Kades Terpilih Tak Dilantik, Warga Rafae Geruduk Kantor Bupati Belu

0
375
Warga Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu saat tiba di Kantor Bupati, Senin (13/1/2019). Foto: Marselino Kardoso/TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA-Sejumlah masyarakat Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) geruduk Kantor Bupati Belu, Senin (13/1/2020).

Kedatangan masyarakat Rafae bertujuan untuk menanyakan kades terpilih yang tidak dilantik usai Pilkades serentak 2019 di Kabupaten Belu.

Vinsen Nahak salah satu warga Desa Rafae yang ditemui Timor Daily di Kantor Bupati Belu mengatakan, pihaknya ingin mendengarkan alasan mengapa kades terpilih Desa Rafae tidak dilantik.

Baca juga : FORKOMA PMKRI Belu Gelar Natal dan Tahun Baru Bersama

Baca juga : Anton Suri : Soal Penjabat Sekda Belu Kewenangan di Gubernur NTT

Baca juga : 51 Perangkat Desa Silawan Dihentikan Sepihak Oleh Kades Mengadu ke DPRD Belu

“Kami datang untuk mau tanya ke Bapak Bupati, kenapa Kepala Desa kami tidak dilantik tapi lantik penjabat desa,” ujar Vincen.

Kades Terpilih Tak Dilantik, Warga Rafae Geruduk Kantor Bupati Belu
Wakil Bupati Belu sedang memberikan penjelasan untuk masyarakat Desa Rafae, Senin (13/1/2020). Foto: Marselino Kardoso/TIMORDAILY.COM

Menurutnya, Pilkades Rafae telah usai, dan panitia telah menetapkan hasil pemilihan kepala desa. Lanjutnya, sehingga para masyarakat hadir untuk mengetahui alasan yang jelas.

Senada disampaikan Aloisius Seran, warga Rafae yang juga hadir di Kantor Bupati Belu. Aloisius mengatakan, seluruh rangkaian Pilkades telah selesai. Namun, Bupati tidak melantik kades terpilih dan melantik penjabat.

Saat ini, lanjut Seran, masyarakat merasa heran dengan tindakan Bupati Belu. Pasalnya, Kepala Desa Rafae sudah ada, berdasarkan hasil pleno panitia.

Baca juga : Kades Terpilih Tidak Dilantik, Puluhan Warga Rafae Kecamatan Raimanuk Datangi Kantor Dinas PMD Belu

Baca juga : Pemkab Alor Operasikan Dua Kapal Baru Layani Warga Pantai Selatan

Baca juga : Bawaslu Belu Loloskan Aktivis Parpol Jadi Anggota Panswascam, Ini yang Terjadi Setelah Ketahuan

“Kami heran kenapa masih lantik penjabat, sedangkan kami sudah ada kepala desa hasil pleno pemilihan kepala desa oleh panitia, karena itu kami datang mau minta kejelasan di Bupati,” tuturnya.

Sedangkan, Wakil Bupati Belu JT Ose Luan saat menerima warga Rafae mengatakan, untuk Desa Rafae ada permasalahan, sehingga kepala desanya tidak bisa dilantik. “Masa kita mau lantik Kepala Desa yang bermasalah,” ujar Ose Luan.

Baca juga : Kerja Bakti Wujudkan Kebersihan di Lingkungan Makodim 1605/Belu Perbatasan RI-RDTL

Lanjut Ose Luan, Pilkades Rafae telah bermasalah sejak perhitungan. “Permasalahan langsung dari hitung memang, kacau dari bawah, ada yang suruh hentikan lagi, ai ada banyak,” sebut Ose Luan.

Selain itu mantan Sekda Belu ini menjelaskan, persoalan di Desa Rafae tidak terlepas dari keberatan yang diajukan oleh salah satu calon.

Baca juga : Jaksa Sebut Belum Ada Laporan Inspektorat – Iwan : Hasil Audit Sudah Serahkan ke Kejari Belu

“Ada keberatan dari calon lain dan keberatan itu benar, kan ada pasalnya, jadi kita jangan paksakan sesuatu yang tidak berjalan sesuai aturan,” ujarnnya.

Selain itu, jelas Wabup Belu, panitia Pilkades termasuk saksi memutuskan yang tidak sesuai. Ini sebagai alasan, Bupati tidak melegalisir hal tersebut.

Baca juga : Perangi Sampah Plastik, ASN Belu Kerja Bakti di Teluk Gurita

“Panitia membuat kesalahan, termasuk saksi 5 orang itu. Mereka sama-sama memutuskan yang salah, apa yang mereka putuskan itu salah. Masa Bupati harus melegalisir apa yang salah,” pungkas Wabup Belu.

Untuk itu, lanjut Ose Luan, terkait Desa Rafae, saat ini dirinya dan Bupati Belu masih menunjuk penjabat untuk menjalankan roda pemerintahan di Desa Rafae.

Dan untuk proses selanjutnya terkait permasalahan di Desa Rafae ia mengatakan akan memanggil Camat, panitia, saksi dan para calon Kepala Desa untuk berembuk bersama mencari jalan keluarnya.(ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat