Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Rumdin BMKG Alor Naik ke Tahap Penyidikan

0
80
Antri, Proses Penyelidikan Dana Desa di Reskrim Polres Alor.
Kasatreskrim Polres Alor, IPTU. Yohanis Wila Mira, S.Sos.

TIMORDAILY.COM, ALOR-Kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur yang menyeret nama Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Alor, AB, dan seorang honorer di Bandar Udara Mali, Ina dinaikkan ke tahap penyidikan oleh penyidik Reskrim Polres Alor dari tahap penyelidikkan sebelumnya.

Sementara untuk salah seorang oknum aparat yang namanya juga disebut dalam kasus tersebut dikoordinasi dengan institusi terkait untuk diproses, pasalnya untuk Tentara tidak tunduk pada peradilan umum.

Hal ini disampaikan Kasatreskrim Polres Alor, IPTU. Yohanis Wila Mira, S.Sos kepada Timor Daily di Mapolres Alor, pada Senin (10/8/2020) berkaitan dengan perkembangan kasus dugaan persetubuhan atau pencabulan anak, dan dugaan perdagangan anak yang tengah di usut Polres Alor.

Wila Mira menjelaskan, pihaknya telah menggelar perkara berkaitan dengan kasus yang tengah ramai diperbincangkan masyarakat tersebut. Gelar yang dilakukan pada Senin (10/8/2020) setelah Polisi mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti, termasuk hasil visum dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalabahi.

Hasil gelar perkara, Wila Mira menyebutkan, untuk dugaan perbuatan persetubuhan terhadap anak dinaikkan ke tahap penyidikan dari tahap penyelidikkan sebelumnya. Dinaikkan status untuk dugaan persetubuhan, karena Polisi menemukan dua alat bukti.

“Jadi untuk dugaan persetubuhan tersebut, keterangannya begini dari tiga pelapor anak dibawah umur, untuk terlapor AB diduga pernah melakukan persetubuhan dengan ketiga anak dibawah umur ini di lokus yang sama dengan tempus berbeda. Sedangkan terlapor Ina diduga pernah melakukan persetubuhan dengan dua anak, sementara untuk oknum aparat diduga melakukan terhadap 1 anak,” jelas Wila Mira

Menurut Wila Mira, kasus dugaan tersebut setelah dinaikkan ke status penyidikan, maka pihaknya akan menindaklanjuti dengan memanggil kedua orang tersebut untuk pemeriksaan dalam tahap penyidikan. Sementara untuk oknum aparat merupakan urusan institusinya.

Menyinggung dugaan kasus trafficking atau perdagangan anak dalam laporan kasus itu, Wila Mira menandaskan, masih dalam tahap penyelidikkan, karena Polisi belum cukup bukti dalam proses pengusutannya.

Ketika ditanya tentang pemeriksaan terhadap salah seorang Wartawan berkaitan dengan pemberitaan kasus tersebut yang dilaporkan oleh AB (Kepala BMKG Alor), Wila Mira menjelaskan dirinya memang ditanya oleh sejumlah orang tentang hal tersebut yang kesannya seperti mengkriminalisasi Wartawan.

Padahal, ungkap Wila Mira, Polisi bertugas sebagai pelayan masyarakat, sehingga setiap laporan yang masuk atau ketika ada laporan, maka Polisi harus menindaklanjuti.

“Nanti kita periksa dulu, kita kaji laporan itu bagaimana memenuhi unsur atau tidak. Kalau tidak dihentikan, atau kalau lebih tepat ke Dewan Pers kita ajukan, ataukah ada unsur pidana?,” jelas Wila Mira.

Sementara informasi lain yang dihimpun Timor Daily berkaitan dengan kasus dugaan persetubuhan yang melibatkan pegawai honorer Bandara Mali, oleh manajemen Bandara Mali telah memberhentikkan pegawai honorer tersebut. Hal ini dilakukan untuk menjaga nama baik dari lembaga tersebut.

Untuk diketahui sebelumnya diberitakan Timor Daily pada edisi Rabu (29/8/2020) menjelaskan, Satuan Reskrim Polres Alor masih menunggu gelar perkara dugaan kasus perdagangan anak dibawah umur dan pencabulan yang sebelumnya digrebek masyarakat di kompleks perumahan dinas Kantor BMKG Kabupaten Alor di Kawasan Bandara Mali.

Polisi terus mengumpulkan bukti-bukti untuk dibahas dalam gelar perkara guna menentukan kasus tersebut.

Hal ini disampaikan Kasatreskrim Polres Alor, IPTU. Yohanis Wila Mira, S.Sos kepada Timor Daily di Kalabahi pada akhir Juli 2020.

Menurut Wila Mira, Polisi sudah melakukan pemeriksaan atau minta keterangan dari semua pihak, termasuk dengan nama-nama yang disebut dalam laporan itu, yakni salah seorang oknum pegawai kontrak bandara Mali berinisial Ia, Pejabat BMKG, AB, seorang ibu rumah tangga, dan seorang oknum aparat.

Bukti dan hasil pemeriksaan yang ada, ungkap Wila Mira, nanti dibahas dalam kegiatan gelar perkara untuk menentukan kasus tersebut.

Wila Mira ketika itu menampik berkaitan dengan adanya informasi bahwa kasus tersebut telah dimediasi di Polisi. Informasi tersebut, menurut Wila Mira, adalah informasi yang tidak benar.

Sementara itu Kepala BMKG Kabupaten Alor, AB yang namanya juga dilaporkan dalam kasus itu ketika dikonfirmasi Timor Daily, Selasa (28/7/2020) membenarkan dirinya telah di periksa Polisi.

Menurut AB, dirinya dalam kasus ini juga merupakan korban, karena dirinya sepertinya dijebak.

“Ceriteranya panjang. Saya sebagai orang tua membantu anak tersebut. Tapi sepertinya dijebak. Kita ikuti saja kasus ini,” tandas AB singkat.

Untuk diketahui sebelumnya pada edisi, Sabtu (18/7/2020) Timor Daily memberitakan Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Alor tengah melakukan penyelidikkan terhadap laporan kasus dugaan terjadinya perdagangan anak dibawah umur dan pencabulan.

Kasus ini dilaporkan oleh orang tua anak, setelah dilakukan pengrebekan di sebuah rumah di kompleks BMKG Mali, Kabupaten Alor.

kasus ini dilaporkan oleh orang tua dari salah seorang anak pada tanggal 14 Juli 2020. Dalam kasus ini ada 3 orang anak dibawah umur yang diduga menjadi korban perdagangan dan pencabulan.

Kasatreskrim Polres Alor Wila Mira dalam penjelasannya mengatakan, Polisi baru mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari sejumlah pihak berkaitan dengan kasus ini.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat