Menlu Iran Tegur Amerika Serikat untuk Tidak Kerahkan Angkatan ke Karibia

0
49
Ilustrasi.
Ilustrasi. Foto : Reuters

TIMORDAILY.COM, JAKARTA-Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengingatkan ke Amerika Serikat untuk tidak kerahkan angkat ke laut di Karibia, Minggu (17/5/2020).

Pasalnya, saat ini Iran tengah mengirim bahan bakar minyak ke Venezuela.

Pernyataan Iran ini terkuak dalam sebuah surat yang dikirim ke Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Iran menilai, jika Negeri Paman Sam ini nekat melakukan hal tersebut sebagai tindakan ilegal.

BACA JUGA : Amerika Serikat Sedang Merosot Menjadi Negara Gagal

BACA JUGA : Amerika Serikat dan China Lomba Temukan Vaksin Corona

BACA JUGA : Perang Iran dengan Amerika Serikat Meletus, Jet Militer Penuhi Langit Irak

“Tindakan seperti itu merupakan bentuk pembajakan,” tulisnya sebagaimana dikutip Al-Jazeera, Senin (18/5/2020). Dalam surat itu, ia juga menegaskan akan ada yang bertanggung jawab pada tiap pelanggaran yang terjadi.

Seorang analisi pengiriman minyak mengungkapkan, setidaknya ada lima tanker berisi minyak yang berbendera Iran, yang sedang melakukan pengiriman ke Venezuela. Bahan bakar yang diangkut kelima kapal itu diprediksi bernilai sedikitnya US$ 45,5 juta atau sekitar Rp 682,5 miliar (kurs Rp 15 ribu/dolar).

“Ini seperti hal baru untuk semua orang,” kata Kapten Ranjith Raja, seorang analis di perusahaan data Refinitiv. “Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya.”

Melansir CNCB Indonesia, pernyataan Zarif itu disampaikan Iran di tengah sanksi yang diterima negara itu dari pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sebagaimana diketahui, Trump telah menerapkan sanksi pada Iran setelah menarik negaranya keluar dari perjanjian nuklir Iran 2015, pada 2018 lalu.

BACA JUGA :  Dubesnya Ditangkap, Inggris Kecam Iran Langgar Hukum Internasional

BACA JUGA : NTT Zona Merah Covid-19, ASN Kembali Berkantor pada 18 Mei 2020

BACA JUGA : Tengkulak Beroperasi, Harga Komoditi Petani di Pasar Baiona Flores Timur Mencekik

Sanksi sepihak AS itu termasuk bertujuan untuk mengakhiri ekspor minyak oleh Iran. Hal serupa juga terjadi pada Venezuela. Baik Iran maupun Venezuela, keduanya merupakan produsen minyak mentah utama dunia.

Pernyataan Zarif itu juga disampaikan setelah sebelumnya pada Sabtu (16/5/2020), media Iran Fars News melaporkan bahwa mereka telah menerima informasi mengenai keberadaan empat kapal perang Angkatan Laut AS di Karibia. Kapal-kapal itu dicurigai akan konfrontasi dengan tanker Iran.

Kecurigaan itu sendiri datang setelah pada Kamis (14/5/2020), seorang pejabat senior dalam pemerintahan Trump mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa AS sedang mempertimbangkan langkah-langkah yang dapat diambil sebagai tanggapan atas pengiriman bahan bakar Iran ke Venezuela.(CNBC/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat