Kasie Intel Kejari Kalabahi “Mengajar” di SMPN 2

0
101

TIMORDAILY.COM, ALOR– Kepala Seksi (Kasie) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalabahi, Tri M. BS dan tim mendatangi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kalabahi, Kabupator Alor, NTT pada Selasa (11/2/2020).

Di Sekolah ini Tri diberikan kesempatan “mengajar” atau melakukan penyuluhan hukum bagi para pelajar.
“Kami diberikan kesempatan 1,5 Jam mulai dari jam 09.00 witao sampai 10.30 wita untuk menyampaikan materi kepada siswa-siswi kelas 7 sampai 9 di SMPN 2 Kalabahi. Tatap muka ini merupakan bagian dari Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Kejaksaan Republik Indonesia,” ungkap Tri kepada Wartawan di Kalabahi, Selasa (11/2/2020).

Tri menjelaskan, di tahun 2020 ini sudah tiga sekolah yang dikunjungi. Dua sekolah sebelumnya, yakni MAN Kalabahi dan SMA Kristen I Kalabahi. Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, yakni Undang-Undang (UU) nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan RI, UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE), dan UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

BACA JUGA : Warga Berang dituduh Mencuri Maek Bako Milik Pemerintah di Hutan Jati Nenuk, Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL

BACA JUGA : PLT Sekda Belu Benarkan Bahwa Warga Mengambil Maek Bako Milik Pemerintah

BACA JUGA : Wakil Bupati Belu Sanggupi Permintaan Gubernur VBL Akan Tanam 500 Hektar Kelor

BACA JUGA : Victor Laiskodat : Fulan Fehan Itu Menarik Tapi Masalahnya Tidak Ada WC

Menurut Tri, sosialisasi UU ini penting kepada para siswa sekolah, khususnya UU ITE dan perlindungan anak karena masalah media sosial dan kekerasan terhadap anak rawan dan marak terjadi saat ini.

“Penggunaan medsos yang tidak sesuai aturan banyak terjadi. Demikian pula kekerasan terhadap anak, seperti persetubuhan dan pencabulan cukup tinggi jumlahnya,” tandas Tri yang baru bertugas di Alor.e

Dijelaskan bahwa, kegiatan ini dalam rangka pembekalan terhadap generasi muda yang memiliki peran strategis untuk menjaga eksistensi bangsa dan negara a9gar generasi muda sedini mungkin memahami tentang hukum dan tidak melakukan hal-hal atau kegiatan yang melanggar hukum. Hal ini sesuai dengan semboyan Kejaksaan, yakni Kenali Hukum, Jauhkan Hukuman.

“Kami merasa gembira dalam JMS ini. Siswa-siswi yang jumlahnya 90 orang tersebut antusias mengikuti kegiatan ini. Kita akan sambangi lagi sekolah yang lain. Demikian juga elemen masyarakat yang lain, tentu materinya akan disesuaikan segmen yang ada,” ujar Tri. (osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Leave a Reply