Jantung Kota Yogyakarta Tempat Nongkrong Favorit Para Mahasiswa

0
65
Para pengunjung di titik nol kilometer Yogyakarta, Sabtu (8/2/2020) malam. Foto : Gusti Arakat/TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, YOGYAKARTA-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selain dikenal dengan nama Kota Gudeg, juga sebagai salah satu kota pelajar di Indonesia.

Di kota ini, terdapat pula gedung-gedung bersejarah seperti: Benteng Vredeburg yang dibangun oleh Belanda, Monumen 1 Maret 1949 dan Istana Presiden atau sering disebut Gedung Agung.

Tempat bersejarah ini sekarang dikenal dengan Jantung Kota Gudeg alias Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

BACA JUGA :  Pantai Parangtritis, Mengintip Senja di Selatan Kota Yogyakarta

BACA JUGA : Lagu Kuan Kefa Berkumandang di Lampu Merah Gejayan Kota Yogyakarta

BACA JUGA : 10 Tempat Wisata Paling Hits di Jogja Sepanjang Tahun 2019

Di malam hari, daerah sekitar Benteng Serangan Umum 1 Maret 1949, Istana Presiden dan depan Benteng Vredeburg menjadi tempat nongkrong bagi para pengunjung untuk bereuforia bersama.

Sekelompok pelajar di Kota Gudeg yaang sedang nongkrong di depan Gedung Agung (Istana Negara), Sabtu (8/2/2020) malam. Foto : Gusti Arakat/TIMORDAILY.COM

Melkianus Meko yang sedang bersama kawan-kawan bersantai di depan Gedung Sultan Agung kepada Timor Daily mengatakan, daerah nol kilometer Yogyakarta sebagai tempat nongkrong favorit. Pasalnya, di tempat tersebut terdapat banyak gedung-gedung bersejarah seperti di depan ini, Istana Presiden.

“Tempat strategis, juga banyak gedung-gedung bersejarah di sini. Benteng Vredeburg, Istana Presiden, Monumen Serang Umum 1 Maret 1949,” jelas Melki yang disambut tawa teman-teman.

BACA JUGA :  Menilik Usaha Lesehan Atambua di Kota Gudeg Yogyakarta

BACA JUGA :  Pemuda Asal Belu Perbatasan RI-RDTL Produksi Pomade di Kota Yogyakarta, Begini Penghasilannya

BACA JUGA : Toilet di Tamansari Yogyakata, Bayar Nontunai dan Buka Pintu Pakai PIN

Menurutnya, nol kilometer sebagai pilihan utama sebab di sini menjadi tempat yang tepat untuk melepaskan penat.

“Ini juga tempat wisata dan asyik kalau santai bersama teman-teman,” tukas Melki.

Untuk diketahui, titik nol kilometer, di siang dan malam menjadi tempat pilihan utama bagi para wisatawan yang berkunjung di Kota Gudeg.

Saat malam hari, para pengunjung selain mengabadikan momen dengan berfoto, juga menyanyikan lagu favorit.

Di lokasi tersebut, terdapat pula pasar yang dibuka siang hari, menjual pernak-pernik Jogja serta cinderamata bagi para wisatawan.(gus/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply