Ketua LVRI NTT Sebut Ada Oknum Anggota Veteran Belu Lakukan Pungutan Liar

0
276
Warga Belu Terjebak Calo Veteran, Setor Uang  Sukarela Rp 5 Juta dan Rp 1,3 Juta Biaya Pakaian
Lambang LVRI

TIMORDAILY.COM, KUPANG –  Ketua Markas Daerah (Mada) LVRI NTT, Stanislaus Dawu mengatakan pengurusan calon veteran tidak dipungut biaya alias gratis.

Karena itu, jika ada oknum anggota veteran yang memungut sejumlah uang dari calon veteran maka itu dikategorikan sebagai pungutan liar (Pungli).

Stanislaus mengatakan itu ketika dihubungi TIMORDAILY.COM Selasa (8/10/2019). Dia dihubungi untuk konfirmasi terkait adanya keluhan calon veteran di Belu Perbatasan RI-RDTL yang mengaku telah menyerahkan uang sejumlah Rp 26 juta untuk oknum anggota veteran.

BACA JUGA : Oknum Anggota LVRI Belu Bantah Pungut Uang dari Calon Veteran

BACA JUGA : Pilkada Malaka 2020 – Usai Mendaftar di PKB, Petrus Bere Ziarah ke Makam Orangtua dan Ungkap Pesan Ayahnya

BACA JUGA : Warga Perbatasan RI-RDTL Sebut Perekrutan Pegawai PLBN Motamasin Malaka Lebih Banyak “Titipan”

Menurutnya, pengurusan calon veteran itu merupakan otoritas Kantor Administrasi Veteran (Minvet) di Kupang namun perlu ada komunikasi dengan pengurus cabang dan pengurus daerah LVRI.

“Jadi persoalannya tidak ada komunikasi tapi mereka (pegawai Minvet Kupang, red) bilang siapa saja yang datang mereka terima. Memang saya selalu minta jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum-oknum pribadi,” ujarnya.

Dijelaskannya, secara struktur selama ini dirinya hanya mengetahui bahwa yang memfasilitasi pengurusan calon veteran di Markas Cabang (Macab) LVRI Belu karena yang sah secara aturan itu di Macab tersebut.

“Yah di Macab di kilometer 16 itu.  Kalau lewat organisasi, macab itu secara organisasi sah karena mekanimesnya dan ada aturannya mereka laksanakan.  Tapi ada oknum-oknum pribadi yang secara organisasi tidak masuk dalam kepengurusan veteran kan tidak boleh begitu,” jelasnya.

Dikatakannya, jika ada oknum yang memungut sejumlah uang dengan alasan pengurusan calon veteran maka sudah bisa dipastikan bahwa itu pungutan liar.

“Ini kategori pungli. Sebenarnya minvet itu lebih tegas karena proses calon veteran. Karena kalau ada apa-apa itu urusan mereka. Dan saya sudah sering sampaikan agar jangan sampai ada yang manfaatkan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, oknum anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Belu, Pit Loe membantah memungut sejumlah uang dari calon veteran yang mengurus melalui dirinya.

Menurutnya, sebagai Wakil Ketua LVRI Cabang Belu, dirinya memiliki kewajiban membantu orang-orang yang memenuhi persyaratan sebagai calon veteran.

Saat dikonfirmasi TIMORDAILY.COM di Atambua, Rabu (2/10/2019) sore, Pit Loe sempat bernada tinggi saat mendengar pertanyaan bahwa dirinya dituding menerima sejumlah uang dari calon veteran.

Dia mengaku marah karena sudah berusaha membantu namun malah dituding melakukan pungutan.

BACA JUGA : Pilkada Belu 2020 – Anggaran Pemda Terbatas, Bawaslu Ajukan 13,5 M dan Realisasi 7,5 M

BACA JUGA : Suster Aloisia Terharu Dapat Bantuan Ambulans dari Anggota DPR RI Herman Herry

BACA JUGA : Pilkada Belu 2020 – Willy Lay Bersedia Sahabat Jilid II Tapi Ada Syaratnya

Dijelaskannya, orang-orang yang datang kepadanya adalah calon veteran yang telah mengurus di tempat lain namun tidak berhasil sehingga dirinya berinisiatif membantu mereka tanpa biaya apapun.

Jika ada yang memberinya sejumlah uang setelah mendapatkan tunjangan veteran, kata Pit Loe itu karena sebelumnya ada yang meminjam uangnya.

“Mereka pinjam uang saya. Saya ada koperasi di sini,” tegasnya.

Saking marahnya, Pit Loe sempat mengumpat dan memaki-maki orang yang telah menudingnya tersebut.

Pit Loe mengaku ada sejumlah pensiunan polisi yang membantunya di tempatnya tersebut.

Pit Loe akan memanggil polisi, melaporkan ke Kapolsek Haekesak dan seluruh anggota veteran untuk melakukan klarifikasi terkait informasi ini.

Ketika disampaikan bahwa sebaiknya klarifikasi di Polres Belu namun dia mengatakan akan bersama polisi memanggil semua calon veteran  untuk klarifikasi di rumahnya.

Ketua Markas Cabang (Macab) LVRI Kabupaten Belu, Stefanus Atok yang dikonfirmasi mengatakan, Pit Loe memang masuk dalam struktur kepengurusan LVRI Kabupaten Belu.

Meski demikian, Stefanus mengaku belum mengetahui secara pasti apakah Pit Loe juga melakukan pengurusan calon veteran di rumahnya.

“Kami belum tahu. memang dari informasi katanya ada pengurusan calon veteran di sana tapi belum tahu,” kata Stefanus. (roy/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Fredrikus R. Bau