Janjikan Uang Jajan, Petani di Kabupaten Alor Setubuhi Siswi SMP Hingga Hamil

0
135
Janjikan Uang Jajan, Petani di Kabupaten Alor Setubuhi Siswi SMP Hingga Hamil
Kasat Reskrim Polres Alor, IPTU. Yohanis Wila Mira, S.Sos

TIMORDAILY.COM, ALOR – Kasus pencabulan terhadap anak di Kabupaten Alor kembali dilaporkan di Unit PPA Reskrim Polres Alor.

Kasus kali ini terjadi di sebuah kampung di Kecamatan Pantar Barat Laut (PBL), Kabupaten Alor, Provinsi NTT.

Seorang anak gadis yang berstatus pelajar berusia 15 tahun ini hamil setelah beberapa kali disetubuhi oleh seorang petani di desa itu, YP (45).

Kapolres Alor, AKBP. Darmawan Marpaung, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Alor, IPTU. Yohanis Wila Mira, S.Sos kepada wartawan di kantornya, Kamis (16/1/2020) menjelaskan, kasus persetubuhan oleh pelaku YP terhadap anak gadis di wilayah tersebut terjadi sejak bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Agustus 2019.

BACA JUGA : BPJS Serahkan 1.544 kartu KIS Jamkesda Bagi Warga Belu Perbatasan RI-RDTL

BACA JUGA : Siswa SMA Bacok Sopir di Alor, Polisi Sweeping Senjata dan Anak Panah

BACA JUGA : Camat Lamaknen Roni Mau Luma Dorong Pembuatan Perdes Tentang Pemeliharaan Ternak

Pelaku YP, lajut Mira, menyetubuhi anak gadis tersebut sebanyak 9 kali.

Perbuatan bejat ini, tandas Wila Mira, mengakibatkan anak tersebut hamil. Usia kehamilan anak itu sudah sekitar empat bulan atau mau lima bulan.

Menurut Wila Mira, kasus ini dilaporkan oleh mama kecil dari anak gadis ini. Sementara mama kandung dari anak ini diinformasikan mengalami gangguan mental, demikian juga anak gadis ini diinformasikan mengalami gangguan mental sejak kecil.

Kronologis kasus ini, Wila Mira singkat menjelaskan, tempat kejadian perkara (tkp) persetubuhan ini sebanyak 9 kali secara berkelanjutan dari bulan Juni hingga Agustus 2019 dilakukan YP di kebun milik seorang warga di desa itu, kemudian di lokasi sebuah sekolah, sebanyak empat kali, dan di kebun lainnya sebanyak 4 kali.

“Jadi modusnya, pelaku sering bertemu dengan anak gadis ini di Kampung Mobobaa. Pelaku kemudian menjanjikan untuk memberikan uang. Anak gadis ini tergiur dengan janji uang untuk membeli jajan, dan pelaku merayu anak gadis ini untuk bersetubuh,” Wila Mira menjelaskan.

Wila Mira melanjutkan, kehamilan anak gadis ini dicurigai oleh mama kecilnya, sehingga anak gadis ini ditanyai dan ia menceriterakan semua yang terjadi. Mama kecilnya setelah mendapat informasi ini langsung mengambil tindakan dengan melapor ke polisi.

“Kami sudah tetapkan tersangka dan menahan pelaku. Pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat 2 jo pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak, jo pasal 65 ayat 1 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun dan maximal 15 tahun penjara,”tegas Wila Mira, sambil menambahkan kasus ini merupakan kasus pertama kekerasan terhadap anak yang ditangani Polres Alor di tahun 2020 ini. (osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply