Pasien Status PDP Corona di RSD Kalabahi Sudah Kembali ke Rumah

0
58
Asisten I Setda Alor yang juga juru bicara Satuan tugas Pencegahan viru corona di Kabupaten Alor, Ferdy Lahal, SH.

 

TIMORDAILY.COM, ALOR-Seorang pasien perempuan yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid 19 (Corona) yang dirawat di ruang khusus Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi sejak Rabu (18/3/2020) kondisinya telah membaik, dan telah kembali kerumahnya.

Kendati sudah boleh pulang ke rumahnya, namun dirinya tetap mendapat pengawasan dari pihak medis setempat.

Hal ini disampaikan Asisten I Setda Alor yang menjabat sebagai Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan Virus Corona di Kabupaten Alor, Frederik Isak Lahal, SH kepada Timor Daily di Kantor Camat Teluk Mutiara Kalabahi, Selasa (24/3/2020) usai memimpin rapat tim Satuan tugas di Posko Pecegahan Virus Corona di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Alor.

Lahal mengatakan, pasien tersebut meski telah di rumah namun tetap mendapat pengawasan hingga masa 14 hari kedepan.

BACA JUGA : Dealer NSS Betun Lelang Motor Tanpa Persetujuan Nasabah, Kuasa Hukum; Akan Laporkan ke Polisi

BACA JUGA : Terpilih Aklamasi Pimpin Immala Kupang, Verry Manek Soroti Kasus Dugaan Korupsi di Malaka

BACA JUGA : Waspadai Pola Jebakan Saling Sandera untuk Saling Melindungi dalam Penegakan Hukum Kasus Bahan Peledak di Sikka NTT

Menurut Lahal, belajar dari pengalaman yang ada dengan segala keterbatasan penangganan, maka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor akan mengirim 10 orang tenaga medis ke Kupang untuk belajar penangganan pasien virus corona sebagai langkah antisipatif.

Sementara berkaitan dengan peralatan medis, Lahal mengungkapkan, bantuan dari pemerintah untuk penangganan akan dimanfaatkan oleh Rumah Sakit untuk penangganan jika ada pasien, sedangkan bantuan masker sebagiannya telah dibagikan kepada masyarakat.

Lahal menambahkan, Satuan tugas telah bersurat juga kepada semua Camat untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan virus ini. Masalah kebersihan menjadi hal penting, dan kegiatan keramaian seperti pesta dibatasi atau bila perlu ditunda.

“Untuk wilayah kota ini, kami minta Camat untuk sampaikan kepada rumah makan atau warung dan hotel-hotel untuk memperhatikan kebersihannya,” tandas Lahal.

BACA JUGA : Wabup Belu Bentuk Gugus Antisipasi Penyebaran Covid-19

BACA JUGA : Cegah Penyebaran Corona Virus Covid-19, Pemda Belu Keluarkan Edaran ASN Tak Perlu Masuk Kantor

BACA JUGA : Resmi, Timor Leste Umumkan Kasus Pertama Covid-19

Lahal melanjutkan, satuan tugas pencegahan virus corona yang dibentuk akan bekerja selama 24 jam. Pelaksanaan tugas ini berpusat di Posko yang ditempatkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Alor.

Menurut Lahal, semua informasi tentang adanya dugaan virus ini silahkan menyampaikan kepada posko untuk ditindaklanjuti. Hasilnya akan disampaikan kepada publik, dan apabila benar maka langsung dilakukan tindakan penangganan.

Lahal mengatakan, untuk pintu masuk di daerah ini khusus di wilayah pelabuhan dan bandara, Dinas Kesehatan Kabupaten Alor telah menempatkan tenaga kesehatan di dua tempat vital itu untuk melakukan pemeriksaan bagi penumpang yang masuk ke Alor.

BACA JUGA : Anak, Sopir dan Asisten Pribadi Menteri Tjahjo Kumolo Positif Terpapar Covid-19

BACA JUGA : Cegah Penyebaran Corona Virus Covid-19, Pemda Belu Keluarkan Edaran ASN Tak Perlu Masuk Kantor

BACA JUGA : Cegah Penyebaran Corona Virus Covid-19, Pemda Belu Keluarkan Edaran ASN Tak Perlu Masuk Kantor

“Kalau untuk penutupan bandara dan pelabuhan itu kewenangan pemerintah pusat,” jelas Lahal menjawab sejumlah permintaan warga yang disampaikan lewat media sosial.

Sementara hal penting lainnya, Lahal menandaskan, malam harinya pihak Kepolisian dan TNI akan menyisir di semua kegiatan jenis keramaian, termasuk dengan kumpulan-kumpulan orang yang nongkrong untuk diminta kembali ke rumah masing-masing.

“Untuk aktivitas-aktivitas ekonomi tetap jalan. Namun tetap kita menghimbau jaga kebersihan. Cuci tangan sangat penting,” tegas Lahal.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply