Ketika Ketua DPRD Alor “Menyapa” Pasien DBD

0
103

TIMORDAILY.COM,ALOR-Siang itu Jumat (7/2/2020) jarum jam menunjukkan pukul 11.00 wita langit Kota Kalabahi, Ibu Kota Kabupaten Alor tampak mendung dan tak lama berselang hujan dengan intensitas sedang turun membasahi bumi Kota Kenari.

Ditengah guyuran hujan tersebut, sebuah mobil plat merah dengan Nomor Polisi DH 3 DB memasuki halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Setelah parkir di halaman, pintu mobil terbuka dan turunlah sesosok perempuan yang tidak asing lagi bagi warga Kabupaten Alor. Dialah Eny Anggrek, SH seorang srikandi yang saat ini menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Alor.

Dengan menggunakan busana baju batik yang ditempel Pin DPRD dan celana panjang hitam, dengan tegap dirinya berjalan masuk ke ruangan RSUD Kalabahi. Dalam setiap langkahnya ketika bertemu dan melewati masyarakat dan pegawai yang tengah berada di RSUD tersebut, dari wajahnya terus menebar senyum.

Kedatangan perempuan yang pernah mendapat sejumlah penghargaan tokoh perempuan di RSUD Kalabahi ini bukan karena ia sakit, sehingga ia datang untuk check up atau berobat.

Namun kedatangannya untuk “menyapa” atau mengunjungi, ia ingin melihat secara langsung ratusan pasien yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tengah dirawat di Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten Alor tersebut.

Eni Anggrek sebagai Wakil Rakyat ia datang untuk menunjukkan rasa simpatinya, bahwa masyarakat meski dalam derita sakit, namun tidak sendirian. Ia datang untuk memastikan pelayanan kesehatan oleh pemerintah terhadap warga berjalan secara baik. Ia hadir disana meski sendiri, namun ini sebagai sebuah bentuk simbolik bahwa negara selalu hadir dalam suka dan duka yang dialami masyarakat.

BACA JUGA : Kodim 1605/Belu Survei Lokasi TMMD ke-109 di Desa Umatoos Kabupaten Malaka

BACA JUGA : Sambut HPN 2020, Pena Batas RI-RDTL Beri Pelatihan Jurnalistik Bagi Pejalar SMA di Belu

BACA JUGA : IBUIBU BELU : BODIES OF BORDERS Tampil Perdana di Jakarta, Wakil Bupati Belu Ose Luan Beri Apreasi

Eni Anggrek dalam kunjungannya ini berangkat dari rasa keprihatinannya, sebab DBD didaerah tersebut telah darurat, sudah dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebuah status dalam dunia kesehatan yang perlu mendapat perhatian dan penangganan super. Jumlah penderita DBD telah mencapai 100 lebih orang, dan dua jiwa telah meninggal dunia direngut penyakit itu.

Eni Anggrek ketika berjumpa dengan sejumlah pasien DBD dan keluarga yang menjaga melakukan perbincangan ringan dengan menanyakan kondisi saat ini setelah dirawat. Dalam perjumpaan itu Eni Anggrek juga memberikan penguatan.

Dalam lawatannya itu, ia juga membawa sedikit bingkisan bagi pasien DBD. Ia membawa susu, biskuit, dan air mineral sebagai tanda simpatinya. Eni Anggrek ketika itu mengatakan, sedikit bingkisan yang ia bawa ini jangan dilihat jumlahnya, tetapi sebagai tanda kasihnya.

Berkaitan dengan DBD ini, Eni Anggrek minta agar pihak RSUD, Dinas Kesehatan atau intinya Pemerintah dan DPRD terus melakukan koordinasi, sehingga apa yang menjadi kendala dapat cepat teratasi.

Eni Anggrek menyatakan keprihatinannya, sebab jumlah penderita DBD di Kabupaten Alor sejak bulan januari sampai februari ini sudah mencapai 120 orang. Dari jumlah ini 2 orang meninggal, 85 orang dinyatakan sembuh, dan 33 tengah dirawat.

Eni Anggrek berharap, penangganan DBD dilakukan secara maksimal agar tidak meluas lagi. Masyarakat juga diminta memperhatikan lingkungannya sehingga aman dari jentik nyamuk.

Humas RSUD Kalabahi, Nova Namo kepada Timor Daily merincikan, data DBD yang ditangani hinggal tanggal 1 februari sebanyak 120 orang. 85 orang dinyatakan sembuh, 33 orang tengah dirawat, dan 2 orang meninggal dunia.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Yan Bau

Leave a Reply