Klaim Pantai Wisata Sabanjar Miliknya, Warga di Bali Somasi Pemkab Alor

0
114
Inilah fasilitas yang dibangun Dinas Pariwisata Kabupaten Alor di Pantai wisata Sabanjar-Alor.

TIMORDAILY.COM, ALOR-Seorang warga Bali yang bernama I Nyoman Kirtya melalui kuasa hukumnya, I Ketut Angga Suyadnya, SH, MH memberikan somasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor terkait lahan tanah di wilayah Pantai Wisata Sabanjar di Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL) yang dikelola Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Alor.

Warga yang bermukim di Bali tersebut mengklaim bahwa lahan yang telah dibangun berbagai fasilitas wisata oleh Dispar Kabupaten Alor itu merupakan miliknya.

Informasi mengenai somasi oleh warga Bali ini didapatkan Wartawan dari perbincangan oleh sejumlah kalangan di Kota Kalabahi dalam beberapa hari terakhir ini.

Untuk mengecek kebenaran ini, Asisten I Setda Alor, Ferdy Isak Lahal, SH yang dikonfirmasi Wartawan di Kantor Camat Teluk Mutiara, Selasa (24/3/2020) membenarkan adanya somasi tersebut.

Namun Lahal belum mau berkomentar lebih jauh, karena dirinya belum mempelajari somasi tersebut secara utuh.
Lahal mengatakan, dirinya akan memberikam keterangan resmi setelah dirinya mempelajari atau membaca secara detail somasi yang dimaksud, sehingga penjelasannya tidak terputus-putus atau setengah-setengah.

Inilah fasilitas yang dibangun Dinas Pariwisata Kabupaten Alor di Pantai wisata Sabanjar-Alor.

“Lahan tersebut belum lama ini kita mediasi dengan warga di sana karena ada penutupan akses jalan masuk. Tetapi sekarang lagi muncul somasi. Nanti saya pelajari dulu,” tandas Lahal.

BACA JUGA : Pasien Status PDP Corona di RSD Kalabahi Sudah Kembali ke Rumah

BACA JUGA : Update Covid-19 di NTT – ODP Bertambah 20 Orang Jadi 130 Orang, Kabupaten Belu Sudah 10 Orang

BACA JUGA : Terpilih Aklamasi Pimpin Immala Kupang, Verry Manek Soroti Kasus Dugaan Korupsi di Malaka

Berkaitan dengan hal ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Ripka Obidje yang dikonfirmasi Timor Daily melalui WhatsApp, Rabu (25/3/2020) membenarkan adanya somasi tersebut.
Menurut Obidje, terkait dengan somasi tersebut atas arahan pimpinan akan dibahas setelah masa darurat covid 19 ini.

Sementara itu kuasa hukum dari I Nyoman yang ada di Alor, Yefta Djahasana yang dikonfirmasi Wartawan di Kalabahi, membenarkan bahwa pihaknya telah masukkan somasi ke Pemerintah Kabupaten Alor.

Pihaknya saat ini hanya menunggu informasi dari Pemerintah Daerah untuk melakukan mediasi.

Menurut Djahasana, untuk hal lebih detailnya dirinya minta untuk langsung konfirmasi dengan Kuasa Hukum yang ada di Bali.

BACA JUGA : Cegah Penyebaran Corona Virus Covid-19, Pemda Belu Keluarkan Edaran ASN Tak Perlu Masuk Kantor

BACA JUGA : 21 Mahasiswa Asal Malaka Resmi Jadi Anggota Permmalbar Kupang, ini Pesan Ketua Umum

BACA JUGA : Wajah ODGJ Bersimbah Darah, Kasat Reskrim Polres Belu Sedang Dalami Kasus

Kuasa Hukum di Bali, I Ketut Angga Suyadnya, SH, MH yang dikonfirmasi melalui WhatsApp meminta maaf kepada Wartawan karena saat ini, Rabu (25/3/2020) dirinya belum bisa memberikan keterangan karena lagi mempersiapkan Hari Raya Nyepi.

Menurut Ketut, dirinya akan berikan keterangan setelah selesai merayakan Hari Raya Nyepi.

Untuk diketahui, dalam beberapa tahun belakangan ini, Pemerintah Kabupaten Alor melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Alor membangun sejumlah fasilutas wisata dikawasan Pantai Sabanjar. Fasilitasnyang dibangun cukup lengkap, seperti kolam renang, penginapan, kantor, pos jaga, gazebo, dan sejumlah fasilitas lainnya.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply