Dua Terduga Pelaku Klitih Diamankan Polda DIY

0
65
Polda DIY mengamankan dua dari empat terduga pelaku klitih masing-masing SY (37) dan AN (26) keduanya warga Minggir Sleman. Foto SINDOnews/Priyo Setyawan

TIMORDAILY.COM, YOGYAKARTA -Dua terduga pelaku Klitih berhasil diamankan jajaran Polda DIY.

Keduanya berinisial SY (37) dan AN (26) warga Minggir, Sleman.

Sementara dua orang lagi, G dan D juga warga Minggir, masih dalam pengejaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

AN ditangkap Kamis (9/2/2020) sedangkan SY menyerahkan diri, Kamis (13/2/2020). SY dan AN sekarang mendekan di tahanan Mapolda DIY.

Petugas juga mengamankan sepeda motor, senapan angin dan sebilah pedang yang digunakan untuk melakukan tindakan penganiayaan dan pembacokan sebagai barang bukti (BB).

Direktur Reskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari adanya laporan dari warga Kalibawang Gdn telah dianiayai oleh empat orang tersebut.

BACA JUGA : Penyanyi Didi Kempot Dikukuhkan Sebagai Relawan Anti Narkoba

BACA JUGA : Hujan dan Angin Kencang di Yogyakarta, Begini Penjelasan BMKG

BACA JUGA : Pendaftaran SNMPTN 2020 Resmi Dibuka Hari Ini

Penganiayaan diawali dengan menculik Gdn, Senin (27/1/2020). Gdn diculik karena dianggap mengganggu kenyamanan empat orang itu. Setelah diculik Gdn disekap di wilayah Minggir dan dianiaya.

Petugas menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan, di antaranya dengan meminta keterangan pelaku dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan data pendukung yang berhubungan dengan peristiwa tersebut.

“Dari data petugas berhasil mengindentifikasi para pelaku dan berhasil mengamankan AN, Kamis (9/2/2020). Petugas terpaksa menembak kaki AN karena berusaha melawan saat akan ditangkap. Sedangkan SY setelah melarikan diri, akhirnya menyerahkan diri, Kamis (13/2/2020), seperti dilansir SINDONEWS.com.

Dari hasil pemeriksaan saat melakukan penganiayaan, para pelaku melakban mata Gdn. Penganiayaan dilakukan dengan cara menembakan paser di telinga Gdn. Para tersangka merekam peristiwa itu.

“Yang memvideokan dan melakukan penganiayaan SY, tapi yang dominan AN. Meski keempatnya juga turut serta melakukan penganiayaan,” paparnya.

Petugas masih mengembangkan perkara ini, Sebab saat dilakukan analisis, muncul TKP baru di Naggulan Kulonprogo, yaitu penganiayaan dan pembacokan kepada warga Nanggulan, MR (40) pada Sabtu 1 Februari 2020.

MR dianiaya saat melintas dengan sepeda motor di Naggulan tiba-tiba dipepet dan dipukul pakai senapan angin, setelah jatuh para tersangka melakukan pembacokan mengenai kepala dan punggung MR.

BACA JUGA : Koramil 1605-01 Atambua dan 06 Halilulik Suport Organisasi PSHT Bersihkan Lingkungan

BACA JUGA : Kasie Intel Kejari Kalabahi “Mengajar” di SMPN 2

BACA JUGA : Siswi SMP di Kabupaten Alor Diperkosa Ayah Kandungnya dan Kini Telah Melahirkan

Selain itu dari catatan kepolisian SY merupakan residivis yang sudah empat kali masuk penjara. Kejahatan yang dilakukan yakni melakukan penganiayaan, perkosaan, perampokan dan perusakan.

“SY dan AN dijerat dengan Pasal 333 KUHP tentang penyekapan dan atau pasal 351 ayat (2) KUHP dan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman diatas 7 tahun penjara,” paparnya.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto menambahkan, tindakan para pelaku dinilai sangat meresahkan warga, terutama sekitar tempat tinggalnya. Untuk itu dengan diamankannya dua orang ini mengimbau pada masyarakat yang menjadi korban untuk segera melapor ke polisi.(SINDONEWS.COM/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM) 

Editor : Gusti Arakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here