Kepala Kancab BRI Atambua Ancam PHK Karyawan yang Bocorkan Data Nasabah

0
62
Kepala Kancab BRI Atambua Ancam PHK Karyawan yang Bocorkan Data Nasabah

TIMORDAILY.COM,ATAMBUA-Kepala Kantor Cabang Bank Republik Indonesia (BRI) Atambua, Stefanus Juarto mengatakan akan memberikan sanksi  tegas terhadap karyawan yang berani melanggar kode etik dengan membocorkan data nasabah.

“Kalau ditemukan ada karyawan kita (Karyawan Bank BRI.red) yang melanggar peraturan, kode etik pasti kita akan tindak tegas. Mulai dari sanksi administrasi dan yang terberat kita lakukan PHK,” kata Juarto kepada TimorDaily.com, Senin (18/5/2020).

Juarto menuturkan, dirinya baru mendapatkan informasi dengan membaca berita adanya dugaan pembobolan dan pembocoran data nasabah Bank BRI Cabang Atambua. Namun, ungkap Juarto perlu dibuktikan dugaan tersebut.

BACA JUGA : Dugaan Pembocoran Data Nasabah BRI dan BNI Cabang Atambua,Tim Kuasa Hukum Lapor ke OJK dan Bank Indonesia

BACA JUGA : Gali Informasi di WAG Pers & Polres Malaka, Wartawan ini Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik dan Diperiksa 4 Jam

BACA JUGA : Vaksin yang Ditemukan China Bakal Jadi Milik Global untuk Perang Lawan Covid-19

“Saya baru tahu setelah saya baca di berita kalau ada laporan polisi terkait nasabah yang katanya dibocorkan data itu nanti kita buktikan dulu,” tandas Juarto.

Juarto menegaskan, Bank mempunyai kode etik yang harus dipatuhi oleh para karyawan. Jika melanggar, oknum tersebut pasti akan diberikan sanksi.

“Saya pikir Bank BRI maupun Bank apapun itu punya kode etik yang harus ditaati. Pemikiran saya tidak mungkin ada karyawan yaang berani bocorkan data nasabah,” tegas Juarto.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Conni Amelia Tesalonika dan I Comang Agus Aria melaporkan dugaan pembobolan data nasabah Bank BRI dan BNI Cabang Atambua ke Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, Jumat (15/5/2020).

Kepada TimorDaily.com, Steven Alves Tes Mau, SH membenarkan bahwa pihaknya telah melayangkan laporan ke OJK dan Bank Indonesia terkait kasus pembobolan data dan jumlah uang di Bank BRI dan BNI Cabang Atambua.

“Iya hari ini kita laporkan Bank BRI dan BNI Cabang Atambua ke OJK dan Bank Indonesia (BI) melalui salah satu Tim Kuasa Hukum kita di Jakarta, Gabriela Marsela SH, MH,” kata Steven saat dihubungi media ini via telefon, Jumat (15/05/2020).

Menurutnya, laporan ke OJK dan BI diharapkan dapat ditindaklanjut agar kejadian tersebut tidak terulang kepada nasabah lain, seperti yang dialami kliennya.

Steven menandaskan, tindak pembobolan data dan simpanan ini, apabila dilakukan karyawan Bank maka oknum tersebut agar  ditindak secara tegas karena telah melanggar UU Perbankan Nomor 10 tahun 1998, Pasal 40 Ayat 1, POJK No 1/2013 dan melanggar peraturan BI nomor 2/19/PBI/ 2000 pasal 2 (1).

BACA JUGA : FMN Cabang Alor Dukung Masyarakat Adat Pubabu Rebut Tanah Ulayatnya

BACA JUGA : Pandemi Covid19-Angka Kehamilan di Belu Capai 696, Tertinggi di Atambua Barat

BACA JUGA : TPDI Bakal Lapor Kapolri Jika Ada Upaya Menutupi Perjudian yang Berbuntut Penganiayaan oleh Kades dan ASN Polres Belu

“Dengan bocorkan data nasabah mereka jelas-jelas telah melanggar Undang-Undang Perbankan. Jadi kita minta agar dari OJK dan Bank Indonesia secara administrasi tindak tegas oknum-oknum yang diduga telah bocorkan data dan simpanan nasabah kita,” pungkas Steven.

Selain ditindak secara administrasi Ia menjelaskan, oknum yang membocorkan data nasabah akan dikenai sanksi secara pidana.

“Pelaku yang bocorkan data nasabah bisa kena juga hukum pidananya,” tegas Steven.

Untuk  diketahui sebelumnya, Coni Amelia Tesalonika telah membuat laporan Tindak Pidana UU Perbankan yang terjadi pada  Kamis (13/2/2020) bertempat di Bank BRI sesuai dengan Nomor, LP/81/V/2020/Res Belu tanggal 8 Mei 2020.

Suaminya, I Comang Agus Aria Sucipta melaporkan Tindak Pidana UU Perbankan dengan Laporan Polisi Nomor LP/79/V/Res.7.4./2020 yang terjadi di Bank BNI.(ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat