Kasus Dugaan Korupsi Bawang Merah Malaka – ARAKSI Minta Polda NTT Periksa Bupati dan Ketua DPRD

0
928
Kasus Dugaan Korupsi Bawang Merah Malaka - ARAKSI Minta Polda NTT Periksa Bupati dan Ketua DPRD
Salah satu tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Bawang Merah Malaka saat menjalani pemeriksaan di Polda NTT

TIMORDAILY.COM, KUPANG – Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) meminta penyidik Polda NTT untuk melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS) dan Ketua DPRD Malaka, Adrianus Bria Seran (ABS).

Pemeriksaan dimaksud dikarenakan Araksi menduga, SBS dan ABS adalah aktor dan eksekutor di balik kasus dugaan korupsi benih bawang merah senilai Rp 10 miliar lebih dengan taksasi kerugian hampir Rp 5 miliar ini.

“Penyidik Polda NTT harus periksa Bupati Malaka dan Ketua DPRD Malaka. Karena dana Rp 10,8 miliar adalah program Pemda Malaka dalam hal ini bupati yakni Revolusi Pertanian Malaka. Dan ketika dia gagal, mestinya bupati harus turut bertanggungjawab karena ini bukan membangun fisik tapi program yang dibelanjakan. Anggaran ini  murni dibelanjakan sehingga tidak ada yang namanya salah perencanaan,” ungkap Ketua Araksi, Alfred Baun ketika dihubungi TIMORDAILY.COM, Sabtu (7/3/2020) malam.

BACA JUGA : Kasus Dugaan Korupsi Bawang Merah Malaka –  Tiga Tersangka Ditahan, ARAKSI Apresiasi Kapolda NTT dan Penyidik

BACA JUGA : Penyidik Polda NTT Tetapkan 9 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bawang Merah Malaka, Tiga Langsung Ditahan

BACA JUGA : Paulina Ditahan Karena Telantarkan Anak, Kasat Reskrim Polres Belu: Dia Pikir Anak Kucing?

Kasus Korupsi Bawang Merah Malaka -  Tiga Tersangka Ditahan, ARAKSI Apresiasi Kapolda NTT dan Penyidik
Ketua Araksi, Alfred Baun

Alfred meminta Penyidik Polda NTT harus mendalami kasus tersebut setelah penetapan tersangka. Dan pemeriksaan para tersangka, katanya, harus didalami untuk dapat mengungkap siapa aktor dibalik kasus bawang merah ini.

“Dan saya Araksi menduga, aktor dari pada kasus bawang merah adalah bupati dan Ketua DPRD. Dan karena itu kita berharap Polda NTT jika memiliki  bukti yang kuat maka bupati dengan Ketua DPRD Malaka harus ditetapkan sebagai tersangka juga dalam kasus ini. Mengapa? karena kerugian negara yang terungkap itu cukup besar, itu Rp 4,9 miliar angka yang sangat tidak masuk akal kalau diselewengkan oleh yang jadi tersangka saat ini. Itu ada skenario besar terhadap nilai yang besar ini. Saya sangat yakin bahwa ini ada aktor,” urainya.

“Dugaan araksi, Bupati dan Ketua DPRD menjadi eksekutor. Kita sudah dapat data bahwa banggar waktu itu ada notulen bahwa mereka menolak anggaran ini. Ada notulen anggaran Rp 10,8 miliar untuk bawang merah. Justru diduga dipaksakan dan itu eskekutornya ada di Ketua DPRD. Kalau bupati adalah kakak, ketua DPRD adalah adik, dugaan itu wajar,” tukasnya.

Mengenai 9 tersangka yang sudah ditetapkan dan tiga yang telah ditahan, Alfred meinta agar mereka jangan takut tapi harus harus berani mengungkap siapa saja yang ikut menikmati aliran uang itu.

“Kita berharap mereka tidak boleh takut. Mereka harus berani membuka suara untuk menjelaskan secara terbuka siapa yang menikmati uang itu.  Araksi berharap mereka membuka siapa aktor dalam kasus ini,” pungkasnya. (r-1/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

 

Leave a Reply