Ini Besaran Biaya Rapid Test di RSUD Atambua

0
69
Beredar Informasi 2 Pasien Positif Corona di RSUD Atambua, Ini Kata Direktur Rumah Sakit
Direktur RSUD Atambua dr Batsheba Elena Corputy.

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA-Rapid Test adalah tes diagnostik medis yang cepat dan mudah dilakukan. Rapid Test sendiri khusus di Rumah Sakit Atambua sudah bisa dilakukan oleh masyarakat kabupaten Belu.

Namun untuk melakukan rapid test masyarakat harus menyiapkan uang sebesar Rp 225 ribu.

Dengan rinciannya, Rp 75 ribu untuk mendapatkan surat keterangan sehat dan Rp150 ribu untuk alat rapid tes.

BACA JUGA : LIPI Temukan Alat Tes Corona Paling Efektif dari Rapid Test

BACA JUGA : Resmi, Kemenkes Tetapkan Tarif Rapid Test Covid-19 Rp 150 Ribu

BACA JUGA : Seorang Ibu Hamil Reaktif Rapid Test, Bupati TTU : Tunggu Hasil Swab

Demikian disampaikan Direktur RSUD Atambua, dr. Batsheba Elena Corputty, MARS saat dihubungi Rabu (22/07/2020).

Menurutnya, besaran biaya di RSUD Atambua sesuai surat edaran kementerian terkait harga tertinggi rapid test.

“Surat edaran kan sudah keluar harga tertinggi rapid berapa, jadi kita sesuaikan dengan surat edaran,” ucap Elena.

Dikatakan dr. Elena, pengadaan alat rapid test di RSUD Atambua menggunakan dana Covid.

Dia menambahkan, alat rapid test tersebut lebih mahal dari biaya tes.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI resmi menetapkan biaya rapit test Covid-19 Rp 150 ribu.

Penetapan biaya rapid test ini tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/I/2875/2020 mengenai batasan tarif tertinggi pemeriksaan rapid test antibodi.

Seperti dilansir Indopolitika.com, Ditjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi. Berdasarkan SE Nomor HK.02.02/I/2875/2020 itu, tarif tertinggi rapid test sebesar Rp150.000.

“Batasan tarif tertinggi sebagaimana dimaksud pada angka 1 berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriktaan rapid test antibodi atas permintaan sendiri,” begitu salah satu poin SE yang ditandangani Dirjen Pelayanan Kesehatan pada Kemenkes, Bambang Wibowo tertanggal 6 Juli 2020.

BACA JUGA : Pasien Corona Melonjak Tinggi, Indonesia Akan Produksi Vaksin Pertengahan 2021

BACA JUGA : Kampanye Politik di Zona Hijau Covid-19 Maksimal 200 Orang

BACA JUGA : Golkar dan Gerindra Bahas Koalisi Pilkada 2020

Dijelaskannya bahwa surat ini merupakan bentuk nyata dari peran serta pemerintah dalam masalah tarif pemeriksaan Rapid Test Antibodi agar masyarakat yang tes secara mandiri tidak merasa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan.

“Surat edaran ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian bagi masyarakat dan pemberi layanan pemeriksaan Rapid Test Antibodi agar tarif yang ada dapat memberikan jaminan bagi masyarakat agar mudah untuk mendapatkan layanan pemeriksaan Rapid Test Antibodi,” tekannya.

Di bagian akhir di surat edaran itu, Kemenkes meminta kepada semua fasilitas pelayanan kesehatan atau pihak yang memberikan pelayanan pemeriksaan rapid test antibodi, agar mengikuti batasan tarif yang telah ditentukan.

Perlu diketahui, Rapid Test Antibodi belakangan digunakan masyarakat untuk mencari tahu apakah mereka terpapar virus corona jenis baru atau Covid-19 atau tidak. Selama ini biayanya bisa mencapai Rp300 ribu ke atas.(ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat