Gubernur NTT Viktor Laiskodat Kagumi Keindahan Padang Fulan Fehan di Belu Perbatasan RI-RDTL

0
100
Gubernur NTT Viktor Laiskodat Kagumi Keindahan Padang Fulan Fehan di Belu Perbatasan RI-RDTL
Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat berada di Fula Fehan, foto FB Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah Setda Belu

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Belu menyempatkan diri mengunjungi Padang Sabana Fulan Fehan di Lembah Gunung Lakaan, Senin (10/2/2020).

Padang Fulan Fehan menjadi terkenal pasca digelarnya kegiatan Festival Fulan Fehan tiga tahun terakhir dan berhasil mengantar Kabupaten Belu meraih rekor MURI karena menampilkan penari likurai dengan peserta terbanyak.

Saat berada di padang Fulan Fehan, Gubernur Laiskodat terlihat sangat mengagumi keindahan padang tersebut.

BACA JUGA : Hingga Tahun 2020, Sudah 16 Ribu Warga Miskin Dapat Jaminan Kesehatan dari Pemkab Belu

BACA JUGA : Warga Umanen Geger Temukan Mayat Laki-Laki  Dekat Puskesmas Atambua Barat Perbatasan RI-RDTL

BACA JUGA : Senyum yang Tertinggal di Mandeu

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Kagumi Keindahan Padang Fulan Fehan di Belu Perbatasan RI-RDTL
Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama Wabup Belu JT Ose Luan berada di Fulan Fehan, Senin (10/2/2020) foto by Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah Setda Belu

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Kagumi Keindahan Padang Fulan Fehan di Belu Perbatasan RI-RDTL

Gubernur NTT Viktor Laiskodat berada di Benteng Lapis Tujuh di Padang Fulan Fehan, Senin (10/2/2020) foto by FB Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah Setda Belu

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Kagumi Keindahan Padang Fulan Fehan di Belu Perbatasan RI-RDTL
Wabup Belu JT Ose Luan saat berjalan dalam kawasan Benteng Lapis Tujuh di Padang Fulan Fehan, Senin (10/2/2020) foto by FB Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah Setda Belu

Dia mengakui bahwa Padang Sabana Fulan Fehan di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen sangat indah dan mengagumkan.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di daerah Flobamorata ini berjanji bakal mendatangkan desainer terbaik di Indonesia untuk mengelola kawasan Padang Sabana Fulan Fehan.

“Nanti kita cari desainer yang baik untuk mengelola kawasan Padang Fulan Fehan, sehingga Festival Fulan Fehan dapat memberikan dampak kepada ekonomi yang baik kepada rakyat Belu,” kata Gubernur Laiskodat dikutip dari laman facebook Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah Setda Belu.

Menurutnya, jika ekonomi rakyat bergerak, orang harus datang dan tidur dikawasan ini.

“Di tempat ini orang bisa menari, menyanyi, minum kopi Lakmaras asli Belu, makan cokelat kelor, sup kelor dan sopia. Singkatnya, semua jenis produk lokal khas NTT dan Kabupaten Belu harus tersedia di tempat ini,” ujarnya.

Ia menambah, ini tempat hebat, jadi harus ditata terpadu. Bukan hanya Dinas Pariwisata saja, tetapi semua Dinas yang berkaitan seperti Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Selain itu harus tersedia cottage.

“Tempat ini terlalu indah. Satu tahun bisa menyumbang minimal 10 – 20 miliar per tahun,” tandasnya.

Gubernur NTT juga meminta agar akses jalan menuju Fulan Fehan diterapi kembali.

“Kita duduk sama kabupaten, mereka tangani yang perbaikan ringan dan kita tangani yang rusak parah dengan cara dihibahkan. Banyak tikungan jalan yang sangat tajam sehingga perlu dirubah,” ucapnya.

Gubernur NTT juga menyampaikan, agar pelaksanaan Festival Fulan Fehan dapat digelar selama satu minggu, sehingga ekonomi rakyat terus bergerak.

“Saya minta kepada Camat, Kepala Desa Dirun dan Maudemu agar akses transportasi ke Fulan Fehan hanya menggunakan kuda, jangan ada kendaraan lain masuk kedalam padang,” pintanya.

Pada kesempatan itu juga Gubernur NTT bersama rombongan berjalan kaki mengelilingi Padang Fulan Fehan dan Benteng Tujuh Lapis.

Turut mendampingi Gubernur NTT dalam peninjauan lokasi Padang Fulan Fehan Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan, Wakil Ketua DPRD Belu, Cyprianus Temu, S.IP, Ketua Komisi I DPRD Belu, Benedictus Manek, Anggota DPRD Belu, Pimpinan OPD Provinsi NTT dan Kabupaten Belu, Camat Lamaknen, Rony Mau Luma, Kepala Desa serta Tokoh Masyarakat.

foto by FB Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah Setda Belu
Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan saat menyambut Gubernur NTT Viktor Laiskodat dalam kunjungan kerja ke Belu, Senin (10/2/2020), foto by FB Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah Setda Belu

Gubernur Laiskodat Disambut Wabup Ose Luan

Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan didampingi Forkopimda Plus Kabupaten Belu, PLH. Sekda Belu, Drs. Marsel Mau Meta dan Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Belu, Pimpinan BUMN menerima Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama rombongan di Gapura Selamat Datang Kota Perbatasan, Nenuk, Senin, (10/2/2020).

Pantauan media, kedatangan orang nomor satu di NTT ini didampingi Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, Pimpinan OPD Provinsi NTT disambut dengan Drumband SMA Negeri II Tasifeto Barat, Pelajar SMK Katolik St. Yosep Nenuk dan sapaan adat (hase hawaka) serta penggalungan tais.

Untuk diketahui, kedatangan Gubernur NTT bersama rombongan ini dalam rangka melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Belu yakni meninjau Padang Fulan Fehan, meninjau Puskesmas Haliwen dan pada hari Selasa (besok, red) akan melakukan Rapat Kerja Bersama Bupati, Para Camat, Lurah, Kepala Desa, Tokoh Agama, Tenaga Kesehatan dan Tenaga Pendidik se Kabupaten Belu yang akan dilaksanakan di Graha Kirani Atambua.

Usai penerimaan di Gapura Selamat Datang, Gubernur NTT didampingi Wakil Bupati Belu bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Padang Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen. (Advetorial Pemkab Belu/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Leave a Reply