Kejari Kalabahi Tahan Mantan Sekwan Alor

0
138
Kajari Alor baju putih celana jeans, terdakwa Ahmad Maro mengenakan baju batik coklat dan topi. Sementara yang perempuan adalah Kasie Pidsus Kejari Kalabahi.

TIMORDAILY.COM, ALOR-Kejaksaan Negeri Kalabahi melakukan penahanan terhadap mantan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Alor, Ahmad Maro.

Tindakan penahanan ini menyusul diterimanya hasil banding Pengadilan Tinggi (PT) yang memerintahkan untuk segera ditahan terdakwa Ahmad Maro.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kalabahi, Samsul Arif, SH, MH kepada Timor Daily, Jumat (14/2/2020) di Kantor Kejari Kalabahi menjelaskan, penahanan terhadap Ahmad Maro dilaksanakan sekitar pukul 14.00 wita hari ini Jumat (14/2/2020).

BACA JUGA : Pendaftaran SNMPTN 2020 Resmi Dibuka Hari Ini

BACA JUGA : JPPI Tegaskan Dana BOS Bukan Solusi Kesejahteraan Guru Honorer

BACA JUGA : Siswi SMP di Kabupaten Alor Diperkosa Ayah Kandungnya dan Kini Telah Melahirkan

Arif menegaskan, penahanan ini berdasarkan amar putusan banding dengan Nomor 19/PID-SUS-TPK/2019/PT.KPG tanggal 28 Januari 2020.

Selain perintah segera ditahan, lanjut Arif, amar putusan lainnya yaitu menjalani pidana 4 tahun penjara dikurangi selama masa tahanan, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan, uang pengganti Rp 500 juta subsider 6 bulan, dan denda perkara Rp 2.500.-

“Informasinya yang bersangkutan ingin mengajukan kasasi. Itu haknya, namun ia tetap ditahan sampai ada putusan kasasi,” Arif menegaskan.
Menurut Arif, surat pemberitahuan hasil banding ini berdasarkan pengecekan pihaknya di Pengadilan Tinggi bahwa yang bersangkutan (Ahmad Maro) juga telah menerimanya.

Diberitakan sebelumnya, mantan Sekretaris DPRD (Sekwan) Alor, Ahmad Maro divonis penjara empat tahun oleh Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang dalam sidang putusan dugaan penyalahgunaan keuangan negara saat Ahmad Maro masih menjabat sebagai Sekwan pada tahun 2013 lalu.

Putusah Hakim ini lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kalabahi yang menuntut terdakwa Ahmad Maro tiga tahun enam bulan (3,6) penjara dalam sidang dengan agenda tuntutan sebelumnya.

Sidang putusan ini berlangsung, pada Rabu (27/11/2019).
Atas putusan Hakim tersebut, Ahmad Maro menyatakan sikap banding. Sikap banding ini juga dinyatakan oleh JPU Kejari Kalabahi.
Kendati Ahmad Maro saat itu divonis 4 tahun penjara, namun ia tidak ditahan ketika itu.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here