ITAKANRAI Kupang Desak Polda NTT Periksa Anggota Banggar 2018 dan Bupati Malaka

0
140
Masa aksi ITAKANRAI Kupang saat berada di depan Kantor Polda NTT, Senin (16/3/2020). Foto : Jho/TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, KUPANG-Ikatan Mahasiswa Konokar Liurai Malaka (ITAKANRAI) Kupang, gelar aksi demonstrasi di depan Kantor Polda NTT, Senin (16/3/2020).

Pantauan media ini, masa aksi tiba di depan kantor Polda NTT sekitar pukul 13.00 Wita. Dengan orasi secara bergantian, ITAKANRAI Kupang mendesak Polda NTT melalui Tipikor Polda NTT untuk mengusut tuntas skandal korupsi bawang merah di Kabupaten Malaka.

Koordinator lapangan Yanuarius Bere dalam orasinya menegaskan, Polda NTT segera menelusuri Anggota Banggar 2018 juga Bupati Malaka sebagai kuasa anggaran. Ia meminta Polda NTT bekerja dengan profesional dalam menangani kasus bawang merah.

Dikatakannya, 9 orang tersangka yang kemudian ditahan 8 orang dengan pengakuan menerima fee proyek berjumlah 1 miliar. Lanjut dia, 3,9 miliar sisanya perlu ditelusuri oleh pihak Tipikor Polda NTT.

Senada ditegaskan Koordinator Umum Chrisantus Nana meminta Kapolda NTT segera memeriksa Ketua DPRD Kabupaten Malaka sebagai Anggota Banggar dan Bupati Malaka sebagai kuasa anggaran.

BACA JUGA : Kecelakaan Mobil di Maemina Nyaris Menelan Korban, Masyarakat Kesal Terhadap Kinerja Desa

BACA JUGA : Viral Pegawai Imigrasi Atambua Diduga Terpapar Corona, Ini Klarifikasi Resmi

BACA JUGA : Pasien Positif Corona Bertambah, Total Jadi 117 Kasus di Indonesia

Masa aksi ITAKANRAI Kupang dalam perjalanan menuju Polda NTT dengan membawa banner dengan tulisan Periksa Bupati Malaka, Senin (16/3/2020). Foto : Jho/TIMORDAILY.COM

Setelah orasi beberapa jam di depan gerbang Polda NTT, masa aksi diterima salah satu Anggota Ps.Kasternium SPKT Y.K Duran dengan menyampaikan permohonan maaf karena Pimpinan Kapolda NTT, Wakapolda, Kabid Humas dan Pimpinan Diskrimsus sedang berada di Jakarta dalam proses mendalami oknum yang terlibat skandal korupsi bawan merah.

Dia berjanji, tuntutan dan pernyataan sikap dari ITAKANRAI Kupang akan disampaikan kepada pimpinan usai pulang dari Jakarta.

“Pernyataan sikap dan tuntutan ini, akan di sampaikan sesudah pimpinan Kapolda pulang dari jakarta dan harapannya kasus ini tetap dikawal oleh mahasiswa dengan masa lebih banyak,” ungkapnya.

Pihak kepolisian juga meminta partisipasi mahasiswa hingga terungkapnya aktor yang sebenarnya.

Terpisah, Rm. Yudel Neno Pr, Pastor Paroki Santa Maria Fatima Betun yang juga senior ITAKANRAI ketika dikonfirmasi awak media via telefon mengatakan, dirinya mendukung langkah positif yang dilakukan oleh para mahasiswa yang peduli terhadap moralitas publik dan keadilaan masyarakat.

Selain itu, Mantan Ketua Senat Fakultas Unwira Kupang itu mengapresiasi kepada para maahsiswa yang telah dengan tulus melakukan aksi.

“Karena sikap seperti itu membahasakan secara terlihat bagaimana peran mahasiswa dan organisasi-organisasi kemahasiswaan yang turut mengambil andil untuk memberantas segala macam praktek ketidakadilan yang terjadi di Bumi Malaka,” tandasnya.

BACA JUGA : Anak Pengusaha Timor Permai Atambua Aniaya Kakek yang Diduga Menderita Gangguan Jiwa

BACA JUGA : Pimpin IKABE Malang, Edel Soro Tekad Jaga Keharmonisan Antar Organisasi

BACA JUGA : Kunjungi Belu Perbatasan RI-RDTL, Kasum TNI : Selain Tugas Pokok Lakukan Tugas Mulia Berdayakan Warga

Usai menyampaikan orasi, masa aksi membacakan tuntutan untuk segera ditindak lanjuti oleh Kapolda NTT.

Berikut tuntutan ITAKANRAI Kupang :

  1. Mendukung penyidik Tipikor Polda NTT atas progres dalam penetapan 9 tersangka kasus bawang merah.
  2. Meminta pihak penyidik Tipikor Polda NTT untuk senantiasa menjunjung tinggi kode etik Polri dalam melakukan upaya penyidikan dan penyidik dalam mengumpulkan sejumlah petunjuk hukum serta barang bukti sampai tahap P21 atas kasus korupsi bawang merah Malaka.
  3. Mendesak Polda NTT untk segera melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Malaka sebagai kuasa penuh atas proyek RPM.
  4. Mendesak Polda NTT untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Anggota DPRD yang terlibat dalam Banggar 2018.

Selain itu, masa aksi berjanji akan menduduki Polda NTT, jika tuntutan di atas tidak diindahkan.(jho/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply