Dugaan Korupsi Rehabilitasi Sekolah di Alor, Tim Politeknik Periksa Fisik SD Angin Rata

0
63
Pembahasan tim Politeknik Undana dan KBO Reskrim Polres Alor, IPDA. Gde Eka S terkait temuan fisik pembangunan SD Negeri Angin Rata.

TIMORDAILY.COM, ALOR-Tim dari Politeknik Undana Kupang menindaklanjuti permintaan Kepolisian Resort (Polres) Alor untuk melakukan pemeriksaan terhadap fisik dalam pekerjaan rehabilitas lima ruang kelas SD Negeri Angin Rata di desa Silapui, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor.

Pemeriksaan ini untuk melengkapi data teknis dalam kegiatan penyidikan kasus dugaan korupsi pekerjaan rehabilitas SD Negeri Angin Rata yang ditangani Reskrim Polres Alor.

“Bulan lalu tim dari Politeknik turun untuk melakukan pemeriksaan pembangunan SMP Negeri Pailawang di Pulau Pantar yang juga naik ke tahap penyidikan dalam kasus dugaan korupsi. Untuk saat ini Tim Politeknik dalam beberapa hari sampai kemarin tersebut datang untuk melakukan pemeriksaan fisik SD Negeri Angin Rata di Alor Selatan,” demikian penjelasan KBO Reskrim Polres Alor, IPDA. Gde Eka S kepada Timor Daily di Mapolres Alor berkaitan dengan perkembangan penangganan dugaan kasus korupsi dalam pembangunan sejumlah sekolah yang ditangani Polres Alor.

Menurut Eka, hasil pemeriksaan fisik SD Negeri Angin Rata oleh Politeknik ini akan disimpulkan baru diserahkan kepada Polres Alor. Hasil ini akan dikirim bersamaan dengan hasil pemeriksaan pembangunan SMP Negeri Pailawang yang dilakukan bulan lalu.

BACA JUGA : Diduga Bermasalah, Pembangunan Dua Sekolah di Alor Masuk Tahap Penyidikan

BACA JUGA : Begini Pengakuan Orangtua di Alor yang Anaknya Ikut Majelis Tablig di Gowa

BACA JUGA : Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Rumdin BMKG Alor Naik ke Tahap Penyidikan

Dugaan Korupsi Rehabilitasi Sekolah di Alor, Tim Politeknik Periksa Fisik SD Angin Rata
Ini adalah salah satu bangunan dalam proyek pekerjaan SD Negeri Angin Rata yang tidak tuntas.

Setelah pemeriksaan tim ahli Politeknik, jelas Eka, dalam tahap penyidikan ini pihaknya akan melanjutkan dengan pemeriksaan sejumlah saksi ahli, yakni dari BPKP, pejabat pengadaan, dan ahli hukum.
“Setelah periksa semua baru diekspose kerugian negara berdasarkan hasil audit, baru kita umumkan calon tersangka,” ungkap Eka.

Untuk diketahui berkaitan dengan berita ini, sebelumnya diberitakan Timor Daily dalam edisi selasa (14/7/2020), yakni, Kegiatan pembangunan dua sekolah di Kabupaten Alor yang dibiayai dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) atau dari Kementerian Pendidikan RI yang diduga bermasalah telah masuk ke tahap penyidikan yang ditangani Reskrim Polres Alor.
Kedua sekolah tersebut, yakni SD Negeri Angin Rata di desa Silapui, Kecamatan Alor Selatan, dan SMP Negeri Pailawang di Kecamatan Pantar.

Hal ini disampaikan KBO Reskrim Polres Alor, IPDA. Gde Eka S kepada Wartawan di Ruang Kerja pada Selasa (14/7/2020) berkaitan dengan perkembangan Polres Alor dalam pengusutan pembangunan sejumlah sekolah yang diduga bermasalah.

Eka menjelaskan, untuk status penangganan dugaan kasus pembangunan berupa kegiatan rehabilitasi SD Negeri Angin Rata di Kecamatan Alor Selatan telah dinaikkan ke tahap penyidikan.
Dalam waktu dekat, lanjut Eka, pihaknya segera melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi untuk diperiksa. Saksi-saksi yang dimaksud, baik dari pihak sekolah, pelaksana, dari Dinas Pendidikan, dan sejumlah orang lainnya.

Menurut Eka, kegiatan rehab sekolah tersebut menggunakan dana APBN dengan nilai sekitar Rp 500 juta untuk tahun anggaran 2017. Kegiatan pembangunan tersebut untuk merehabilitasi 5 ruangan kelas di sekolah tersebut.

Namun sayangnya, Eka menandaskan, pihak pelaksana yang mengerjakannya dengan uang yang telah diterimanya tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Pekerjaannya sudah mangkrak. Atapnya hanya sebagian saja. Kondisinya cukup sedih, sampai sekarang bangunan sekolah itu tidak dapat di pakai. Kasihan anak-anak sekolah dan masyarakat di wilayah tersebut tidak dapat menikmati pembangunan sekolah tersebut,” tandas Eka.

Eka menambahkan, dirinya kaget karena ketika melihat sejumlah dokumentasi, tampilan sekolah tersebut dari bagian depan (bagian atap air depan) sudah terpasang atap. Namun untuk bagian belakannya belum terpasang.

BACA JUGA : Dua Kontraktor Di-PHK Dalam Pembangunan Puskesmas Maritaing Alor Timur

BACA JUGA : Empat Ruang Kelas SMAN Mauta Kabupaten Alor Ambruk Dihantam Angin

BACA JUGA : Implementasi Program Pemkab Alor, Bapelitbang Salurkan Bantuan Keuangan Kepada 1.253 KK

Sementara itu kabar untuk Perkembangan penangganan dugaan masalah kegiatan pembangunan di SMPN Pailawang dalam minggu ini Polres Alor datangkan tim ahli untuk mencari tahu kerugian negara.

Menurut Eka, kasus ini dalam pengusutannya telah memeriksa sebanyak 30 orang saksi, baik itu pihak sekolah, pelaksana, pihak Dinas Pendidikan, pekerja, dan sejumlah pihak lainnya.

Eka mengatakan, masyarakat diwilayah tersebut cukup dirugikan karena kegiatan pembangunan sekolah itu tidak tuntas, padahal Pemerintah Pusat melalui APBN mengalokasikan anggaran tahun 2018 sebesar Rp 1, 2 Miliar (satu miliar dua ratus juta rupiah).

“Pekerjaan ini swakelola, namun dalam pelaksana diarahkan kepada orang tertentu untuk mengerjakan. Item pekerjaan yang harus dilakukan, yakni sebanyak 5 ruangan dengan rincian 3 ruang kelas, 1 ruang perpustakaan, dan 1 ruang laboratorium,” jelas Eka, sambil mengatakan cukup disayangkan karena pekerjaan fisik belum selesai, tetapi diduga dana telah habis.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM).

Editor : Gusti Arakat