Mau Menyaksikan Wisata Religi, Ayo Datang ke Alor Bulan Juni Ada Festival Al-Qur’an Tua

0
137
Mau Menyaksikan Wisata Religi, Ayo Datang Ke Alor Bulan Juni Ada Festival Al-Qur'an Tua
Foto Al-Quran Tua dari kulit kayu di desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL), Kabupaten Alor

TIMORDAILY.COM, ALOR – Hanya empat kata sebutan yang mudah dan cukup pendek. Namun jangan ditanya isi atau potensi dari Kabupaten kepulauan yang berada di ujung timur dari Propinsi Nusa Tenggara Timur ini.

Memiliki luas laut 10.973,62 Km persegi dan panjang pantai 669, 64 Km persegi, serta jumlah penduduk 216 ribu lebih yang dihiasi dengan gugusan 15 pulau yang dipenuhi aneka sumberdaya alam dan budaya, tidak saja mengundang decak kagum, namun merupakan warisan kekayaan yang luar biasa.

Keanekaragaman kekayaan yang terkandung di Bumi Nusa Kenari ini (julukan bagi Kabupaten Alor) tidak hanya berbagai hasil pertanian, perkebunan (komoditi), kehutanan, namun budaya dan pariwisata adalah kekuatan yang menjadi simbol tersendiri bagi kehidupan masyarakat didaerah tersebut.

BACA JUGA : Festival Dugong di Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur Kembali Digelar Bulan Depan

BACA JUGA : Proyek Maek Bako Kabupaten Belu – Benih Dibeli Dengan Harga Berbeda Pada Tahun yang Sama

BACA JUGA : Eni Anggrek Heran Warga Kabupaten Alor Sering Alami Kelangkaan Minyak Tanah

Mau Menyaksikan Wisata Religi, Ayo Datang Ke Alor Bulan Juni Ada Festival Al-Qur'an Tua
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor, Sem Fankari, S.Sos

Sebut saja wisata laut Kabupaten Alor dengan keindahan dasar lautnya hingga membuat wisatawan diving terkagum-kagum, panorama pantai dengan panjangnya pasir putih dan pasir berwarna yang aduhai, atraksi ombaknya yang menantang peselancar untuk uji andrenalin dalam kepiwaian untuk menaklukkan, wisatawan juga dapat menyaksikan ikan dugong yang jinak yang dapat berinteraksi dengan manusia, dan sejumlah potensi bahari lainnya dibidang kelautan dan perikanan.

Untuk wisata alam jangan ditanya lagi. Sejumlah ekowisata di daerah ini dijamin berikan kepuasan ketika datang di Alor. Ada ekowisata kebun cengkeh di Otvai, ada gunung Api sirung di Pulau Pantar, dan bisa ke Alor Selatan untuk menikmati panorama dan kesejukan alamnya, dan sejumlah tempat lainnya.

Memang benar kata bijak “Alor memang indah asal kita pandai menikmati” yang disampaikan mantan Bupati Alor, Ir. Ans Takalapeta. Sebab selain sejumlah pesona yang disebutkan itu, masih banyak lagi eksotisme Alor yang patut diketahui dan dinikmati.

Salah satu eksotisme tersebut adalah warisan budaya leluhur yang memiliki nilai religi yang tinggi, yaitu Al-Qur’an tua yang terbuat dari kulit kayu yang tersimpan baik di desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL) atau jaraknya 15 Km dari Kota Kalabahi, Ibu Kota Kabupaten Alor.

Al-Qur’an kulit kayu ini dari sumber sejarah telah berusia 800 tahun, dan masuk ke Alor pada tahun 1523.

Al-qur’an tua ini masih dalam kondisi baik, utuh dan dapat dibaca masih tersimpan rapih. Al-Qur’an tersebut selama ini memikat banyak pengunjung yang datang untuk melihat secara langsung baik untuk tujuan berdoa maupun masyarakat umumnya yang datang sebagai wisatawan religi.

Karena daya pikat masyarakat yang tinggi dan untuk melestarikan Al-Qur’an yang memiliki nilai sejarah ini, maka Pemerintah Kabupaten Alor melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor akan menggelar Festival Al-Qur’an Tua.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor, Sem Fankari, S.Sos didampingi Kepala Bidang Adat dan Budaya dinas tersebut, Abraham M.J. Pandual, S.Hut kepada Timor Daily, Jumat (21/2/2020) di Kalabahi mengungkapkan, pihaknya telah mengagendakan festival tersebut. Jadwal yang disiapkan adalah minggu pertama bulan Juni 2020 setelah perayaan Idul Fitri.

Menurut Sem, festival ini dikemas dalam 8 agenda kegiatan yang memiliki nilai religi dan budaya yang kuat, selain itu akan tergambar nilai toleransi yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Alor.

Berkaitan dengan 8 agenda yang akan ditampilkan dalam festival itu, Abraham Pandual menyebutkan, agenda yang diseting pertama adalah Napak Tilas masuknya Al-qur’an tua di Alor. Napak tilas ini melibatkam 5 komunitas, yakni kampung tua Tuabang di Pantar, Alor Besar, Kampung tua Lerabain, Kampung tua Baranusa, dan Solor di Flores Timur.

Dalam napak tilas ini akan dinarasikan 5 Gogo bersaudara dari Kesultanan Ternate yang membawa Al-Qur’an tersebut kemudian membagi diri ke wilayah-wilayah yang disebutkan itu. Napak tilas ini akan berkumpul di Kampung Tuabang. Kedatangan mereka di Tuabang ini akan membawa benda-benda peninggalan, seperti Al-Qur’an, gulungan kitab tua yang ditulis dalam lontar, pisau khitan, dan benda bersejarah lainnya.

Agenda kedua, akan digelar prosesi Galasoro. Prosesi penjemputan menggunakan perahu hias.

Rombongan perahu dengan target jumlah 50-100 perahu ini akan mengantar rombongan dari Tuabang di Pulau Pantar menuju desa Alor Besar di Pulau Alor, lokasi Al-Qur’an tua yang selama ini tersimpan dengan baik.

Berikutnya agenda ketiga adalah, di Alor Besar digelar prosesi jontera dan sara sumba. Jontera adalah petugas pengaman kampung yang dilepas dengan adat, dan sara sumba adalah tarian penjemputan.

Agenda keempat, dilakukan tuturan adat sejarah masuknya Al-Qur’an tua dipanggung utama. Kemudian kelima, digelar pentas seni karya budaya Islam, dan keenam ada pameran peradaban budaya Islam, kemudian ketujuh, ada pameran kuliner dan tenun. Dan agenda kedelapan, yaitu seminar aliansi Nuh Atinang (10 kampung Adang, 3 kampung Pantai, dan 7 kampung Pulau).

Menurut Pandual, kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, sehingga akan dipersiapkan secara baik karena ini merupakan kegiatan pertama festival yang digelar dinas tersebut.

Sem dan Abraham mengatakan, kegiatan tersebut didukung penuh dengan dana APBD Kabupaten, dan kedepannya akan dijadikan agenda tetap.

Sem dan Abraham menyampaikan kepada masyarakat maupun wisatawan dapat menyiapkan waktu di awal bulan juni untuk mengunjungi Alor agar dapat menyaksikan wisata religi ini.

Ayo sekarang mulai agendakan waktu liburan anda datang saja bulan Juni ke Alor pasti akan menikmati dan semakin menambah koleksi wisata religi anda. (osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply