Mega Proyek Pembangunan Kawasan Wisata Rohani Gurita Kabupaten Belu Gagal Tender

0
67
Mega Proyek Pembangunan Kawasan Wisata Rohani Gurita Kabupaten Belu Gagal Tender
Laman LPSSE tentang tender ulang. Foto Screenshoot

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Mega proyek pembangunan kawasan wisata rohani di Teluk gurita Kabupaten Belu terus berlanjut.

Pada tahun 2019 lalu mega proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp 16 miliar untuk membangun patung rohani berukuran raksasa.

Tahun 2020 ini, meski semua program dan anggaran dilakukan rasionalisasi melalui realokasi dan refocussing anggaran untuk percepatan penanganan corona virus disease 2019 (covid-19) namun anggara untuk pengembangan kawasan ini sebesar Rp 8,4 miliar pada Dinas Pariwisata Kabupaten Belu tidak “tersentuh”

Proyek ini tetap dilanjutkan dengan melalui mekanisme lelang namun gagal tender sehingga harus dilakukan tender ulang.

Penelusuran TIMORDAILY.COM pada website LPSE yakni lpse.belukab.go.id tercatat proyek dengan pagu anggaran Rp 8.421.497.900 dan HPS Rp 8.421.497.000 tersebut dilakukan tender dan diikuti tujuh rekanan.

Tujuh rekanan tersebut antara lain, PT. Global Tri Jaya, PT. Enviture Mulia Persada, CV. Blandertris Abadi, CV. Putra Jaya, PT. Mahakarya Agung Jaya, Wiraditya dan PT. Win Alam Abadi.

Hasil seleksi panitia menempatkan PT. Global Tri Jaya pada urutan pertama dengan harga penawaran Rp 8.118.108.579.000, dan di urutan kedua adalah PT. Enviture Mulai Persada Rp 8.400.500.000. PT ini merupakan rekanan yang mengerjakan proyek pembangunan patung rohani berukuran raksasa senilai Rp 16 miliar.

Informasi yang dihimpun TIMOR DAILY, dalam proses selanjutnya, PT. Global dan PT Enviture dinyatakan gugur alias tidak lulus evaluasi sehingga harus dilakukan tender ulang.

Pada tender ulang ini, ada 18 rekanan yang mengajukan penawaran, dua rekanan di antaranya adalah PT. Global Tri Jaya dan PT. Enviture Mulia Persada.

Dari data ini juga terlihat bahwa panitia menempatkan PT. Enviture Mulia Persada pada urutan kedua dengan Harga Penawaran Rp 8.397.300.000 dan Harga Terkoreksi Rp 8.397.300.000, dan di urutan pertama adalah PT. TURELOTO BATTU INDAH dengan Harga Penawaran Rp 7.999.396.308,09 dan Harga Terkoreksi Rp 7.999.396.308,09.

Sementara itu, PT. Global Tri Jaya yang menempati urutan pertama pada tender pertama, kini berada di urutan ke 14.

Hingga berita ini ditulis, TIMORDAILY.COM sedang dalam upaya mengkonfirmasi pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Belu dan Unit LPSE Kabupaten Belu. (r-3/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat