Kisah Mahasiswa di Yogyakarta, Lulus Kuliah Saat Pandemi Covid-19

0
76
Kisah Mahasiswa di Yogyakarta Lulus Kuliah Saat Pandemi Covid-19
Ilustrasi.

TIMORDAILY.COM, YOGYAKARTA-Pandemi Covid-19 yang telah menyebar ke semua negara di dunia membuat aktivitas terganggu.

Sekolah diliburkan atau belajar dari rumah, kuliah online, seluruh ASN kerja dari rumah termasuk beberapa kampus yang telah mengadakan wisuda melalui virtual.

Herry Nele seorang mahasiswa asal Kabupaten Ende di Yogyakarta yang  dihubungi TimorDaily.com, Senin (11/5/2020) via WhatsApp menceritakan kisah lulus di saat dunia dilanda corona.

BACA JUGA : Alumni SMP Negeri 2 Maurole Sumbang APD ke Posko Covid-19 Perbatasan Ende-Maumere

BACA JUGA : IKPMK Yogyakarta Minta Pemda Ende Percepat Bantuan ke Mahasiswa

BACA JUGA : Usai Belanja di Pasar, Pejabat di Alor ini Tewas Ditendes Dahan Mangga

Impian untuk mengabadikan momen perjuangan selama ini akhirnya tertunda.

Herry mengatakan, dirinya telah lulus sejak 04 April 2020. Namun, situasi saat tidak memungkinkan untuk berkumpul bersama akhirnya kampus mengeluarkan kebijakan tunda wisuda.

Kisah Mahasiswa di Yogyakarta Lulus Kuliah Saat Pandemi Covid-19.
Herry Nele, mahasiswa asal Ende, Provinsi NTT di Yogyakarta.

Menurutnya, proses pengambilan ijazah tanpa adalah seremonial wisuda menjadi hal yang baru. Namun demi kesempatan semua manusia, kita perlu menyadari bahaya pandemi ini.

“Proses pengambilan ijazah tanpa ada seremonial tidak menjadi masalah karena tujuan dari kita menempuh pendidikan hanya dua hal yaitu pengetahuan dan ijazah. Sedangkan seromonial ini kapan saja dan di mana saja bisa dapat kembali karena kebijakan pemerintah harus kita taati dimana untuk kebaikan bersama bersama karena ini jalan yang terbaik untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tulis Herry kepada TimorDaily.com, Senin (11/5/2020) via WhatsApp.

BACA JUGA : Penerbangan Telah Dibuka, Belum Ada Maskapai Beroperasi ke Alor

BACA JUGA : Jokowi Tetapkan Belu Masuk Kategori Tertinggal Bersama 61 Daerah lainnya di Indonesia

BACA JUGA : Viktor Laiskodat Kirim Obat Tradisional NTT ke Jakarta untuk Sembuhkan Pasien Corona

Pemuda asal Kabupaten Ende, Provinsi NTT ini mengungkapkan, kebijakan kampus yaitu menunda wisuda pada bulan Oktober mendatang.

“Karena ini bukan sesuatu yang disengaja, tapi merupakan sebuah bencana yang harus kita patuhi semua protokol kesehatan yang dihimbaukan oleh pemerintah dan para medis,” tuturnya.

Saat ini, Herry memilih menetap di Kota Gudeg. Pasalnya, sesuai kebijakan untuk memutus rantai penyebaran corona dengan diadakan karantina wilayah.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah dan berharap dunia lekas sembuh dari pandemi ini.(Ykn/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat