Hong Kong Bakal Jadi Pemicu “Perang” Amerika Serikat dan China

0
30
Donald Trump Kecewa, AS-China Bakal
Ilustrasi hubungan Amerika Serikat dan China

TIMORDAILY.COM, JAKARTA-Hubungan China dan Amerika terus memanas. Kini UU Keamanan Nasional Hong Kong menjadi pemicu utama.

Diketahui, China bakal memberlakukan UU tersebut. Pasalnya, sejak 2019 sering terjadi aksi yang berujung bentrok antara massa pro demokrasi dan aparat keamanan Hong Kong.

Langkah China ini mendapat kutukan dari Amerika Serikat. Negeri Paman Sam mendesak China untuk menghormati otonomi Hong Kong.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Morgan Ortagus mengatakan undang-undang yang dikeluarkan China tidak mencerminkan kehendak masyarakat Hong Kong.

BACA JUGA : Berlakukan UU Keamanan Nasional di Hong Kong, AS Kutuk China

BACA JUGA : Menlu Iran Tegur Amerika Serikat untuk Tidak Kerahkan Angkatan ke Karibia

BACA JUGA : Barack Obama Sorot Penanganan Covid-19 di Amerika Serikat

“Setiap upaya untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang tidak mencerminkan kehendak rakyat Hong Kong akan sangat mengganggu stabilitas, dan akan mendapat kecaman keras dari AS dan masyarakat internasional,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus, sebagaimana ditulis AFP, Jumat (22/5/2020).

Ia mengklaim keinginan pengesahan UU itu akan merusak janji yang dibuat China sebelum daerah otonomi khusus untuk kembali dari Inggris tahun 1997 silam.

“Kami mendesak Beijing untuk menghormati komitmen dan kewajibannya dalam Deklarasi Bersama China-Inggris, termasuk bahwa Hong Kong akan menikmati otonomi yang tinggi dan hak asasi manusia sebagai hal mendasar,” jelasnya.

Presiden AS Donald Trump menjanjikan balasan ketika ditanya soal ini. Dalam wawancara dengan wartawan, ia mengakui belum mengetahui detil isi UU itu. “(Tapi), jika itu terjadi, kami akan mengatasinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kamis (21/5/2020) senator AS mengatakan akan memperkenalkan RUU baru untuk memperkuat ketentuan sanksi di Hong Kong. Setiap entitas yang mengekang otonomi Hong Kong akan diberi sanksi, termasuk polisi yang menindak demonstran, pejabat China serta bank.

“Dalam banyak hal, Hong Kong adalah tambang untuk Asia,” kata senator AS dari Republik, Pat Toomey. “Campur tangan Beijing akan berdampak buruk bagi negara lain yang berjuang untuk kebebasan.”

Komentar Pat ditujukan juga pada langkah China ke Taiwan. China menentang keras pemisahan Taiwan dan menginginkan unifikasi.

Sebelumnya AS sudah menyetujui UU Hak Asasi Manusia dan Demokrasi tahun lalu. Ditulis Reuters, UU ini mengharuskan Departemen Luar Negeri AS untuk menilai apakah bekas koloni Inggris itu, cukup otonom untuk melakukan hubungan perdagangan yang menguntungkan dengan AS.

BACA JUGA : Amerika Serikat Sedang Merosot Menjadi Negara Gagal

BACA JUGA : Duta Besar China Meninggal Usai Kunjungan Menlu AS di Israel, Ada Konspirasi? 

BACA JUGA : Vaksin yang Ditemukan China Bakal Jadi Milik Global untuk Perang Lawan Covid-19

Bila tidak status khusus Hong Kong akan diakhiri. Keputusan sanksi seharusnya diambil Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pekan ini. Namun ia menunda hal ini untuk menunggu hasil pertemuan Kongres Rakyat Nasional China (NPC) Jumat ini.

Sampai berita diturunkan belum ada klarifikasi dari China. Namun China sempat membela diri dan meminta AS berhenti mengurusi internal negaranya.

Sebelumnya, UU keamanan nasional disebut akan membangun kerangka hukum baru dan mekanisme penegakan untuk menjaga keamanan nasional di Hong Kong. Media Hong Kong melaporkan UU itu akan memisahkan campur tangan asing dan melarang aksi terorisme serta semua kegiatan berupa hasutan yang bertujuan menggulingkan pemerintah Beijing.(CNBC/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat