Partisipasi Masyarakat Penting Guna Mengawasi Pemilu 2019

0
31
Ketua Bawaslu Belu, Andreas Parera didampingi Anggota Komisioner membuka sosialisasi pengawasan tahapan penyelenggaraan Pemilu pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 di Hotel Nusantara 2, Selasa (2/4/2019)

Partisipasi Masyarakat Penting Guna Mengawasi Pemilu 2019

TIMORDAILY.COM,ATAMBUA-Peran masyarakat dalam mengawasi Pemilu sangat penting. Karena itu Bawaslu mendorong, menggerakan partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam mengawasi seluruh tahapan Pemilu 2019 yang dilaksanakan serentak pada 17 April mendatang.

Demikian Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Belu, Andreas Parera saat membuka sosialisasi pengawasan tahapan penyelenggaraan Pemilu pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 yang berlangsung di Hotel Nusantara 2, Selasa (2/4/2019).

Menurut Andreas tujuan dilaksanakan sosialisasi ini tentang bagaimana mengawasi Pemilu mendatang juga mendorong masyarakat untuk turut serta mengawasi Pemilu.

Dikatakan, kami dari sudut pandang Bawaslu bagaimana mengawasi dan mengajak masyarakat ikut mengawasi Pemilu. Sosialisasi hari ini dimana kita bicara tentang kampanye dan tahapan Pemilu. Kita memasuki tahapan kampanye.

Menurut Andreas, sosialisasi hari ini dihadiri juga para Caleg. Kehadiran Caleg sangat penting karena sering kali kami (Bawaslu) berdebat dengan Caleg di lapangan. Hal itu dikarenakan, informasi yang disampaikan ke Pimpinan Parpol kadang tidak sampai di para Caleg.

Peserta sosialisasi dari Pimpinan Parpol, Tomas, Toga, Toda, Towa, Topa, Para Caleg dan DPD

Masih menurut Ketua Bawaslu Andreas bahwa, tujuan sosialisasi ini bagaimana para masyarakat bisa memahami, bisa mempunyai kesadaran mengikuti Pemilu dan kesadaran mengawasi bisa disebarkan ke semua masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam mengawas Pemilu.

“Partisipasi masyarakat ikut awasi Pemilu sangat penting. Karena kami (Bawaslu) Belu terbatas dengan pengawas di lapangan. Sementara di daerah Belu ada 430 Caleg untuk merebut 30 kursi,” ujar dia.

Karena itu lanjut Andreas, Bawaslu selalu dan terus mendorong, menggerakan partisipasi serta peran aktif masyarakat guna ikut dalam mengawasi tahapan proses Pemilu dan melapor pelanggaran Pemilu.

Adapun dalam sosialisasi itu disampaikan beberapa meteri oleh Ketua dan Anggota Komisioner Bawaslu Belu yakni materi dari Koordinator divisi SDM, Organisi dan data informasi tentang gambaran umum Bawaslu Belu dalam pengawasan Pemilu 2019. Koordinator pengawasan, hubungan masyarakat dan antar lembaga tentang, kampanye Pemilu 2019, pemungutan dan perhitungan surat suara Pemilu 2019.

Hadir dalam sosialisasi pengawasan tahapan penyelenggaraan Pemilu pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 yakni, Pimpinan Partai Politik (Parpol), Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Wanita, Tokoh Adat serta para Caleg dan Calon DPD. (TD)

Leave a Reply