Kasus Dugaan Korupsi Bawang Merah Malaka –  Tiga Tersangka Ditahan, ARAKSI Apresiasi Kapolda NTT dan Penyidik

0
356
Kasus Korupsi Bawang Merah Malaka -  Tiga Tersangka Ditahan, ARAKSI Apresiasi Kapolda NTT dan Penyidik
Ketua Araksi, Alfred Baun

TIMORDAILY.COM, KUPANG – Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) memberi apresiasi positif kepada Kapolda NTT dan para penyidik Polda NTT yang telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Malaka.

“Araksi mengapresiasi Kapolda NTT dengan semua penyidik yang sudah berusaha dan melaksanakan proses hukum terhadap kasus bawang merah di Malaka,” kata Ketua ARAKSI, Alfred Baun saat dihubungi TIMORDAILY.COM, Sabtu (7/3/2020).

Menurut Alfred, penetapan sembilan tersangka dan ditahannya tiga tersangka kasus ini merupakan sebuah langkah maju pihak kepolisian khususnya Kapolda NTT dalam upaya penanganan kasus korupsi di Kabupaten Malaka.

BACA JUGA : Paulina Ditahan Karena Telantarkan Anak, Kasat Reskrim Polres Belu: Dia Pikir Anak Kucing?

BACA JUGA : Proyek Maek Bako Kabupaten Belu – Pengadaan Tahun 2018, Ada Poktan Terima Bibit Rusak, Ada yang Belum Terima

BACA JUGA : Proyek Maek Bako Kabupaten Belu – 20 Poktan Disebut Ikut Menanam di Hutan Jati Nenuk Termasuk Poktan Pancing Mania

Mantan Anggota DPRD NTT ini juga meminta agar Penyidik Polda NTT tetap bekerja secara profesional dan adil terhadap para pihak yang telah jadi tersangka ataupun yang akan jadi tersangka.

“Karena yang diharapkan ARAKSI selama ini adalah Polda harus membuka nama-nama para tersangka dan sudah terungkap. Tiga tersangka yang sudah ditahan dan yang lain akan menyusul hari senin. Kita berharap hal yang sama dilakukan Polda NTT yaitu setelah itu mereka juga ditahan. Agar terjadi keadilan dalam suatu proses hukum,” pintanya.

Sebelumnya diiberitakan, Kasus dugaan korupsi pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Malaka mulai terungkap.

Penyidik tindak pidana korupsi Polda NTT telah menetapkan sembilan orang tersangka kasus tersebut dan tiga di antaranya langsung ditahan pada Jumat (6/3/2020).

Ketiganya ditahan usai menjalani pemeriksaan sekitar lima jam sejak Jumat pukul 08.00 WITA.

Tiga tersangka yang sudah ditahan antara lain, Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan Hortikultura, dan perkebunan Kabupaten Malaka Ir Yustinus Nahak selaku pengguna anggaran (PA) serta dua tersangka dari pihak swasta yakni Severinus Devrikandus Siribein dan Egidius Prima Mapamoda, ST (37).

BACA JUGA : ASN Selingkuh di Kabupaten Alor, 1 Dipecat, 2 Dalam Proses Pengajuan

BACA JUGA : Anaknya Meninggal Saat Diasuh Saudara Suaminya, Paulina Malah Jadi Tersangka dan Ditahan Polisi

BACA JUGA : TERBARU di Kabupaten Alor – Bocah Berusia 10 Tahun Dicabuli Ayah Tiri dan Siswi SMA Disetubuhi Pemuda

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT Kombes Pol Herry Tri Maryadi SH.,MH., kepada wartawan mengatakan ketiga tersangka akan ditahan selama 20 hari dan dititipkan di ruang tahanan Polres Kupang Kota.

Stefanus Matutina, SH  yang adalah kuasa hukum tersangka Yustinus Nahak kepada wartawan usai pemeriksaan tersangka di ruang Tindak Pidana Korupsi Mapolda NTT, Jumat (06/03/2020) mengatakan siapa saja yang menjadi tersangka kasus tersebut baru akan diketahui setelah pemeriksaan lanjutan.

”Siapa-siapa yang tersangka itu nanti sesudah rampung semua baru disampaikan karena hari ini baru periksa 2 orang tersangka, Kepala Dinas Pertanian dan kontraktornya, untuk beberapa tersangka yang lain akan diperiksa hari Senin (09/03/2020) sesudah pemeriksaan lanjutan baru publik tau persis siapa di antara nama nama yang tersangka,” ungkapnya.

Stefanus menjelaskan, dirinya bukanlah pengacara Pemda Malaka melainkan diminta oleh salah satu tersangka untuk didampingi.

“Tetapi saya diminta salah satu klien untuk mendampingi dan yang jelas bahwa Polda NTT sudah menetapkan tersangka tetapi ini baru melakukan pemeriksaan 2 orang,” jelasnya.

Sementara itu, Penyidik Tipidkor Polda NTT Aipda Noldy R.Ballo, kepada wartawan membenarkan bahwa sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 3 orang tersangka di antaranya Kepala Dinas Pertanian dan kontraktor Bawang Merah, dengan kerugian uang Negara Rp 4,9 M.

“Selain 3 orang tersangka, Senin (09/03/2020) masih ada pemeriksa lanjutan kepada 6 orang tersangka yang hari ini tidak sempat diperiksa,” tandasnya. (r-1/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply