Pandemi Covid-19 di Kabupaten Belu – Warga Sukabiren Atambua Bikin Kawasan Wajib Steril 

0
130
Pandemi Covid19 di Kabupaten Belu - Warga Sukabiren Atambua Bikin Kawasan Wajib Steril 
Portal untuk masuk ke Kawasan Wajib Steril Lingkungan Sukabiren, Kelurahan Rinbesi, Kecamata Atambua Selatan, Kabupaten Belu. foto by Richy Anyan untuk TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Warga Lingkungan Sukabiren, Kelurahan Rinbesi, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu menyadari pentingnya langkah konkrit untuk memutus rantai penyebaran coronavirus disease 2019 (covid-19).

Tak menunggu perintah dari pihak manapun, masyarakat secara spontan bergerak membuat kawasan wajib steril, semacam karantina wilayah. Dalam kawasan tersebut, warga membuat sebuah ruang isolasi berukuran kecil yang jika dimasuki maka akan disemprotkan cairan disinfektan.

Tak hanya itu, warga juga membuat portal agar tidak semua orang bisa masuk melalui lingkungan itu. Yang masuk ke lingkungan itu harus rela dirinya disemprotkan cairan disinfektan. Bila tidak, maka warga boleh melewati jalur lain untuk menuju ke tempat tujuan mereka.

BACA JUGA : Update Pandemi Covid-19 di Kabupaten Alor – 6 Masiih ODP, Status 2 PDP Dicabut

BACA JUGA : Data Terbaru Covid-19 di Alor, 2 Orang Jadi Pasien Dalam Pengawasan dan 6 ODP

BACA JUGA : Tumpulnya Penegakan Hukum “Suburkan” Kasus Dugaan Korupsi Pada Dinasti Politik di Malaka

Pandemi Covid19 di Kabupaten Belu - Warga Sukabiren Atambua Bikin Kawasan Wajib Steril 
Sejumlah warga yang melintas di Kawasan Wajib Steril Lingkungan Sukabiren, Kelurahan Rinbesi, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu. foto by Richy Anyan untuk TIMORDAILY.COM

Dua ruang wajib steril itu dibuat oleh para warga secara swadaya sejak tanggal 28 Maret 2020. Setelah melakukan berbagai koordinasi, “Kawasan Wajib Steril” ini pun mulai diberlakukan pada Senin (30/3/2020).

Ketika para warga mulai melaksanakan kawasan Wajib Steril itu, terlihat banyak pelintas jalan yang sangat antusias. Namun, ada beberapa pengguna jalan yang menolak untuk disterilisasi dengan memilih melintas melalui jalur lain.

Salah satu tokoh masyarakat Sukabiren, Pius Fahik kepada media ini menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Warga Sukabiren dengan mensterilkan wilayahnya untuk memutus mata rantai Virus Corona.

Dikatakan bahwa, semua ini terlaksana atas inisiatif masyarakat yang berada di Lingkungan Sukabiren dengan dukungan dari Pemerintah Kelurahan Rinbesi.

Para tokoh masyarakat juga telah membuat himbauan kepada seluruh warga untuk tidak duduk berkumpul untuk menghindari penyebaran Virus Corona. Rencananya, himbauan itu akan ditempel di sepanjang jalan di Lingkungan Sukabiren.

Pius Fahik menghimbau kepada seluruh masyarakat, baik itu Warga Sukabiren maupun Warga lain yang melintas melalui wilayah tersebut agar mengikuti aturan yang sudah dibuat oleh warga Sukabiren. Selain itu, dirinya meminta agar seluruh warga kabupaten Belu harus bersatu hati guna memutus mata rantai Virus Corona di wilayahnya masing-masing.

“Saya minta untuk kita semua melihat apa yang kami lakukan ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat untuk memutus mata rantai Virus Corona,” tandasnya.

Lurah Rinbesi, Oktaviana Andriana Tae kepada media ini mengungkapkan apresiasi pemerintah setempat atas apa yang telah dilakukan oleh Warga Sukabiren.

“Kami dari pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan positif yang sudah dilakukan oleh Warga Sukabiren ini. Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan real dari warga terhadap program pemerintah dalam rangka memberantas penyebaran Virus Corona,” ujarnya.

Dikatakan bahwa kegiatan ini akan dilakukan dengan waktu yang tak terbatas hingga pemerintah pusat mengumumkan Indonesia Bebas dari Virus Corona.

“Apa yang kami lakukan ini dengan waktu yang tak dapat ditentukan hingga ada pengumuman resmi resmi pemerintah pusat bahwa Indonesia Bebas dari virus mematikan tersebut,” tegasnya.

Sebagai kepala pemerintah wilayah setempat, wanita yang akrab disapa Ibu Viana itu mengimbau kepada masyarakat agar menghindari kerumunan guna memutus mata rantai Virus Corona.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kelurahan Rinbesi agar tidak keluar rumah, menghindari kerumunan, dan jangan lupa berdoa,” pintanya. (TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Penulis : Richy Anyan

Editor : Gusti Arakat