Kritik Pembagian BLT-DD dan BST oleh Bupati, TPDI : Ini Memalukan!!!

0
62
MENGAPA ROBI IDONG TERPERANGKAP DALAM JEBAKAN BATMAN PT. YKI TANPA ADA FILTER
Petrus Selestinus, Advokat PERADI

TIMORDAILY.COM, JAKARTA – Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) menyoroti aktivitas kepala daerah baik bupati maupun wakil bupati sibuk membagikan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) dan bantuan sosial tunai (BST) kepada warga desa terdampak covid-19.

Menurut TPDI, pembagian BLT-DD dan BST yang dilakukan oleh bupati atau wakil bupati merupakan suatu tindakan yang memalukan karena masih ada petugas lain yang bisa menyerahkan.

“Kalau hanya bagi-bagi sembako BLT-BST maka itu tugasnya para petugas Dinas Sosial, Camat dan Kepala Desa. Bupati tidak perlu door to door bawa amplop bagi-bagi BLT-BST, seakan-akan tidak ada lagi aparat yang dipercaya untuk bagi-bagi. Ini memalukan,” tegas koordinator TPDI, Petrus Selestinu saat dihubungi, Selasa (26/5/2020).

BACA JUGA : BLT Tahap Pertama, Pemda Tak Perlu Verifikasi Data

BACA JUGA : Bupati Belu Willy Lay Tegaskan Tenaga Kontrak Tidak Terima BLT

BACA JUGA : Ingin Bantu Warga Belu di Luar Daerah, Bupati Belu Willy Lay Masih Tinjau Regulasi

Advokat PERADI ini menyampaikan hal tersebut menyinggung masalah yang terjadi di perbatasan Kabupaten Sikka dan Flores Timur (Flotim) terkait aksi blokade jalan raya dalam rangka  mencegah menyebaran  covid-19.

“Jangan ganggu Bupati-Bupati yang lagi sibuk bagi-bagi BLT-DD dan BST, atau mungkin soal bagi-bagi BLT-DD dan BST sudah menjadi tugas rutin Bupati-Bupati selama COVID-19 sehingga abai akan soal mendasar yang memerlukan uluran tangan untuk diselesaikan segera,” sambungnya.

Dijelaskannya, BLT-DD dan BST adalah bantuan Pemerintah pusat melalui  Kementerian Sosial dan Kementerian Desa, karena itu bagi-bagi BLT-DD dan BST cukup dilakukan oleh Camat dan Kepala Desa atau petugas relawan yang ada.

“Jangan bagi-bagi amplop duit BLT-DD dan BST, Bupati harus tinggalkan tugas pokok lalu turun ke rumah-rumah penduduk. Ini bukan kampanye dan jangan dijadikan ajang kampanye terselubung untuk kepentingan pilkada yang akan datang. Hentikan karena COVID-19 tidak ada relasi dengan pilkada yang waktunya masih lama,” tukasnya.

Catatan TIMORDAILY.COM, untuk penyaluran BST dan BLT di Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL, Bupati Belu Willy Lay dan Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan turut membagikan di sejumlah desa.

Tak hanya Bupati dan Wakil Bupati, sejumlah anggota DPRD Belu juga terpantau ikut menyerahkan bantuan tersebut.

Untuk diketahui, terkait BLT Dana Desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah mengeluarkan instruksi nomor 1 tahun 2020 tentang percepatan penyaluran BLT Dana Desa.

Instruksi ini ditujukan kepada para kepala desa agar segera menyalurkan BLT Dana Desa sebelum tanggal 24 Mei 2020. Desa dapat langsung menyalurkan BLT Dana Desa tanpa menunggu pengesahan, apabila penyerahan dokumen keluarga penerima manfaat BLT Daann Desa kepada Bupati/Walikota sudah melebihi lima hari kerja.

Instruksi yang ditetapkan di Jakarta tanggal 15 Mei 2020 dan ditandatangani menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar ini dimaksudkan agar masyarakat desa yang terkena dampak covid-19 segera menerima BLT Dana Desa. (R-1/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat