Hasil Autopsi, George Floyd Meninggal karena Dibunuh

0
60
Hasil Autopsi, George Floyd Meninggal karena Dibunuh
Aksi mengecam kematian George Floyd di Amerika Serikat.

TIMORDAILY.COM, WASHINGTON-Hasil autopsi George Floyd telah dirilis. Pria berkulit hitam di Minnepolis, Amerika Serikat tewas karena dibunuh.

Dua dokter yang melakukan autopsi mengungkapkan, George Floyd mengalami sesak napas dan kematiannya merupakan pembunuhan.

Melansir Media Indonesia, dokter menandaskan Floyd tidak memiliki kondisi medis yang mendasari yang berakibat pada kematiannya itu. Ia kemungkinan meninggal sebelum dibawa ambulans.

“Buktinya konsisten dengan asfi ksia mekanik sebagai penyebab kematian dan pembunuhan sebagai cara kematian,” kata Allecia Wilson dari University of Michigan, salah satu dari dua dokter forensik yang melakukan autopsi independen.

BACA JUGA : Donald Trump Bakal Meredam Protes dengan Kekuatan Militer, PM Kanada: Kami Sedang Mengamati

BACA JUGA : Bungker Tempat Sembunyi Donald Trump Saat Massa Geruduk Gedung Putih

BACA JUGA : Donald Trump Ancam Gunakan Kekuatan Militer Hentikan Kerusuhan di Amerika Serikat

Sebuah video menunjukkan Floyd memohon untuk dilepaskan dan mengatakan berulang kali bahwa dia tidak bisa bernapas ketika lehernya ditekan dengan kuat selama 9 menit menggunakan lutut oleh seorang polisi dari wilayah Minneapolis bernama Derek Chauvin.

Sementara itu, dua petugas lainnya menekan dengan lutut mereka ke punggung Floyd.

Chauvin, yang berkulit putih dan telah dipecat dari departemen kepolisian Minneapolis, didakwa dengan tuduhan pembunuhan tingkat tiga dan pembunuhan tak berencana pekan lalu.

Akibat kejadian itu, aksi unjuk rasa meletus di berbagai kota di Amerika Serikat dan negara lainnya. Para pedemo mengutuk aksi kekerasan polisi terhadap warga kulit hitam.

Michael Baden, dokter yang juga mengambil bagian dalam autopsi independen atas permintaan keluarga Floyd, mengatakan tindakan dua petugas lainnya juga menyebabkan Floyd tidak bernapas lagi.

BACA JUGA : Amerika Serikat Sedang Merosot Menjadi Negara Gagal

BACA JUGA : Amerika Tegang, Donald Trump Telefon Mark Zuckerberg

BACA JUGA : Amerika Serikat Desak WHO Segera Lakukan Penyelidikan Terkait Pandemi Covid-19

“Kita bisa melihat setelah kurang dari 4 menit bahwa Floyd tidak bergerak, tidak bernyawa,” kata Baden, seraya menambahkan tidak ditemukan kondisi kesehatan yang mendasari pada Floyd yang menyebabkan kematiannya tersebut.

Baden menepis argumen bahwa jika Floyd bisa berbicara, dia bisa bernapas.

“Banyak polisi menganggap bahwa jika Anda bisa berbicara, itu berarti Anda bernapas. Itu tidak benar,” kata Baden.

“Saya berbicara sekarang di depan Anda dan tidak mengambil napas,”tambahnya.(MI/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat