Gubernur Viktor Laiskodat Dihadang Massa di Alor Saat  Menuju Lokasi Festival Al-Qur’an Tua

0
63
Gubernur Viktor Laiskodat Dihadang Massa di Alor Saat  Menuju Lokasi Festival Al-Qur'an Tua
Massa aksi saat menghadang Gubernur Viktor Laiskodat di Kabupaten Alor, Kamis (30/7/2020). Foto: Hasil tangkapan layar dari video yang direkam Wartawan.

TIMORDAILY.COM, ALOR-Sekitar 50-an orang warga masyarakat yang bergabung bersama sejumlah pemuda yang menamakan diri Pemuda Lintas ABAL (Alor Barat Laut) berupaya menghadang mobil yang ditumpangi Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat di Desa Dulolong Barat, Kecamatan ABAL, Kabupaten Alor pada Kamis (30/7/2020) siang.

Upaya penghadangan ini saat iring-iringan kendaraan rombongan Gubernur menuju Lokasi Festival Al-Qur’an Tua di Desa Alor Besar, Kecamatan ABAL.

Kelompok masyarakat tersebut ingin menyampaikan aspirasi mereka berkaitan dengan kondisi jalan provinsi ruas Kalabahi-Kokar yang rusak parah, namun tidak ada perhatian dari Pemerintah Provinsi NTT.

Seperti disaksikan Wartawan di lokasi aksi, sekira pukul 14.00 Wita, ketika iringan mobil rombongan Gubernur tiba di lokasi tersebut masyarakat mulai berupaya melakukan penghadangan iringan mobil tersebut untuk dapat menyampaikan aspirasi masyarakat tentang kondisi jalan tersebut.

Gubernur Viktor Laiskodat Dihadang Massa di Alor Saat  Menuju Lokasi Festival Al-Qur'an Tua
Ini tuntutan massa yang menghadang Gubernur Viktor Laiskodat.

BACA JUGA : Festival Dugong 2020 – Bulog Alor Bagi Sembako Untuk Lansia dan Gelar Pasar Murah

BACA JUGA : Gedung BLK Di Alor Belum Representatif, Ini Penjelasan Pemerintah

BACA JUGA : Besok Musda Golkar Alor, 7 Nama Disebut Akan Bersaing

Namun upaya masyarakat ini langsung direspon dengan sigap oleh aparat Polres Alor, Polisi Pamong Praja, dan TNI. Aparat menghalau sekelompok masyarakat tersebut ke tepi atau bahu jalan.

Meski telah dihalau, tetapi salah seorang warga, Gerson Blegur berupaya lari ke depan mobil untuk menghadangi mobil yang ditumpangi Gubernur Laiskodat, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, dan utusan Duta Besar dari Republik Sisil. Namun aparat dan warga lainnya cepat menariknya sehingga kendaraan dengan leluasa melintasi jalan tersebut.

Massa yang telah dihalau ke tepi jalan, dan merasa kecewa tidak bisa bertemu dengan Gubernur NTT untuk menyampaikan aspirasinya langsung melakukan orasi sambil membentang dua spanduk besar.
Dalam orasi oleh beberapa orang dalam aksi tersebut, pada intinya menyatakan kekecewaan mereka, karena ruas jalan tersebut rusak parah dan belum ada upaya perbaikan.

Menurut mereka, kondisi jalan rusak tersebut sudah belasan tahun, namun tidak diperhatikan pemerintah provinsi untuk memperbaikinya.

Dalam orasi tersebut massa yang menamakan diri Pemuda Lintas ABAL (PELITA) tersebut juga membacakan pernyataan sikapnya yang intinya mendesak dan menuntut Pemerintah Provinsi NTT segera memasukkan jalan Kalabahi-Kokar ke skala prioritas pembangunan di tahun 2020, mendesak Pemerintah Provinsi NTT segera menganggarkan dana pembangunan untuk jalan Kalabahi-Kokar yang berstatus jalan provinsi di tahun 2020, dan menuntut Pemerintah Provinsi NTT segera melaksanakan pembangunan jalan Kalabahi-Kokar yang berstatus jalan provinsi di tahun 2020.

Pernyataan sikap ini ditandatangani Ketua Umum Pelita, Syafaat Taslim Tiba, dan Koordinator Lapangan, Muqaddim.
Pantauan Wartawan setelah orasi di lokasi tersebut, massa tersebut berpindah tempat ke lokasi yang tidak jauh dari lokasi sebelumnya untuk berdiskusi lebih lanjut. Aktivitas massa ini tetap mendapat pengawalan siaga dari aparat keamanan.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat