Lampu Jalan di Motaain Perbatasan RI-RDTL Rusak Akibat Ulah Oknum dan Binatang, Teknisi Lakukan Hal ini

0
147
Lampu Jalan di Motaain Perbatasan RI-RDTL Rusak Akibat Ulah Oknum dan Binatang, Teknisi Lakukan Hal ini
Panel Solarcell PJU di ruas jalan Silawan pecah terkena batu

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Beberapa lampu jalan (PJU Solarcell) di ruas jalan Motaain, Desa Silawan dan Desa Kenebibi, Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL tidak berfungsi baik bahkan ada yang rusak setelah dipasang pada akhir tahun 2017 lalu.

Kerusakan ini bukan karena kesalahan pelaksana pekerjaan melainkan dirusak oleh oknum tertentu yang tidak bertanggungjawab dan juga oleh binatang seperti tokek, tawon dan burung.

Temuan kerusakan ini disampaikan teknisi lampu PJU Solarcell, Hengki Noelnoni ketika ditemui TimorDaily.com, beberapa waktu lalu saat sedang melakukan pemeliharaan rutin tehadap lampu jalan tersebut.

BACA JUGA : Sembilan WNA Bangun Homestay di Wilayah Pesisir Pantai Kabupaten Alor

BACA JUGA : Pemkab Alor Fokus Kembangkan Garam dan Tenun Rakyat Menjadi Potensi Industri Unggulan

BACA JUGA : Wabup Ose : Wartawan Jangan Dijauhi, Tapi Dirangkul

Lampu Jalan di Motaain Perbatasan RI-RDTL Rusak Akibat Ulah Oknum dan Binatang, Teknisi Lakukan Hal ini
Lampu PJU Motaain di malam hari

 

Lampu Jalan di Motaain Perbatasan RI-RDTL Rusak Akibat Ulah Oknum dan Binatang, Teknisi Lakukan Hal ini
Sarang tawon pada panel solarell PJU Motaain
Lampu Jalan di Motaain Perbatasan RI-RDTL Rusak Akibat Ulah Oknum dan Binatang, Teknisi Lakukan Hal ini
Teknisi sedang memperbaiki lampu PJU yang rusak

Saat ditemui TimorDaily.com, Hengki sedang bersama pekerjanya sedang berusaha memperbaiki sejumlah lampu yang tidak menyala. Mereka juga membersihkan lampu dari sarang burung, sarang tawan yang terbuat dari tanah dan tokek.

“Kerusakan itu umumnya  ada solar panel yang pecah karena kena batu ketapel. Burung ada yang bersarang di sana. Ada juga tawon yang bikin sarang bergantung pada kabel sehingga lembab dan kabelnya rusak. ini semua menjadi penyebab rusaknya lampu. ada kabel yang terlepas sehingga tidak menyala,” ungkapnya.

Menurutnya, pengerjaan lampu jalan sebanyak 71 set Solarcell merek Venus itu sudah berakhir di akhir tahun 2017 lalu dan kini memasuki masa pemeliharaan yang akan segera berakhir.

“Selama ini dari Pasir Putih sampai depan gereja berfungsi baik hanya saja ada yang tidak menyala karena rusak atau kabel terlepas. Tapi kita sudah perbaiki. Kita berharap masyarakat setempat juga turut membantu menjaga fasilitas yang disediakan ini karena yang merasakan manfaatnya adalah masyarakat sendiri,” ujarnya.

Sedangkan 33 set PJU dari depan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain sampai dekat gereja adalah proyek tahun 2016 tidak bisa ditangani karena telah lewat masa pemeliharaan.

“Itu banyak yang sudah rusak tapi tidak saya tangani lagi karena sudah melewati masa pemeliharaan. Jadi yang ditangani hanya yang 71 set PJU proyek tahun 2017 saja,” urainya.

Dia berharap, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan rutin agar selalu dilakukan pemeliharaan sehingga masyarakat bisa menikmati mamfaatnya secara maksimal.

“Apalagi lampu ini di jalur internasional. Mobil yang dari Dili ke Wini dan sebaliknya harus melalui jalur ini. Sehingga kalau bisa ada alokasi anggaran dari pemerintah atau pemerintah daerah agar ada pemeliharaan. tidak bisa pihak ketiga atau kontraktor terus melakukan perbaikan dan pemeliharaan di luar masa kontrak. Kita siap membantu,” kata Hengki.

Salah satu tokoh masyarakat Silawan, Vester Wadan kepada TimorDaily.com membenarkan kondisi lampu jalan tersebut.

Menurutnya, beberapa waktu lalu dirinya melihat lampu-lampu itu tidak ada yang menyala lagi. Padahal, lanjutnya, keberadaan lampu-lampu di wilayah itu sangat membantu masyarakat terutama di malam hari.

“Kalau malam hari menjadi terang dan ini sangat membantu masyarakat setempat maupun pelintas,” jawabnya.

Mengenai adanya oknum yang merusak lampu tersebut, Vester mengatakan dirinya tidak bisa mengatakan demikian karena tidak mengetahui persis mengapa lampunya tidak menyala.

“Yang kami tahu memang ada beberapa yang tidak menyala. Kalau soal ada yang merusaknya, saya pikir tidak ada dan memang kami tidak tahu,” jelasnya. (TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here