Gedung BLK Di Alor Belum Representatif, Ini Penjelasan Pemerintah

0
37
Gedung BLK Di Alor Belum Representatif, Ini Penjelasan Pemerintah
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Alor, Mad Baesaku

TIMORDAILY.COM, ALOR – Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Alor masih berukuran kecil atau belum representative untuk sebuah kegiatan pelatihan.

Padahal kondisi saat ini sangat membutuhkan sebuah BLK yang modern untuk berbagai pelatihan ketrampilan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Alor, Muhamad Baesaku kepada Wartawan di Kalabahi, Selasa (28/7/2020) membenarkan gedung BLK yang dikelola Dinasnya itu masih sangat standart, sehingga sangat membutuhkan sebuah bangunan BLK yang memadai sebuah pusat pelatihan ketrampilan bagi masyarakat.

Gedung BLK yang ada, ungkap Baesaku, kapasitasnya sangat terbatas sekali dan hanya bisa dipakai untuk kegiatan pelatihan skala kecil.

Akibat kondisinya demikian sehingga untuk kegiatan pelatihan yang besar, seperti meubeler dan automotif langsung menggunakan bengkel milik masyarakat yang memenuhi syarat.

“Gedung BLK kita hanya bisa pakai untuk pelatihan jahit dan tata boga. Sedangkan untuk yang besar tidak memungkinkan. Kita mensiasatinya dengan kerjasama bersama pemilik bengkel atau meubeler,” jelas Mantan Kabag Umum Setda Alor ini.

Berkaitan dengan kebutuhan BLK yang representative, lanjut Baesaku, maka pihaknya telah merencanakan dan mengusulkan untuk pembangunan gedung BLK yang layak. Untuk bangunan ini akan dibangun dengan biaya APBD, dan untuk peralatannya tengah dibangun dengan Kementerian untuk mengintervensinya.

“BLK saat ini merupakan kebutuhan masyarakat. Kebutuhan bidang pelatihan bagi masyarakat di Kabupaten Alor adalah menjahit, tata boga, automotif, meubeler, dan bahasa. Kita sudah komunikasikan dengan kementerian,” jelas Baesaku.

Menurut Baesaku, bidang-bidang pelatihan yang disebutkan tersebut merupakan kebutuhan masyarakat dan daerah, seperti tata boga dan bahasa untuk mendukung Kabupaten Alor sebagai daerah tujuan wisata. Sementara seperti automotif dan meubeler dapat menyerap tenaga kerja dan mendukung PAD.

Lebih dari itu Baesaku menandaskan, Kabupaten Alor jika memiliki BLK yang bagus maka daerah lain juga bisa datang belajar di Alor.

“Untuk kondisi pandemi covid 19 saat ini, BLK merupakan jawabannya, karena selain bagi mereka yang belum kerja, dan masyarakat yang dirumahkan dapat mengasah ketrampilan di sini,” ujar Baesaku.

Baesaku menambahkan, pihaknya selain berusaha untuk membangun gedung BLK, hal penting yang tengah diusulkan ke Kementerian adalah BLK Komunitas.

Untuk Kabupaten Alor coba diusulkan untuk tiga kecamatan, yakni Alor Barat Daya (ABAD), Pantar, dan Teluk Mutiara. (osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat