Empat Ruang Kelas SMAN Mauta Kabupaten Alor Ambruk Dihantam Angin

0
66

TIMORDAILY.COM, ALOR – Empat ruang kelas Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Mauta di Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor ambruk total dihantam angin kencang.

Ambruknya ruang kelas tersebut berdampak pada sejumlah siswa harus belajar dibawah pohon, dan fatalnya persiapan siswa-siswi kelas 12 untuk menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini cukup terganggu.

“Kami merasa sedih dan prihatin. Ditengah persiapan kelas 12 mau menghadapi UNBK, kami ditimpa musibah bencana. Empat ruang kelas roboh total akibat diterjang angin kencang. Atap seng, tiang, dan dinding semuanya ambruk ke tanah,” demikian penyampaian Kepala SMAN Mauta, Pahlawan Bayang Weni, S.Pd, M.Pd ketika Wartawan di Kalabahi, Rabu (19/2/2020).

Weni mengatakan, kejadian naas ini untung terjadi pada sore hari pada akhir bulan Januari 2020 lalu, sehingga ketika itu tidak ada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Weni mengungkapkan, akibat kejadian tersebut membuat KBM disekolah tersebut terganggu.

Sejumlah siswa harus belajar dibawah pohon karena keterbatasan kelas. Naasnya lagi persiapan untuk UNBK cukup terganggu.

“Jadi saat ini untuk selamatkan KBM dan persiapan UNBK, kita siasati dengan tiga kelas yang ada dipakai dengan cara untuk pelajaran pengetahuan umum dan agama kita gabungkan siswa,
Sedangkan ketika pelajaran spesifik jurusan kita atur menggunakan sesi. Ketika pelajaran IPA, jurusan yang lain sementara belajar dibawah pohon, begitupun dilakukan bergilir,” jelas Weni.

Sementara untuk persiapan UNBK, Weni menandaskan, sebuah kelas yang ada disiapkan khusus untuk siswa belajar. Untuk ruang UNBK ini juga dipakai oleh siswa secara bergilir, karena ruang tersebut hanya bisa menampung 20 siswa, sedangkan jumlah siswa kelas 12 sebanyak 40 siswa.

Weni menambahkan, dirinya sudah melaporkan kejadian ini secara lisan kepada UPT Dinas Pendidikan Propunsi, sedangkan untuk Bupati dan Gubernur hari ini baru disampaikan lewat surat.

“Kami berharap ada bantuan untuk perbaikan bangunan yang ambruk tersebut. Memang bangunan itu semi permanen yang dibangun komite sejak tahun 2015. Namun selama ini sangat membantu, sebab bangunan permanen ang ada disekolah itu hanya empat ruang. Untuk itu 4 ruang tersebut yang kami gunakan saat ini, 3 ruangnya pakai untuk kelas dan 1 ruangnya dipakai untuk kantor,” tambah Weni.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply