Kadis PUPR Belu Minta PDAM Hentikan Pengrusakan Trotoar Pada Ruas Jalan Dalam Kota Atambua

0
127
Kadis PUPR Belu Minta PDAM Hentikan Pengrusakan Trotoar Pada Ruas Jalan Dalam Kota Atambua
Trotoar dalam Kota Atambua yang digali untuk menanam pipa air. Foto by Nandito Fatin/TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu, Vincent K. Laka telah meminta pihak PDAM Belu untuk menghentikan penggalian trotoar di ruas jalan dalam Kota Atambua.

Permintaan ini menyusul pengalian untuk menanam pipa air dan terlihat merusak trotoar yang baru selesai dikerjakan.

“Pengerjaan trotoar yang sudah kita kerjakan dan mempermudah para pejalan kaki, ini kembali di rusaakan ( bongkar ) oleh PDAM Belu untuk pemasangan pipa di sepanjang jalan depan BRI Induk dan lainnya, tapi kita sudah suruh untuk hentikan bongkar – bangkir trotoar untuk pasang pipa, ” ujat Vincent k. Laka saat ditemui TimorDaily.com di ruangan kerjanya, Selasa (4/2/2020) siang.

BACA JUGA : Festival Dugong di Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur Kembali Digelar Bulan Depan

BACA JUGA : Pena Batas Kecam Kekerasan Pejabat ASN Malaka Terhadap Wartawan RRI

BACA JUGA : Pilkada Belu 2020 – Butuh 13.400 Dukungan Untuk Calon Bupati dan Wakil Bupati Jalur Independen

Kadis PUPR Belu Minta PDAM Hentikan Pengrusakan Trotoar Pada Ruas Jalan Dalam Kota Atambua
Kondisi Trotoar yang dirusak untuk penanaman pipa air, Rabu (5/2/2020). Foto by Nandito Fatin/TIMORDAILY.COM

Vincent menegaskan, pihaknya sudah menginstruksikan untuk segala macam proses pengerjaan yang dilakukan oleh PDAM Belu yang berhubungan dengan pembongkaran trotoar di sepanjang jalan depan Bri induk agardi hentikan sementara.

“Itu saya sudah suruh mereka (PDAM, red) untuk berhenti kasih rusak trotoar yang sudah kita buat baik itu untuk pakai tanam pipa,” tegasnya.

Menurutnya, sebenarnya sudah ada koordinasi dengan PDAM bahwajika ada penggalian untuk pemasangan pipa, jangan sampai merusak trotoar.

“Tapi di ujung sebelahnya yang tidak berdampak pada rusaknya jalan dan trotoar, eh dong tidak mau dengar lagi. Akhirnya kita suruh berhenti. Jadi, nanti kita akan sama – sama dengan PDAM dan pengelola untuk diskusikan soal ini . Sehingga ada solusi bersama yang baik,” ungkapnya.

Vincent sangat menyayangkan hal ini dan berharap agar ke depan hal seperti ini tidak terjadi lagi, terutama bagi PDAM, Telkom dan PLN yang sering sekali merusak sarana publik yang sudah diperbaiki untuk kepentingan instalasi pipa dan kabel.
(ito/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Laporan Wartawan : Oktofianus Fatin.

Editor : Gusti Arakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here