Lagi, Seorang Bocah Umur 5 Tahun di Kabupaten Belu Meninggal Akibat DBD

0
51
Ilustrasi.
Ilustrasi.

TIMORDAILY. COM, ATAMBUA-Kasus kematian pasien akibat menderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL kian hari terus bertambah.

Satu lagi anak perempuan berusia 5 tahun menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum (RSUD) Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua, Minggu (10/5/2020). Pasien DBD yang meninggal merupakan pasien rujukan dari Puskemas Haekesak.

“Kemarin ada satu (pasien DBD) yang meninggal. Rujukan dari rumah sakit Haekesak. Saat dirujuk memang kondisi pasien sudah kritis,” ujar Kabid Pelayanan RSUD Atambua Sipri Mali saat dihubungi via seluler, Senin (11/05/2020).

Menurut Sipri, pasien tersebut dalam kondisi kritis langsung menuju UGD dan tidak tertolong.

BACA JUGA : Demam Berdarah Dengue di Alor Terus Mengancam, Kembali Merenggut 1 Jiwa

BACA JUGA : Minum Jahe Campur Madu, Dua WNI di Kamboja Sembuh dari Covid-19

BACA JUGA : Aliansi Pemuda Belu Untuk Kesehatan Bagi Masker di KLinik Susteran St. Agustinus Fatubenao

“Tidak sempat dirawat di RSUD, waktu dirujuk kondisi pasien sudah kritis jadi waktu itu langsung ke UGD tapi tidak tertolong lagi,” ungkap Sipri.

Dengan bertambahnya satu pasien yang meninggal, per 14 Mei 2020 total pasien yang meninggal akibat DBD berjumlah 7 orang.

Namun terkait jumlah pasien yang saat ini dirawat di RSUD Atambua akibat menderita DBD, Sipri mengatakan, belum mengetahui secara jelas jumlahnya berhubung saat ini dirinya sedang berada di luar RSUD.

“Kalau data pasien yang masih dirawat di RSUD Atambua saya belum tahu persis karena sekarang saya masih ada di luar,” pungkasnya.

Sebelumnya pernah diberitakan media ini, tercatat DBD di daerah Perbatasan RI-RDTL ini telah menelan enam orang dalam tahun 2020.

BACA JUGA : IKPMK Yogyakarta Minta Pemda Ende Percepat Bantuan ke Mahasiswa

BACA JUGA : IKM NTT Yogyakarta Buka Posko Peduli Covid-19

BACA JUGA : Rekor Baru Covid-19, Melki Laka Lena Imbau pada Menteri dan Pemimpin Daerah Hilangkan Ego Sektoral

“Tadi pagi ada satu lagi pasien (DBD) yang meninggal,” ujar  Direktur RSUD Atambua, Mgr. Gabriel Manek, SVD, dr. Batsheba Elena Coputty, MARS melalui Kabid Pelayanan Sipri Mali via telofon seluler, Senin (15/03/2020) malam.

Kematian akibat demam berdarah, kata Sipri, dialami oleh anak perempuan berusia lima tahun asal Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.

Dikatakannya, bertambahnya satu kasus kematian, maka total kematian akibat DBD di Kabupaten Belu menjadi enam orang.

Sipri menambahkan, untuk sementara pasien DBD di RSUD, Mgr. Gabriel Manek, SVD berjumlah 85 orang.

“Pasiennya tidak sama selalu berubah ada yang sembuh keluar, ada lagi yang baru masuk, seperti itu,” jelas Sipri.(ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat