Eni Anggrek Heran Warga Kabupaten Alor Sering Alami Kelangkaan Minyak Tanah

0
120
Eni Anggrek Heran Warga Kabupaten Alor Sering Alami Kelangkaan Minyak Tanah
Ketua DPRD Alor Eny Anggrek

TIMORDAILY.COM, ALOR – Ketua Dewan Perwakilan Rakayat Daerah (DPRD) Kabupaten Alor, Eni Anggrek, SH merasa heran akan kelangkaan minyak tanah yang sering dialami atau terjadi di masyarakat Kabupaten Alor, padahal stok di Depo PT. Pertamina Kalabahi sangat mencukupi.

Hal ini disampaikan Eni Anggrek di Kantor DPRD Alor pekan lalu, Kamis (20/2/2020) ketika ditanya tentang rapat bersama DPRD, Pemerintah, dan pihak terkait mengenai stok BBM di daerah tersebut.

BACA JUGA : Penderita DBD di Alor Didominasi Dari Kota

BACA JUGA : Barang Hasil Curian di Kadelang Alor Kembali Diamankan, Polisi Endus Adanya Sindikat

BACA JUGA : Polres Alor Tahan “Penyelundup” BBM yang Ditangkap TNI

Eni Anggrek mengungkapkan, informasi dari Pertamina stok BBM termasuk minyak tanah yang dikeluarkan setiap hari quota atau jumlah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Hal menarik juga, ungkap Eni Anggrek, Pertamina juga menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2019 tidak ada satu pihak pun di Kabupaten Alor yang membeli minyak tanah industri.

Atas penjelasan tersebut, Eni Anggrek berharap, situasi sering terjadinya kelangkaan minyak tanah ditingkat masyarakat ini perlu ditelusuri.

Eni Anggrek menyampaikan, Dirinya akan membangun komunikasi dengan teman-temannya di DPRD untuk melihat lebih jauh fenomena ini, terutama ingin menggali lebih dalam jangan sampai ada sebagian pekerjaan proyek jalan juga menggunakan minyak tanah untuk proses produksi aspal.

Menurut Eni Anggrek, apabila ada proyek yang menggunakan minyak tanah, maka wajib menggunakan minyak tanah industri, bukan subsidi. Sehingga kalau ini sampai terjadi maka rakyat sudah dirugikan, demikian pula negara.

“Diskusi dengan teman-teman di luar Alor, memang untuk produksi aspal untuk pembakarannya tidak hanya menggunakan solar, tetapi gunakan juga minyak tanah.

Ini agar proses pembakarannya cepat, karena suhu minyak tanah lebih tinggi dibandingkan solar. Tidak salah perbandingannya 1 ton aspal harus gunakan minyak tanah sejumlah liter.

Kalau suhunya tinggi kualitas aspalnya bagus. Ini yang kita mesti cari tahu, kalau ada seperti itu namanya curang, rakyat dan negara sudah dirugikan,” tandas Eni Anggrek.

Eni Anggrek menambahkan, minyak tanah subsidi adalah hak rakyat, sehingga apabila ada yang membeli untuk kepentingan proyek maka hal itu merupakan bagian dari pelanggaran.

Eni Anggrek saat itu mengajak masyarakat untuk mengawasi bersama distribusi minyak tanah subsidi ini, sehingga ketika ada hal-hal yang merugikan langsung melaporkan pihak berwenang, dan dirinya siap mengawal aspirasi masyarakat jika laporan tersebut benar. (osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat