Kisah Dosen Unimor, Bergelar Magister Tanpa Seorang Ayah

0
5500
Hendrika Bete bersama ibunya. Dok Istimewa

TIMORDAILY.COM-Bukan hanya soal kesuksesan yang yang diraih dengan sang ibu bersama lima orang kakaknya. Tetapi ini tentang si putri bungsu yang sukses meraih gelar magister tanpa sosok seorang lelaki bernama ayah.

Hendrika Bete (Dosen Unimor) dikenal sebagai perempuan mandiri, putri bungsu yang tak pernah merasakan kasih sayang dari sosok seorang ayah hingga ia sukses meraih gelar Magister Matematika.

Mungkin Hanny, hanya tahu bahwa seorang anak pasti memiliki ayah selain ibu, tapi Hanny tidak pernah tahu bagaimana rasanya hidup bersama ayah.

Meski mengenal sosok ayah yang diceritakan sang ibu, namun dia tidak pernah tahu bagaimana rasanya disayang oleh ayahnya, sosok ayah yang telah pergi meninggalkan mereka, anak-anaknya dan ibu, sejak ia belum genap berusia satu hari.

Baca juga : Kades Naku TTU Ditetapkan Sebagai Tersangka Pengrusakan Rumah Warga

Begitulah kisah Hendrika Bete, perempuan kelahiran Kefamenanu 30 November 1992, seorang putri bungsu yang sukses meraih gelar Magister.

Hendrika Bete, perjuangan untuk menggapai gelar magister tanpa seorang ayah. Dok Istimewa

Seperti yang diketahui, Henny Pinndy nama akun facebooknya, selama ini lebih banyak menceritakan sosok hebat sang ibunda, ketika bercerita kepada wartawan.

Sementara nama ayahnya, jarang atau bahkan tidak pernah diceritakan oleh Hanny.

Baca juga : 7 Tahun di Papua, Pemuda Kefamenanu Tulis Buku Antologi Puisi Berjudul Mama Menganyam Noken

Mungkin benar, jika bicara soal sosok sang ayah. Ia bahkan sulit menguraikannya, sebab sejak lahir tak pernah mengenal sosok ayah sama sekali dalam hidupnya.

Ketika ditanya, ia menceritakan bahwa sang ayah meninggal saat dirinya baru berusia sehari, 30 November 1992 hari lahirnya dan pada hari yang sama, juga merupakan hari kematian ayahnya, entah penyakit apa yang diderita sang ayah, Hanny tak sedikitpun mengetahui, katanya mungkin ibu atau mama mengetahui hal itu.

Bukan hanya tak pernah bertemu dengan ayahnya, Hanny juga mengatakan dirinya tak pernah sekalipun melihat sang ayah bahkan hanya dalam foto sekalipun.

Baca juga : Jadi Guru Agama di Papua, Pemuda Asal Kefamenanu Rela Dengan Warga Tidur di Hutan

Tak seperti beberapa anak yang terpisah dari orangtuanya, yang juga kerap merasakan kerinduan sang ayah, namun hal itu tidak dirasakan sama sekali oleh Hanny. Sebab ayahnya bukan pergi meninggalkan rumah, akan tetapi meninggalkan dunia seumur hidup Hanny.

Menurutnya, walau tak pernah ingat tentang senyum ayah, hal itu membuatnya selalu merindukan sosok ayah. “Juga tidak merasa kehilangan, karena tidak tahu rasanya gimana,” kata dia.

Bagi Hanny, meski tak ada ayah di hidupnya, sang ibunda sudah cukup memberikan kasih sayang kepadanya bersama lima orang kakaknya, sebagai sosok ibu sekaligus ayah bagi mereka.

Baca juga : Lagu Kuan Kefa Berkumandang di Lampu Merah Gejayan Kota Yogyakarta

“My mom ada father figurnya juga. Di luar itu ada om, dan keluarga besar serta spesialnya lima orang saudara, yang selalu mendukung, sebab Hanny dilahirkan sebagai putri bungsu,” katanya lagi.

Hanny pun menceritakan saat ia melihat para sepupunya bermain bersama ayahnya, barulah ia tahu bedanya jika ada sosok ayah.

“Juga sering lihat saudara-saudara tetangga, oh seperti itu ternyata kalau punya ayah,” ujarnya.

Kemudian saat ditanya apakah ingin bertemu dengan sang ayah, Hanny merasa sudah bertemu ayah di rumah ayah, rumah ayah beristirahat (pemakaman) tempat ayah dipersemayamkan 27 tahun silam.

Baca juga : Paul McCartney Hadiahkan Album Natal Spesial untuk Keluarga

Namun bagi Hanny, bagaimanapun tentunya ayah di dunia barunya pasti bahagia ketika ia sukses merai gelar magister, tentunya ayah selalu mendoakan yang terbaik untuk buah hatinya.

Meskipun tak pernah merasakan kasih sayang, tak pernah ada rasa sayang yang teramat dalam di hatinya untuk ayah, tapi ayah adalah satu-satunya sosok yang mampu membuatnya menangis bila mengingat tentang ayah.

Baca juga : Oknum Penyidik Terima Uang Puluhan Juta Rupiah dan Ajak Hubungan Intim, Kasus Malah Mandek Setahun 

“Ayah, maafkan aku yang tak pernah merindukanmu. Tapi apa kau tahu, Ayah? Aku begitu membutuhkanmu,” kata Hanny.

Tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Perjuangan setiap ibu untuk mendidik dan membesarkan anak-anaknya seperti ibunda, mama Theresia Bano patut diacungi jempol. Dia rela berkorban demi kesuksesan buah hatinya.

Hal ini pulalah yang dialami oleh para miliarder dunia. Di balik kesuksesan yang direguk orang terkaya dunia, terselip cerita tentang perjuangan ibu yang berusaha keras memberikan yang terbaik bagi mereka.

Baca juga : Mendikbud Pastikan Ujian Nasional Tetap Diganti, DPR Minta Kaji Komprehensif

Sosok ibu mungkin tidak akan terlupakan bagi anak-anak seperti kata pepata “Surga Ditelapak Kaki Ibu”. Seperti yang dialami mama Theresia Bano membesarkan enam orang anak seorang diri, bukan hal yang mudah. Kesuksesan mereka tidak luput dari doa di tangan perempuan bernama Mama.(ber/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply