Ketua kelompok Tani Suka Maju Ungkap Jagung di Lakekun Utara Malaka Bukan Program RPM

0
123
Ketua kelompok Tani Suka Maju Ungkap Jagung di Lakekun Utara Malaka Bukan Program RPM
Ketua kelompok Tani Suka Maju Ungkap Jagung di Lakekun Utara Malaka Bukan Program RPM

TIMORDAILY.COM, BETUN – Belakangan ini ramai pemberitaan di sejumlah media online Kabupaten Malaka yang menyebutkan kebun jagung di Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka yang sukses merupakan bagian dari Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang adalah program unggulan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Daniel Asa periode 2016-2021.

Penelusuran media ini, ternyata kebun jagung tersebut adalah murni milik petani setempat hanya saja lahannya diolah menggunakan traktor milik Dinas Pertanian Kabupaten Malaka.

Ketua kelompok tani setempat mengungkapkan jika kebun jagung yang ramai diberitakan itu milik anggotanya yang ditanam menggunakan jagung hibrida, bukan benih, pupuk dan obat-obatan dari program RPM.

BACA JUGA : Tangani CoronaVirus di Perbatasan RI-RDTL, Pemda Belu Siapkan Anggaran Rp 13 Milyar 

BACA JUGA : Terpilih Aklamasi Pimpin Immala Kupang, Verry Manek Soroti Kasus Dugaan Korupsi di Malaka

BACA JUGA : Proyek Bawang Merah Bermasalah Hingga Dugaan Adik Titip Uang di 5 Rekening, TPDI NTT Sebut Kemungkinan Kecil Bupati Malaka Tidak Tahu

Pemilik lahan, KM kepada wartawan, melalui WhatsApp Messenger pada Rabu,(25/03/2020) sore membantah keras jika jagung yang ditanamnya tersebut berasal dari program RPM.

“Kawan (wartawan, red), itu ( jagung yang diberitakan sebagai RPM, red) di saya punya kebun maktihan e, itu tidak masuk RPM,” ungkap KM.

KM mengatakan, tanaman jagung miliknya bukan bagian dari program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang merupakan program unggulan Bupati Malaka Periode 2016-2021.

KM menjelaskan, kalau RPM itu benih jagung lamuru (lokal), tapi yang ditanam itu jagung varietas hibrida.

Ia mengaku, lahan miliknya memang digarap menggunakan traktor yang dari Dinas Pertanian Kabupaten Malaka.

Karena menurutnya kegiatan RPM itu paket lengkap dengan benih jagung dan obat-obatan. Mungkin, lanjutnya, mereka lihat yang tanah diolah menggunakan traktor pemerintah makanya masuk RPM semua, padahal RPM itu paket lengkap.

“Mau komplain juga, tapi tanah sudah dibalik (diolah, red) pakai traktor pemerintah, jadi biar ikut-ikut saja,” tandasnya.

Ketua kelompok tani (Poktan) Suka Maju, Niko Bau, saat dikonfirmasi di kediamannya (Kamis, 26/03/2020) membenarkan bahwa itu lahan milik KM dan anggota kelompok suka maju, tetapi tidak termasuk program RPM.

Secara terpisah Kordinator pendamping Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Kobalima, Ricardo De Andrade, ketika dikonfirmasi lewat telepon mengatakan program RPM untuk tanaman jagung di Kecamatan Kobalima ada, tetapi benih yang digunakan bervariasi antara benih varietas Lamuru dan benih hibrida Bisi 228.

Namun Benih Varietas Lamuru tidak tahan Hama, sehingga petani mengeluh. Walaupun sudah disemprot dengan pestisida namun tidak bisa ditanggulangi lagi, dan akan berdampak gagal panen. (Jho/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply