Gali Informasi di WAG Pers & Polres Malaka, Wartawan ini Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik dan Diperiksa 4 Jam

0
52
Gali Informasi di WAG Pers & Polres Malaka, Wartawan di Malaka Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik dan Diperiksa 4 Jam
Wartawan Seldy Berek bersama kuasa hukumnya memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersanghka kasus pencemaran nama baik di Mapolres Malaka, Senin (18/5/2020)

TIMORDAILY.COM, MALAKA – Wartawan media online sergap.id yang bertugas di Kabupaten Malaka, Seldi Berek kini menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik dan fitnah terhadap salah satu pejabat yang kemudian menjadi pelapor yakni Lorens Haba.

Seldi Berek telah menjalani rangkaian pemeriksaan sebagai tersangka di Mapolres Malaka pada Senin (18/5/2020).

Seldi didampingi kuasa hukumnya, Melkianus Conterius Seran, turut hadir Ketua DPRD Malaka, Hendrikus Fahik, Ketua Fraksi Partai Golkar, Hendry Melky Simu, Ketua Fraksi Partai Gerindra, Benny Chandradinata, Ketua Fraksi Partai PDI Perjuangan, Ignasius Fahik dan beberapa DPRD Kabupaten Malaka.

BACA JUGA  :Kasus Dugaan Korupsi Bawang Merah Malaka – Penyidik Polda Ditantang Buka Rekening Tersangka Toni Baharudin dan Devrianus Siribein

BACA JUGA : Begini Nasib Mahasiswa Asal Flores Timur di Yogyakarta Saat Pandemi Covid-19

BACA JUGA : Kasat Reskrim Polres Malaka Sebut Seldi Berek Dipanggil Terkait Postingan di Media Sosial

Pantauan wartawan, pemeriksaan berlangsung kurang lebih empat jam. Sekitar 31 pertanyaan dilontarkan penyidik Tipiter Polres Malaka terhadap wartawan yang kerap menulis tentang kasus korupsi di Malaka ini.

Kuasa hukum, Seldi, Melky Contarius Seran kepada wartawan usai pemeriksaan tersebut mengatakan, kasus ini berawal dari pertanyaan Seldi ke WhatsApp Group (WAG) Pers & Polres Malaka yang mengutip pernyataan ABS (salah satu narasumber sergap.id beberapa waktu lalu).

Pertanyaan di WAG tersebut, lanjut Melky, yang kemudian discreenshoot oleh seseorang dan menurut polisi telah menyerang nama baik dan kehormatan dan fitnah terhadap Lorenz Haba selaku pelapor.

Menurut Melky, yang dilakukan kliennya itu adalah dalam rangka menjalankan tugas jurnalistiknya menggali informasi sekaligus ingin mengkonfirmasi pernyataan ABS. Apalagi, lanjut Melky, WAG Pers & Polres Malaka itu hanya berisi wartawan dan pejabat Polres Malaka.

“Profesi pers itu melekat pada diri klien kami. Jadi, pertanyaan itu dalam rangka menggali, mencari informasi dan mengumpulkan data untuk menyampaikan ke khalayak dalam bentuk pemberitaan dari aspek jurnalistik. Tetapi setelah dikonfirmasi, tidak ada tanggapan. Saya pikir tidak ada unsur pencemaran nama baik apalagi fitnah,” ujarnya.

Menurut Melky, berbicara konteks hukum pidana, penyidik harus memperhatikan actus reus (kejahatan yang dilakukan) dan mens rea (sikap batin pelaku saat melakukan) yang berkaitan dengan niat serta maksud.

“Apa yang ditanyakan itu, tidak ada maksud apa-apa selain dia mencari, menggali dan menghimpun informasi untuk dipublikasikan,” katanya.

“Menurut pelapor bahwa itu adil, tetapi dari korban, itu tidak adil. Kasus ini harus didudukan pada porsi hukum yang benar,” sambungnya.

Wakil Ketua DPRD Malaka Minta Penyidik Harus Adil

Wakil Ketua DPRD Malaka, Hendrikus Fahik, meminta proses penyelidikan kasus ini harus mencerminkan rasa adil dan tidak ada muatan politik.

“Penyidik harus bekerja profesional dan mengedepankan asas adil,” katanya.

Ia berharap penetapan tersangka terhadap wartawan, harus dilakukan sesuai dengan prosedur hukum dan norma-norma yang berlaku.

“Kehadiran kami tidak ada niat apapun. Ini keterpanggilan atas kasus yang di alami saudara wartawan,” ungkap Hendrikus.

“Kalau tersangka mungkin pertimbangan subjektive penyidik, tetapi bagaimana dengan kasus korupsi semisal dugaan korupsi Itik tahapannya sudah sampai dimana, ada Pospera melaporkan penghinaan termasuk pada UU ITE prosesnya sudah sampai dimana,” sambung mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang ini.

Untuk dikethaui, wartawan telah menemui Kasat Reskrim Polres Malaka untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan tersebut namun dijelaskan bahwa untuk kepentingan pemberitaaan di Polres Malaka satu pintu yakni melalui Kapolres.

Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno saat itu sedang berada di luar Kabupaten Malaka sehingga belum berhasil dikonfirmasi. (Nofri Laka-DianTimur/Jho Kapitan-SepangIndonesia/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat