literasi.

Baca juga :Gunakan Rompong Milik Warga Sulawesi Selatan, Nelayan Alor Turun Pancing

“Saya maju sebagai calon ketua karena saya mau menyiapkan kader IMMALA yang unggul dengan membangun semangat literasi, menyiapkan kader IMMALA yang inovatif dan mampu memberikan kontribusi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, agama dan pemerintah dan menyiapkan kader immala yang kreatif di bidang seni budaya dan olahraga,” pungkasnya.

Lanjut Marianus Sae, menjadi seorang ketua harus membangun silahturami yang kokoh untuk menempatkan IMMALA Kupang mendapatkan jati diri yang sesungguhnya.

Setelah mendengarkan pernyataan dari setiap bakal calon ketua, ada beberapa poin penting yang dititipkan oleh senior antara lain, Norbertus Kehi Bria (Robet) Mantan Kabid Organisasi periode 2014/2015, bahwa menjadi seorang ketua harus mampu menciptakan hal baru dalam organisasi.

“Menjadi seorang ketua jangan suka tidur tetapi harus rajin jalan. Menjadi seorang ketua adalah tanggung jawab besar maka ketua harus mampu mensejahterakan organisasi baik anggota maupun jajaran pengurus dan seorang ketua harus mampu mengabil keputusan,” jelas Robet.

Baca juga : Tolak Pengadaan 13 Unit Mobil, GEMMA Kefamenanu Bakal Geruduk DPRD dan Bupati Malaka

Lanjut lanjut Paskalius Nahak (Paschal) Mantan Ketua Umum IMMALA Kupang periode 2015/2016. Dia menjelaskan, menjadi seorang pemimpin tidak mudah, ia bercerita sedikit pengalaman yang telah ia rasakan saat menjadi Ketua Panitia MPAB IMMALA, dirinya harus berkorban menjual motor miliknya untuk menyukseskan kegiatan MPAB.

Dia juga berpesan pada semua kandidat yang akan bertarung menjadi Ketua IMMALA, harus berani nerkoberk dan harus menentukan pilihan.

“Menjadi ketua harus berani korbankan waktu, tenaga bahkan uang ketika organisasi mendapat kesulitan ekonomi. Menjadi ketua harus menetukan salah satu pilihan yang harus dikorbankan yaitu antara kuliah atau organisasi, menjadi calon ketua harus betul-betul siapkan diri,” pesannya.

Baca juga :Mengintip Gaya Sensual Frederika Cull, Miss Universe Indonesia 2019

Sirilius Klau (Sergi) Mantan ketua 2014/2015 menanyakan kepada semua calon ketua, jika terpilih sebagai ketua bagaimana cara menyusun struktur kepengurusan organisasi?

Setelah mendengar jawaban dari semua kandidat, Sergi berpesan, ketika di antara lima calon ketua ini salah satu lolos menjadi ketua harus menetralkan kembali situasi dan menghimpun kembali semua anggota untuk tetap aktif agar membawa IMMALA ke depan lebih baik.

Lanjut Sergi, dalam menyusun struktur kepengurusan baik yang baik hindari mis komunication di dalam organisasi IMMALA.

Ketua Umum IMMALA Kupang periode 2018/2019, Marius Bisik Luan (Anton) menyatakan, membentuk pemimpin dalam sebuah organisasi kemahasiswaan adalah permasalahan kader. Masa depan sebuah organisasi tergantung pada kualitas kader yang memimpin.

Seorang pemimpin dilahirkan sebagai pemimpin tidak bisa disiapkan secara instan. Para pemimpin akan matang dengan lambat, sedikit demi sedikit, dengan proses yang cukup panjang dan berlangsung lama.

Baca juga : Pilkada Malaka 2020 – IMMALA Kupang Siap Menjadi Mitra KPU

Peran pemimpin adalah mampu menjelaskan visi dan tujuan yang jelas dan benar di masa yang akan datang, karena pemimpin haruslah mampu menggerakkan kader menuju yang diharapkan di masa depan. Jika dalam jiwa pemimpin sudah mengalir harapan di masa yang akan datang, pastilah akan membuat perencanaan yang matang.

Lanjut Anton, memang dalam mencari pemimpin masa depan membutuhkan berbagai kriteria khusus untuk melahirkannya, sebab kepemimpinan adalah masalah tanggung jawab pribadi terhadap diri sendiri, keluarga, agama, masyarakat dan Negara. Karena setiap diri adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadapa apa yang dipimpinnya.

Pesan anton, kepada kelima kandidat yang sudah menyatakan sikap bertarung menggantikan dirinya untuk merebut 01 IMMALA Kupang, silahkan berdinamika yang sehat. Siapapun yang terpilih nanti dialah ketua untuk semua anggota IMMALA.

“Oleh karena itu, setelah pemilihan siapapun ketuanya mari rangkul kembali menghimpun semua anggota IMMALA yang selama ini tidak terlibat aktif untuk bersama-sama menjaga dan menata IMMALA ke depan lebih baik dari kepengurusannya,” pungkas Anton. (Citizen journalism by Marius Bisik Luan)

Leave a Reply