Kasat Pol PP Belu Bantah Tak Pernah Menyuruh Pedagang Berjualan di Tengah Jalan

0
72
Cegah Covid-19, Pedagang di Atambua Jualan di Tengah Jalan.
Para pedagang di Pasar Baru Atambua sedang berjualan di tengah jalan, Sabtu (16/5/2020).Foto: Nandito Fatin/TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA-Satuan Polisi Pamong Praja tidak pernah menyuruh pedagang di Pasar Baru Atambua berjualan di tengah jalan.

Pol PP hanya menyediakan tempat dan tidak pernah menyuruh rakyat berjualan di sepanjang jalan dari arah Toko Timor Angkasa menuju Pos Polisi.

Hal ini yang disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belu,  Aloysius Mikhael Fahik saat dihubungi TimorDaily.com via WhatsApp, Minggu (18/5/2020).

Menurut Aloysius, penyediaan tempat tersebut sebagai upaya untuk menjaga jarak demi mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Belu.

BACA JUGA : Tengkulak Beroperasi, Harga Komoditi Petani di Pasar Baiona Flores Timur Mencekik

BACA JUGA : TPDI Bakal Lapor Kapolri Jika Ada Upaya Menutupi Perjudian yang Berbuntut Penganiayaan oleh Kades dan ASN Polres Belu

BACA JUGA : NTT Zona Merah Covid-19, ASN Kembali Berkantor pada 18 Mei 2020

“Kami lakukan ini sebagai salah satu upaya jaga jarak badan. Bukan berjualan di tengah jalan supaya tidak kena virus, dan kami tidak perintahkan mereka tapi kami siapkan saja tempatnya,” tulis Aloysius kepada TimorDaily.com kepada TimorDaily.com, Minggu (18/5/2020).

Dikatakan Aloysius, pihaknya mempersilakan bagi para pedagang untuk menempati lapak penjualan, baik lapak yang disediakan pemerintah atau di tengah jalan. Namun, ungkap dia pihaknya masih melakukan evaluasi terkait hal ini.

“Mau berjualan di jalan silakan, kalau ada yang mau berjualan di dalam pun tidak apa-apa. Kami tidak paksa mereka, soal kapan berakhirnya, hari Sabtu kami evaluasi upaya ini, bisa dilanjutkan atau tidak tergantung evaluasi nanti,” tandasnya.

Sesuai hasil pantauan TimorDaily.com, Minggu (18/5/2020) pukul 11.30 Wita, terlihat banyak pedagang yang menjajakkan hasil jualan di bahu jalan Pasar Baru Atambua.

Jalan dari arah Toko Timor Angkasa menuju Pos Polisi tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Terpantau pula terdapat upaya pembatasasan jarak bagi para pedagang guna mencegah penyebaran Covid-19. Hal ini terlihat dibuatkan kotak dari cet di aspal untuk menjaga jarak antara pedagang satu dan lainnya.

Ditemukan juga banyak pedagang di sekitar lokasi tersebut belum menggunakan masker sesuai arahan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan.

Diberitakan sebelumnya, cegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL, pedagang di Pasar Baru Atambua berjualan di tengah jalan, Sabtu (16/5/2020).

Kamilus Luan, seorang pedagang sayur yang ditemui TimorDaily.com, Sabtu (16/5/2020) mengatakan, para pedagang ini diperintah oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk buka lapak jualan di tengah jalan untuk mencegah Covid-19.

Menurutnya, sesuai arahan Pol PP virus corona sangat berbahaya dan untuk mencegah pandemi ini pihaknya diperintah untuk berjualan di bawah terik mentari.

Cegah Covid-19, Pedagang di Atambua Jualan di Tengah Jalan.
Para pedagang di Pasar Baru Atambua sedang berjualan di tengah jalan, Sabtu (16/5/2020).Foto: Nandito Fatin/TIMORDAILY.COM

“Jadi kaka liat sendiri, kami semua buka kami pun dagangan di jalanan begini,” ungkap Kamilus sembari mengatur lapak jualannya.

BACA JUGA : Pemkab Belu Raih Peringkat Satu MCP dari KPK, Kepala Inspektorat Ungkap Strateginya

BACA JUGA : Diduga Lempar Rumah Mantan Istri, Ketua DPRD Belu Dipolisikan

BACA JUGA : Dugaan Pembocoran Data Nasabah BRI dan BNI Cabang Atambua,Tim Kuasa Hukum Lapor ke OJK dan Bank Indonesia

Kamilus menandaskan, di ruang terbuka seperti ini dapat memudahkan para pembeli. Namun,  ungkap dia resikonya para penjual di saat siang hari.

“Ini juga baik sehingga yang mau datang beli lebih gampang  kaka. Tapi nanti siang pasti panas mati karena jualan di jalan begini,” pungkasnya.

Pantauan TimorDaily.com, Sabtu (16/5/202) pukul 08.00 Wita, situasi di Pasar Baru Atambya tidak seperti biasanya.

Lapak jualan yang disediakan pemerintah kosong, para pedagang berjualan di tengah jalan.

Terlihat, jalur menuju pos polisi dari arah Toko Timor Angkasa ditutup bagi pelintas. Pasalnya,  jalan tersebut digunakan para pejalan untuk menjajakan barang jualan.

Hingga berita diturunkan, TimorDaily.com masih dalam proses konfirmasi dengan Kepala Pol PP Kabupaten Belu.(Ito/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat