Kisah Pendaki Menembus Terjal, Mencapai Wisata Religius di Puncak Gunung Lakaan

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Bagi setiap orang akhir pekan merupakan waktu yang dinantikan untuk berlibur atau rekreasi bersama keluarga maupun kerabat.

Moment libur itu, dimanfaatkan setiap orang dengan agenda masing-masing untuk mengisi waktu luang dengan hiburan.

Akhir pekan, Sabtu (16/3/2019) dimanfaatkan tim pendaki yang melakukan pendakian ke puncak gunung Lakaan yang memiliki ketinggian 1600 mdpl.

Gunung Lakaan merupakan salah satu gunung tertinggi di Pulau Timor, Provinsi NTT yang terletak di Desa Maudemu kawasan Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI dengan bekas Propinsi ke-27 Timor-Timur sekarang Negara Timor Leste.

Sebelum mendaki puncak gunung Lakaan, tim terlebih dahulu menjelajahi salah satu situs peninggalan sejarah yakni benteng Makes atau benteng Lapis 7 yang terletak di bukit perkampungan Desa Dirun.

Di atas ketinggian banteng Makes, tim dimanjakan dengan keindahan alam padang sabana Fulan Fehan yang hijau.

Salah seorang tim pendaki berdoa di patung Kristus Penebus yang terletak di puncak Gunung Lakaan

Hamparan padang Fulan Fulan nan berbukit kecil dengan rumput hijau laksana teletubbies yang dipadukan dengan ribuan tanaman kaktus yang tumbuh diantara bebatuan karang serta tanah merah dan hewanan sapi, kuda yang memenuhi padang itu menjadikan alam di balik gunung Lakaan itu eksotis.

Keindahan alam Fulan Fehan dan keunikan benteng Makes tak hanya menjadi sebuah kawasan rekreasi tapi sudah menjadi ikon wisata Daerah Belu yang menarik para pengunjung baik dalam negeri maupun luar negeri.

Tidak saja itu eksotis padang Fulan Fehan telah dua kali dijadikan lokasi festival dengan melibatkan peserta dari negara tetangga Timor Leste.

Selesai jelajahi benteng Makes dan menikmati keindahan padang Fulan Fehan, tim pun melanjutkan petualangan mendaki gunung Lakaan menguak keindahan alam puncak gunung itu.

Terdapat beberapa jalur untuk mendaki ke puncak gunung dan tim mengikuti jalur yang selama ini menjadi jalur untuk warga mendaki.

Tim mendaki gunung Lakaan

Kurang lebih satu setengah jam perjalan mendaki gunung melewati hutan yang rimbah dengan jalan tanjakan berliku penuh tantangan, akhirnya tim yang berjumlah delapan orang tiba di puncak gunung Lakaan yang disambut dengan gerimis berpadu kabut tebal.

Banyak jenis pohon yang tumbuh di gunung itu, salah satunya pohon Santigi.

Rasa lelah bercampur keringat sekujur tubuh terbayar saat mencapai puncak gunung tersebut.

Di puncak gunung Lakaan berdiri kokoh patung Bunda Maria dengan posisi menghadap ke Ibu Kota Atambua.

Di balik patung suci itu tumbuh sebuah pohon raksasa bercabang yang dibaluti lumut.

Meski kabut tebal dan angin puncak membuat tubuh mulai merinding kedinginan.

Nampak beberapa orang dari tim menyempatkan diri berdoa di patung.

Moment itu pun tak terlewatkan oleh tim yang mengabadikan diri untuk foto pribadi dan foto bersama di patung Bunda Maria.

Tim pendaki beristrahat sejenak di tengah gunung Lakaan

Tidak cukup disitu, selesai dari patung Bunda Maria tim pun melanjutkan pendakian ke puncak sebelah yang mana terdapat patung Kristus penebus.

Kurang lebih sepuluh menit tim mencapai patung Kristus penebus yang berdiri kokoh menghadap ke arah Matahari terbit.

Moment itu pun tak luput, beberapa tim menyempat berdoa dan pose bersama.

Keberadaan patung Bunda Maria dan Kristus penebus di puncak gunung Lakaan telah menjadi objek wisata religius oleh warga di Perbatasan Belu-Timor Leste.

Selain didatangi para pengunjung, warga Lamaknen juga sering melalukan prosesi berdoa yang biasaya dilakukan pada akhir bulan Rosario baik itu di Bulan Mei maupun Oktober setiap tahun.

Disela-sela istrahat setelah kembali dari puncak gunung Lakaan, beberapa tim mengaku sangat puas setelah mendaki puncak gunung Lakaan.

Setidaknya apa yang dibicarakan orang kita sudah mencapai puncak dan terbukti alam puncak sangat indah ditambah dengan patung suci Bunda Maria dan Kristus penebus yang berdiri kokoh di puncak.

Salah seorang perempuan dari tim pendaki gunung Lakaan

Adapun tim pendaki yakni terdiri dari Kasat Lantas Polres Belu, Shabda Putra bersama Anggota Satlantas, Crew Pena Batas RI-RDTL beserta Kapolsek Lamaknen, Ipda Taufan Ardiansyah dan Anggotanya.

Tim mengaku mendaki puncak gunung kegiatan yang sangat menyenangkan karena belajar banyak hal.

Tidak saja itu, mendaki gunung Lakaan sekaligus bisa menikmati pemandangan alam puncak yang indah, juga mengetahui wisata religius yang berada di puncak gunung Lakaan.

Selain senang, ada juga rasa sedih karena harus menguras banyak tenaga dan lelah.

“Saya suka mendaki gunung dan biasanya dilakukan di hari libur. Selain refreshing, mendaki gunung juga penting untuk kesehatan, juga kita bisa mengetahui alam yang indah, apalagi di puncak Lakaan sangat indah alamnya juga padang Fulan Fehan dan benteng Makes yang menjadi icon wisata Belu,” ujar Shabda.

Hal serupa diungkapkan Evan salah satu tim pendaki bahwa, hidup ini terlalu indah untuk dinikmati.

Satu hal yang paling penting adalah keindahan alam yang ada harus benar-benar dirasakan.

Dia mengakui sangat bahagia dengan aktivitas mendaki Gunung Lakaan hingga mencapai puncak gunung yang sangat indah alamnya. (YanTIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Yan Bau

Loading...