Kasus Baru Covid-19 di NTT Meningkat, Timor Leste Perpanjang Tutup Pintu Batas

0
71
Kasus Baru Covid-19 di NTT Meningkat, Timor Leste Perpanjang Tutup Pintu Batas
Bendera Timor Leste.

TIMORDAILY.COM, DILI-Kasus baru Covid-19 di Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat, Timor Leste perpanjang tutup pintu batas.

Hal ini tertuang dalam dekrit darurat yang disetujui Presiden serta mengikuti keputusan Dewan Menteri.

Dewan telah melayangkan permintaan ke Presiden Francisco Guterres untuk memperpanjang tindakan selama 30 hari.

Diketahui, masa pembatasan di Timor Leste akan berakhir pada Rabu (27/5/2020). Namun Covid-19 di Timor Barat terus meningkat, Republik Demokrasi Timor Leste (RDTL) memperpanjang masa darurat.

BACA JUGA : Update Covid-19 di NTT ODP Bertambah 20 Orang Jadi 130 Orang, Kabupaten Belu Sudah 10 Orang

BACA JUGA : Menelisik Kasus Positif Covid-19 di Timor Leste Total 23 Orang

BACA JUGA : Imigrasi Atambua Perbatasan RI-RDTL Terima 2 WNA Asal Timor Leste dari Gugus Tugas TTU

Dalam pernyataan resmi, Dewan mengatakan keputusan ini dipicu oleh situasi di Indonesia, khususnya Timor Barat yang mengkhawatirkan.

“(Situasi) juga mensyaratkan pemeliharaan penerapan beberapa tindakan luar biasa, meskipun dikurangi, untuk menghentikan pandemi, menghindari penularan kasus baru,” kata Dewan seperti dilasir Tatoli.tl, Senin (25/5/2020).

Sebelumnya, keadaan darurat awal diberlakukan pada tanggal 27 Maret dan diperpanjang lagi pada tanggal 27 April. Dewan mengatakan dekrit-dekrit tersebut telah “berkontribusi besar” pada kenyataan bahwa saat ini terdapat kasus aktif Covid-19 di Timor Leste.

Di bawah tindakan itu, pertemuan publik seperti misa agama dilarang, sekolah dan universitas ditutup dan orang asing dilarang memasuki negara itu.

Awal bulan ini, pembatasan transportasi umum dilonggarkan.

Menteri Urusan Parlemen, Fidelis Magalhães, mengatakan akan ada banyak fleksibilitas dalam pembatasan pergerakan di dalam negeri.

“Fokus utama adalah menjaga perbatasan tetap tertutup tidak hanya perbatasan darat, tetapi juga (orang-orang yang datang) melalui udara dan laut,” katanya, pada konferensi pers di Istana Pemerintah, Senin (25/5/2020).

Namun, ia menekankan bahwa Bandara Internasional Nicolau Lobato di Dili terus beroperasi, tetapi hanya untuk membawa barang-barang penting.

“Hal yang sama berlaku melalui laut, untuk memberi orang kesempatan untuk bergerak melalui laut untuk mengangkut makanan,” katanya.

Di Nusa Tenggara Timur, Indonesia, petugas telah mencatat 79 kasus Covid-19, sementara satu pasien telah meninggal. Enam pasien kini telah pulih, menurut Kementerian Kesehatan RI.

Timor-Leste tidak memiliki kasus baru setelah pasien terakhir dalam isolasi pulih 10 hari yang lalu.

BACA JUGA : Ingin Jenguk Nenek di TTU, Dua Warga Timor Leste Nekad Masuk Indonesia Tanpa Paspor

BACA JUGA : Pasien Positif Covid-19 Asal Timor Leste Sempat Bermalam di Hotel Timor Travel Atambua

BACA JUGA : Akibat Virus Corona, Angka Pengangguran di Amerika Pecah Rekor Tembus 14,7 Persen

Totalnya di Timor Leste masih terdapat 24 kasus dikonfirmasi sebagai diimpor dari luar negeri, dan belum ada penularan virus lokal.

Namun pandemi ini telah mengambil korban pada ekonomi lokal. Selain itu PDB diperkirakan akan turun hampir lima persen pada akhir tahun, karena pembatasan masalah pergerakan majemuk yang berasal dari kebuntuan anggaran.

Pemerintah telah merespons dengan menyiapkan dana Covid-19 untuk membiayai tanggapan Covid-19, dan menyediakan berbagai subsidi untuk orang-orang yang terkena dampak.

Virus corona baru, pertama kali dilaporkan Desember lalu di kota Wuhan di Cina, telah mempengaruhi hampir 5,4 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan kematian lebih dari 300.000 orang.(Tatoli/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat