Kunker di Perbatasan RI-RDTL, Mahfud: Satu Jengkal Pun Tidak Boleh Dilanggar

0
71
Masker Unik  Mendagri  Tito Karnavian Saat Kunker di kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL
Menko Polhukam Mahfud MD dan Mendagri Tito Karnavian di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (18/6/2020). Foto: Marselino Kardoso/TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA-Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL,  Kamis (18/6/2020).

Saat meninjau Perbatasan Motaain, Mahfud mengatakan pintu batas sebagai garda terdepan Negara Indonesia dan batas kedaulatan NKRI yang harus dijaga.

“Perbatasan harus kita jaga dengan sungguh-sungguh. Satu jengkal pun tidak boleh dilanggar,” kata Mahfud saat meninjau perbatasan negara Indonesia-Timor Leste, di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/6/2020) seperti dilansir Beritasatu.com

BACA JUGA : Mendagri Tito Karnavian Kaget Ada Nama Malaka di NTT

BACA JUGA : Kunker Menkopolhukam dan Mendagri, Nama Bupati Willy Lay Tidak Disebutkan Dalam Sambutan Wabup Ose Luan, Ada Apa?

BACA JUGA : Masker Unik  Mendagri  Tito Karnavian Saat Kunker di Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL

Mahfud melakukan kunjungan bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Keduanya memantau langsung proses program percepatan pembangunan yang telah dicanangkan pemerintah, khususnya percepatan pembangunan ekonomi di kawasan PLBN Motaain.

Di Pulau Timor tersebut, Mahfud dan Tito disambut Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Balu Willybrodus Lay, dan tokoh adat setempat.

Dalam keterangan yang diterima wartawan, Mahfud mengemukakan kesejahteraan masyarakat wilayah terdepan Indonesia, menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Kawasan PLBN Motaain adalah salah satu perbatasan yang masuk program percepatan pembangunan ekonomi, bersama perbatasan Skow, Papua, dan Perbatasan Aruk, Kalimantan Barat.

Presiden Jokowi, lanjut Mahfud, memilki perhatian khusus terhadap pembangunan daerah perbatasan. Selain membangun dan mengenjot pertumbuhan ekonomi daerah perbatasan, pemerintah telah memberikan perhatian khusus terkait kebutuhan sarana prasarana pertahanan dan keamanan.

BACA JUGA : Salip Singapura, Indonesia Pecah Rekor Kasus Covid-19 Tertinggi di Asia Tenggara 

BACA JUGA : Hakim PN Atambua Tolak Gugatan Praperadilan Wartawan Sergap Malaka, Pengacara: Belum Ada Vonis Bersalah Terhadap Seldy

BACA JUGA : Diduga Minta Uang ke Tersangka Korupsi Bawang Merah Malaka, Penyidik Polda NTT Diperiksa Propam

“Salah satu arti penting kita bertemu di sini, adalah menjaga keutuhan dan kedaulatan negara, serta membangun ekonomi kawasan perbatasan, ” ujar Mahfud yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Di tempat yang sama, Tito Karnavian menjelaskan Presiden Jokowi sangat serius membangun Indonesia dari perbatasan. Salah satunya perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

“Daerah perbatasan menjadi titik tekan pemerataan pembangunan. Pos lintas batas sebagai beranda kedaulatan negara,” ujar Tito yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan ini.

Pos lintas batas negara, lanjut Tito, tidak hanya sekadar pos perlintasan, tapi menjadi etalase dan sentra industri dalam konsep pertahanan ekonomi. Di kawasan itu, sesuai instruksi presiden, telah dibangun layanan lintas batas, pasar, pusat pembelanjaan, terminal, sarana peribadatan dan lain-lain.(Beritasatu/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat