Kapolres Malaka dan Dandim Belu Dinilai Langgar Maklumat Kapolri Tentang Covid-19

0
131
Kapolres Malaka dan Dandim Belu Dinilai Langgar Maklumat Kapolri Tentang Covid-19
Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno dan Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho bersama Sekda Malaka, Donatus Bere, S.H, beberapa pimpinan SKPD, mengawal Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) dalam safari kunjungan kerja ke Kecamatan Botin Leobele, Selasa (28/4/2020).

TIMORDAILY.COM, MALAKA – Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno bersama Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho dinilai telah melakukan pelanggaran terhadap maklumat Kapolri nomor: Mak/2/III/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan Virus Corona Covid-19.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Polri mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berkumpul, mengumpulkan orang banyak.

Sementara Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno dan Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho bersama Sekda Malaka, Donatus Bere, S.H, beberapa pimpinan SKPD, mengawal Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) dalam safari kunjungan kerja ke Kecamatan Botin Leobele, Selasa (28/4/2020). Terlihat mengumpulkan ratusan masyarakat di Looneke, Desa Babotin Selatan.

BACA JUGA : Kematian Babi Capai 5.576 Ekor di Kabupaten Belu, Ada1.690 KK Terkena Dampak

BACA JUGA : Polres Belu Bantah Tak Ada Laporan dari Connie Amelia Tesalonika

BACA JUGA : Didatangi Anggota DPRD Belu, Petugas Posko Covid19 Motamaro; Bapak Kami Dari Pagi Tidak Ada Air Untuk Minum

Kapolres Malaka dan Dandim Belu Dinilai Langgar Maklumat Kapolri Tentang Covid-19
Terlihat ratusan masyarakat di Looneke, Desa Babotin Selatan dalam kunjungan Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) ke Kecamatan Botin Leobele, Selasa (28/4/2020). Dalam kunjungan ini, turut mendampingi, Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno dan Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho bersama Sekda Malaka, Donatus Bere, S.H, beberapa pimpinan SKPD.

Salah satu Tokoh Pemuda Malaka, Wilfridus Son Lau, M.H mengaku sangat prihatin terkait kunjungan bupati yang mengumpulkan ratusan warga masyarakat Botin Leobele, seperti beberapa foto yang tersebar di media sosial dan media online.

Menurut Advokat Peradi Malaka ini, Instruksi Presiden Joko Widodo agar tidak melaksanakan kegiatan atau pertemuan yang mengumpulkan banyak orang demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sudah sangat tegas dan jelas.

Selanjutnya, kata Son Lau, Kapolri Kapolri Jenderal Idham Azis sudah mengeluarkan Maklumat yang prinsipnya meminta agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang atau massa dalam jumlah besar baik di tempat umum maupun lingkungan sendiri.

Himbauan Gubernur NTT, lanjutnya, juga sudah tegas dan Jelas bahkan Bupati Malaka sendiri telah mengeluarkan himbauan Nomor : Pemda.100/48/IV/2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Malaka, malah tidak dipatuhi dan melakukan kunjungan kerja yang mengumpulkan ratusan masyarakat.

“Ini menunjukkan Bupati Malaka, Kapolres Malaka, Dandim 1605 tidak mematuhi Instruksi Presiden dan Maklumat Kapolri untuk tidak mengumpulkan banyak orang dalam situasi Pandemi Covid-19. Bupati Malaka, Kapolres Malaka, Dandim 1605 malah menunjukan sikap yang tidak elok bahkan mengangkangi Instruksi Presiden dan Maklumat Kapolri Nomor : Mak/2/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19)” tegasnya.

Dengan maklumat itu, kata Son Lau, Bupati Malaka, Polri dan TNI seharusnya menghimbau kepada masyarakat menerapkan physical distancing secara disiplin. Akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya Kapolres Malaka yang turut hadir bersama Bupati Malaka (SBS) membiarkan banyak masyarakat berkumpul.

Untuk mengawasi pelaksanaan hal tersebut, kata Wilfridus, sesuai maklumat Kapolri, Polri sudah diperintahkan untuk melakukan penindakan jika ada masyarakat yang mengabaikan imbauan jaga jarak. Polres Malaka setiap hari melakukan patroli dan tidak segan-segan membubarkan apabila melihat masyarakat berkumpul dalam jumlah yang banyak.

Hal itu dilakukan sebagai upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagaimana asas Salus Populi Suprema Lex Esto.

“Ini sudah diterapkan untuk masyarakat, mengapa mereka mengumpulkan banyak orang? Apakah larangan itu berlaku hanya untuk masyarakat kecil? Masyarakat sudah patuh terhadap imbauan pemerintah dan Maklumat Kapolri itu dengan cara menjaga jarak karena upaya tersebut sangat penting dalam memutus penyebaran Covid – 19. Kita sangat paham dan mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kita dukung penuh upaya Pemerintah sehingga Covid-19 tidak menyebar kemana-mana. Kita ingin Keselamatan publik itu terwujud,” ujar Son Lau.

Terkait Kegiatan di Botin Leobele, menurut Son Lau, Bupati Malaka, Kapolres Malaka, Dandim 1605 Belu harus ditindak tegas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena telah melakukan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak. Pasal 212, 216, dan 218 KUHP sudah jelas mengaturnya. Tegakkan Asas equality before the law.

Son Lau juga meminta kepada semua masyarakat Malaka tetap patuh pada himbauan Pemerintah dan Maklumat Kapolri untuk tetap menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan sebagai upaya kolektif mencegah penyebaran covid-19 ini di wilayah Kabupaten Malaka. (TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Penulis : Seldy Berek

Editor : Gusti Arakat