Hendak Cari Kayu Bakar, Ibu di Belu Perbatasan RI-RDTL Malah Temukan Bom Berbobot Ratusan Kilogram

0
178
Hendak Cari Kayu Bakar, Ibu di Belu Perbatasan RI-RDTL Malah Temukan Bom Berbobot 500 Kilogram
Inilah bom yang ditemukan ibu asal Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL. foto istimewa

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Sebuah benda asing diduga bom berbobot sekitar ratusan kilogram ditemukan di Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL.

Bom ini diduga masih aktif dan ditemukan oleh seorang ibu yang merupakan warga Dusun Fatukaduak, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Jumat (14/2/2020) pagi.

Dilansir flobamoranews, informasi yang berhasil dihimpun, bom peninggalan perang dunia II ditemukan seorang ibu, Berta Sila (43) warga Dusun Fatukaduak yang saat itu hendak mencari kayu bakar tak jauh dari rumahnya

Lokasi penemuan bom diduga masih aktif itu di kelapa dua pemukiman warga Buton pinggir pantai Utara Kabupaten Belu, jalur utama Atapupu.

BACA JUGA : Dua Terduga Pelaku Klitih Diamankan Polda DIY

BACA JUGA : Penyanyi Didi Kempot Dikukuhkan Sebagai Relawan Anti Narkoba

BACA JUGA : Polres Belu Terima 70 Siswa SPN Polda NTT Latihan Kerja

Ibu Berta saat itu sedang mencari kayu bakar. Ketika sedang mencari kayu bakar, secara tidak sengaja dia melihat ada benda besi besar dan aneh terkubur dalam tanah dengan posisi sirip (ekor, red) belakang bom berada di atas.

Penasaran dengan benda temuan itu, dirinya pun kembali ke rumah dan menyampaikan ke tetangganya kalau dia menemukan sebuah benda besi besar terkubur di dalam tanah. Selanjutnya bersama tetangga kembali ke lokasi dan menggali benda itu dibawa ke rumahnya.

Sesampai di rumah, benda tersebut sempat dibongkar, tapi tidak berhasil. Matheus, putra Berta Sila lantas menegur jangan dibongkar karena itu bom.

Selanjutnya dilaporkanlah ke Babinsa Desa Jenilu, Serka Januar bahwa ada warga yang telah menemukan torpedo.

Babinsa Januar setelah menerima laporan tersebut langsung melaporkan ke Danramil dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengamanannya lebih lanjut.

Di lokasi bom tersebut, kepada warga Babinsa Januar menghimbau agar jangan mendekat sampai menunggu tim Jihandak dari Brimob tiba.

Komandan Kodim Belu, Letkol Inf Ari Dwi Nugroho yang dikonfirmasi membenarkan penemuan bom tersebut.

Dijelaskan Dandim Nugroho, bahwa untuk jenis merk, tahun pembuatan dan negara asal bom tersebut hingga saat ini belum diketahui karena kondisi bom tertutup penuh oleh karat.

“Diperkirakan berat bom tersebut sekitar 600 Kg karena membutuhkan 7 orang dewasa untuk mengangkatnya, panjang bom diperkirakan sekitar 1 meter lebih,” kata Dandim melalui sambungan telepon selulernya, Sabtu (15/02/2020) siang seperti dilansir gerbangindonews.

Saat ini tambah Letkol Nugroho, bom tersebut masih berada di halaman rumah ibu Berta sila dan sedang ditutupi daun-daun segar untuk menjaga kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi sambil menunggu tim jihandak dari Brimob Atambua tiba.

Kapolres Belu, AKBP Cliffry S. Lapian yang dikomfirmasi secara terpisah membenarkan penemuan benda berupa bom.

“Iya, di temukan oleh warga dan di laporkan ke aparat. Benda yang di duga bom,” kata Kapolres Cliffry melalui pesan WhatsAppnya.

Saat ini tambah Kapolres, lokasi sudah di lokalisir dan pihaknya sudah mengmabil langkah koordinasi dengan satuan Brimob untuk turunkan tim Jihandak guna penanganan lebih lanjut. (flobamoranews/gerbangindonews/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply