Lagi, Polres Malaka Tak Menghadiri Sidang Praperadilan di PN Atambua

0
108
Polres Malaka Absen Lagi pada Sidang Praperadilan di PN Atambua
Para Aktivis dan Wartawan bersama Seldi Berek di depan Kantor Pengadilan Negeri Atambua, Kamis (4/6/2020).

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA-Kepolisian Resor (Polres) Malaka dinilai tidak konsisten lantaran sudah untuk kedua kalinya alpa menghadiri sidang praperadilan Wartawan Sergap.id, Kamis (4/6/2020) di Pengadilan Negeri Kelas 1B Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sesuai surat yang ditandatangani Kapolres Malaka, yang dibacakan Hakim Tunggal, Gustav Bless Kupa, SH dalam persidangan hari ini, diungkapkan bahwa pihak Polres Malaka bersama Kuasa Hukum yang telah dikuasakan kepada Divisi Hukum Kepolisian Daerah (Polda) NTT tidak dapat hadir dengan alasan dalam situasi Covid-19.

Alasan ini bertentangan dengan penyampaian utusan Polres Malaka sehari sebelumnya, Iptu Yusuf selaku Kasat Reskrim Polres Malaka, dalam ruang sidang, Rabu (4/6/2020) bahwa Polres Malaka akan melakukan koordinasi dengan pihak Polda untuk menghadirkan Kuasa Hukum dari Polda NTT hari ini, Kamis (4/6/2020).

BACA JUGA : Usai Tersangkakan Wartawan, Polres Malaka Absen Sidang Perdana Praperadilan di PN Atambua

BACA JUGA : Sidang Perdana Praperadilan Wartawan Seldi Terhadap Polres Malaka Digelar Hari Ini

BACA JUGA : Belum Kantongi Legalitas Sidang Praperadilan, Polres Malaka Nyaris Diusir dari Persidangan di PN Atambua

Atas pembacaan isi surat Kapolres Malaka dalam sidang praperadilan hari kedua tersebut, Tim Kuasa Hukum Seldi Berek menyatakan, pihak Polres telah inkonsisten dalam mempertanggungjawabkan penetapan tersangka terhadap jurnalis aktif sekaligus aktivis anti-korupsi di Malaka itu.

“Seharusnya pihak Polres Malaka sudah menyiapkan segalanya untuk menghadapi praperadilan ini,” ungkap Melkianus Conterius Seran, SH kepada media ini di luar ruang persidangan.

Lanjutnya, sangat tidak dibenarkan Polres Malaka menggunakan alasan yang tidak logis secara hukum untuk menunda persidangan di hari kedua ini.

“Ada protap yang sudah disampaikan Pemerintah dalam hal beraktivitas selama masa pandemi covid; ditambah lagi kita sekarang sudah memasuki masa New Normal,” kata Melki.

Bahkan, tambah Melki, dalam ruang persidangan sudah diatur bagaimana persidangan dilangsungkan selama masa covid-19.

Hal senada diungkapkan Anggota Tim Kasa Hukum, Ferdinandus Eduardus Tahu Maktaen, SH.

“Tidak tepat alasan covid-19 yang dipakai pihak Polres Malaka untuk tidak menghadiri sidang hari kedua praperadilan ini,” kata Ferdinandus Eduardus Tahu Maktaen, SH, selaku salah satu anggota Tim Kuasa Hukum Seldy Berek usai persidangan.

Inkonsostensi yang ditunjukkan pihak Polres Malaka, kata Ferdi, telah menciderai hukum acara di Negara Republik Indonesia.

“Bagaimana mungkin alasan sosial dipakai untuk menunda persidangan ini. Tidak benar. Harusnya pihak Polres Malaka, melalui surat yang disampaikan, yang mana ditandatangani langsung Kapolres mampu memberikan alasan hukum yang logis,” pungkasnya.

BACA JUGA : Ketua Pena Batas Bagikan Masker ke Wartawan Belu di Perbatasan RI-RDTL

BACA JUGA : Wartawan di Flores Timur Kecewa Dengan Putusan PN Larantuka Terhadap Terdakwa Kades Lewolaga

BACA JUGA : Bejat, Seorang Ayah di Lipa-Kalabahi Perkosa Anak Kandungnya

Menurutnya, pihak Polres Malaka telah mencoba mengobok-obok kepatutan hukum.

“Polres Malaka tidak mampu menunjukkan profesonalisme dalam bekerja. Jika pakai alasan Covid-19, kenapa aktivitas Polres Malaka tetap berjalan terkait pemeriksaan saksi, penyelidikan, penyidikan, bahkan sampai menetapkan tersangka sebagaimana yang dialami saudara Seldi. Hentikan saja toh seluruh aktivitas Polres Malaka,” tegasnya.

Jika Covid-19 ini yang menjadi alasan, masyarakat awam pun dapat menyampaikan hal yang sama kepada Polres ketika berurusan dengan pemenuhan panggilan polisi dalam kasus-kasus lainnya.

“Masyarakat bisa saja, dengan alasan covid-19, menolak memenuhi panggilan Polres Malaka jika ada kasus yang menimpa mereka dan perlu dipertanggungjawabkan,” tutupnya.(ber/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat