Duta Besar China Meninggal Usai Kunjungan Menlu AS di Israel, Ada Konspirasi? 

0
43
Kematian Duta Besar China Usai Kunjungan Menlu As di Israel, Ada Konspirasi? 
Duta Besar China untuk Israel, Du Wei. Foto:REUTERS

TIMORDAILY.COM, YERUSALEM-Kabar berduka bagi Presiden Xi Jinping, Duta Besar China untuk Israel ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Herzliya, Israel, Minggu (17/5/2020).

Banyak media memberitakan, kematian ini diduga karena penyakit alami karena Dubes Du Wei ditemukan meninggal dalam keadaan keadaan tidur.

Banyak kecurigaan muncul dengan kematian Dubes Du Wei di tengah pandemi Covid-19 dan usai kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo di Israel.

Kematian Du Wei di tengah situasi Amerika-China lagi memanas dan memicu lahirnya teori konspirasi.

BACA JUGA : Vaksin yang Ditemukan China Bakal Jadi Milik Global untuk Perang Lawan Covid-19

BACA JUGA : Donald Trump Kecewa, AS-China Bakal “Cerai”

BACA JUGA : Presiden Donald Trump Sebut Obama Tidak Berkompeten

Melansir CNBC Indonesia, salah satu teori konspirasi yang muncul menyebut ada kemungkinan Wei meninggal karena Covid-19. Prasangka itu muncul karena sebelumnya Wei dikabarkan tiba di Israel pada bulan Februari, di saat wabah Covid-19 sedang mencapai puncaknya di China, negara awal wabah ditemukan.

Pada saat ketibaannya, Wei juga sempat menjalani karantina dua pekan karena pada saat itu Israel telah memberlakukan aturan perjalanan dari negara-negara yang terkena dampak, menurut Jerusalem Post.

Teori konspirasi lainnya mengenai kematian Wei yang berusia 52 tahun, dihubungkan dengan panasnya hubungan antara AS-China saat ini. Sebagaimana dilaporkan media Israel itu, AS memiliki kekhawatiran tentang peran China di Pelabuhan Haifa dan pabrik desalinasi. China juga telah banyak menggembar-gemborkan proyek Belt and Road Initiative di Timur Tengah.

Proyek Belt and Road Initiative merupakan sebuah proyek pengembangan yang digagas dan dibanggakan oleh Presiden China Xi Jinping. Namun, inisiatif ini telah mendapat kecaman dari AS karena dianggap lebih menguntungkan China dan membuat negara yang terlibat menjadi rentan terhadap tekanan diplomatis Beijing.

Sebelumnya pada Oktober 2019, Wakil Presiden China Wang Qishan pernah melakukan kunjungan ke Israel dan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membahas berbagai hal termasuk kerja sama ekonomi, di mana inisiatif tersebut menjadi salah satu bahasannya.

Kehadiran inisiatif itu banyak dianggap sebagai upaya China untuk mengeksploitasi kebutuhan kawasan dalam hal investasi dan membangun hubungan di bawah bayang-bayang AS yang mendominasi kawasan. Tetapi hubungan Amerika dengan Israel yang dekat berarti bahwa jalan itu tidak akan mudah bagi China, lapor Stratfor.

Kematian Wei juga terjadi tak lama setelah Menlu Pompeo melakukan kunjungan ke Israel. Pompeo mengunjungi Israel pada Rabu lalu (13/5/2020). Menurut France 24, dalam kunjungan itu Pompeo bertemu dengan Netanyahu dan Menteri Pertahanan Benny Gantz. Mereka membahas mengenai keamanan regional dan rencana negara itu untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki.

Selain itu, ada juga yang meyakini bahwa kematian Wei ada hubungannya dengan peran masa lalunya saat menjadi Duta Besar China untuk Ukraina, meski belum pasti mengenai masalah apa. Wei menjadi duta besar untuk Ukraina pada periode 2016-2019.

Meski demikian, teori konspirasi yang menyatakan kematian Wei ada hubungannya dengan kunjungan Pompeo lah yang menjadi yang paling banyak diyakini, sebagaimana terlihat dari komentar-komentar warga internet dalam postingan jurnalis Israel Barak Ravid di Twitternya.

“Saya tidak bermaksud menjadi seorang konspirator tapi agak aneh mendengar berita ini segera setelah kunjungan Pompeo,” tulis salah seorang netizen.

“Jika Anda ingat kunjungan Pompeo, Anda dapat menghubungkan titik-titik,” atau “Kunjungan Pompeo berhasil, saya rasa.” tambah yang lainnya.

Namun demikian ada juga yang meyakini bahwa kematian Wei sengaja ditujukan untuk membangkitkan ketegangan antara Israel dan China. “[Terdengar seperti] naskah yang ditulis oleh Stephen King.” tulis seorang pengguna media sosial itu.

Kematian Wei sendiri cukup menghebohkan bukan hanya karena terjadi sangat mendadak, tetapi juga karena kematian seorang duta besar yang terkenal saat berada di tempat kerja relatif jarang terjadi. Hanya ada segelintir duta besar yang meninggal di tempat postingnya.

Di antaranya yaitu Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov. Ia dibunuh di Turki oleh seorang polisi pada tahun 2016.

BACA JUGA : Tanpa Alasan, Donald Trump Memecat Deplu Steve Linick

BACA JUGA : Amerika Serikat Sedang Merosot Menjadi Negara Gagal

BACA JUGA : Peneliti Singapura Ungkap Virus Corona Berakhir 2021

Selain itu ada Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, yang meninggal karena gagal jantung di New York City pada 2017. Kemudian ada Duta Besar Rusia untuk Sudan, Migayas Shirinskiy, yang meninggal pada 2017.

Di sisi lain, kematian Wei ini terjadi di saat banyak diplomat dan duta besar China menjadi sorotan di tengah pandemi Covid-19. Para duta besar dan pejabat China belakangan menjadi sorotan karena menyampaikan pembelaan pada negaranya yang telah dikritik banyak pihak akibat wabah Covid-19.

China telah banyak dikritik berbagai negara karena dianggap lalai dalam menangani wabah dan terkesan menutup-nutupi kebenaran soal wabah mematikan itu. Salah satu negara yang paling frontal melayangkan kritik adalah Amerika Serikat. Bahkan, Presiden Donald Trump sendiri telah turun langsung mengkritik China soal pandemi asal Wuhan ini.

Pasca AS melayangkan kritiknya ke China, Duta Besar China untuk AS, Cui Tiankai, menulis editorial untuk menanggapi serangan AS yang selalu menyalahkan negaranya tersebut.

Wei juga pernah menulis editorial yang dimuat di Jerusalem Post pada 13 Maret. Dalam editorial yang berjudul “A belief in the resilience of China and Israel’ itu, Wei membahas mengenai upaya penanganan wabah Covid-19 dengan Israel.(CNBC/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat