Implementasi Program Pemkab Alor, Bapelitbang Salurkan Bantuan Keuangan Kepada 1.253 KK

0
59
Implementasi Program Pemkab Alor, Bapelitbang Salurkan Bantuan Keuangan Kepada 1.253 KK
Bapelitbang Kabupaten Alor membagi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dalam bentuk barang di Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Jumat (7/8/2020).

TIMORDAILY.COM, ALOR-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor menggelontorkan anggaran sebesar Rp 5,9 Miliar untuk mengimplementasikan program Gema Mandiri II dengan spirit Alor Kenyang, Alor Sehat, Alor Pintar (A3) dengan penyaluran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan (Bapelitbang) Kabupaten Alor.

Besaran dana tersebut dialokasikan atau dibagikan kepada 1.253 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 17 Kelurahan dan 17 Desa di 17 Kecamatan di daerah tersebut sebagai dukungan bantuan usaha.

Hal ini disampaikan Kepala Bapelitbang Kabupaten Alor, Obeth Bolang, S.Sos dalam sambutannya ketika menyerahkan BKK kepada 50 KK di Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Jumat (7/8/2020). Bolang saat itu didampingi Lurah Kabola, Irianti Bainkabel, SE, Babinsa setempat, John Franklin, dan Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Bapelitbang Alor, John Sakala.

BACA JUGA : Dua Kontraktor Di-PHK Dalam Pembangunan Puskesmas Maritaing Alor Timur

BACA JUGA : Ima Blegur Siap Kembali Bertarung di Pilkada Alor

BACA JUGA : Dihadiri Dua Utusan Negara Asing, Gubernur Laiskodat Buka Festival Dugong dan Festival Al-Qur’an Tua Di Alor

Implementasi Program Pemkab Alor, Bapelitbang Salurkan Bantuan Keuangan Kepada 1.253 KK
Kepala Bapelitbang Kabupaten Alor, Obeth Bolang, S.Sos menyerahkan BKK dalam bentuk barang (telur) untuk pengembangan usaha masyarakat kepada salah satu Kepala Keluarga (KK) Penerima di Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, pada Jumat (7/8/2020).

Bolang ketika secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut mengatakan, Pemerintah Pusat, Propinsi, hingga ke Kabupaten terus berkomitmen memberikan dukungan bantuan kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha melalui programnya.

Program pemerintah yang ada, ungkap Bolang, saling bersinergi untuk kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah Pusat dengan program untuk rakyat Nawa Cita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran. Ada program BLT, PKH, Sembako, dan program lainnya. Demikian pun Pemerintah Propinsi dengan program NTT Bangkit meliputi pembangunan pertanian, peternakan, perikanan dan infrastruktur. Program yang ada berkesinambungan dengan program di Kabupaten Alor dibawah kepemimpinan Bupati, Drs. Amon Djobo dan Wabup, Imran Duru, S.Pd, M.Pd dengan program Gema Mandiri II yang dijabarkan dalam Alor Kenyang, Alor Sehat, Alor Pintar yang didalamnya ada program BKK ini tujuannya untuk mensejahterakan rakyat,” jelas mantan Kepala BLHD Kabupaten Alor ini.

Menurut Bolang, Program penyaluran BKK kepada masyarakat ini merupakan bentuk dari pikiran cerdas Bupati dan Wabup. Bantuan yang disalurkan dialokasikan untuk setiap desa sasaran Rp 200 Juta, dan setiap Kelurahan sasaran Rp 150 Juta, dan hebatnya masyarakat penerima tidak perlu mengembalikan dananya atau disebut hibah putus.

BACA JUGA : Gubernur Viktor Laiskodat Dihadang Massa di Alor Saat  Menuju Lokasi Festival Al-Qur’an Tua

BACA JUGA : Pertama Digelar, Camat ABAL Himbau Semua Warga Sukseskan Festival Al-Qur’an Tua

BACA JUGA : Camat ABAL Minta Penenun Manfaatkan Gedung Sentra Tenun di Sabanjar

“Untuk desa diberikan bantuan uang untuk KK penerima dalam mengembangkan usahanya. Sedangkan untuk KK penerima di Kelurahan bantuannya berupa barang. Setiap KK menerima anggaran dengan jumlah yang bervariasi. Bantuan ini meski hibah putus, namun ada tenaga pendamping yang akan selalu melakukan pendampingan atau monitoring usaha KK penerima,” jelas Bolang, sambil menegaskan, Oleh karena itu KK penerima harus usaha secara serius agar usaha maju, jika tidak maka akan menjadi catatan untuk bantuan berkelanjutan lainnya.

Bolang mengingatkan, usaha dari KK penerima agar maju harus mulai dengan manajemen usaha yang bagus, atau setidaknya mulai terbiasa dengan pencatatan pembukuan usaha, baik pemasukan maupun pengeluaran.

“Kita harus belajar dari usaha saudara-saudara kita dari Sulawesi, Jawa, Bima. Mereka tanpa bantuan usaha, tetapi mulai dari usaha kecil, seperti jual harum manis, tukar botol, timbang besi, kios kecil, namun karena ulet akhirnya usaha mereka menjadi besar,” ungkap Bolang memotivasi KK penerima dalam kegiatan tersebut.

Bolang menambahkan, penyaluran BKK tersebut telah dibagikan untuk sebagian besar desa dan kelurahan penerima, sehingga dalam waktu tidak terlalu lama lagi pihaknya sudah dapat menyelesaikan pembagian bantuan tersebut.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat