Dinkes Provinsi NTT Kirim Tim Periksa Pasien Status PDP Corona di Alor

2
226
Foto rapat pencegahan corona diruang kerja Bupati Alor, Jumat (20/3/2020).

TIMORDAILY.COM, ALOR-Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengirim tim medis ke Kabupaten Alor untuk memeriksa seorang pasien yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid 19 (corona) yang dirawat di ruang khusus di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi sejak Rabu malam (18/3/2020).

Pasien ini sebelumnya oleh Pemerintah Kabupaten Alor merencanakan untuk diantar ke Kupang untuk pemeriksaan lebih detail di RSU W.Z. Johanis Kupang.

Asisten I Setda Alor yang menjabat sebagai juru bicara Gugus Tugas Pencegahan Virus Corona di Kabupaten Alor, Frederik Lahal, SH kepada Wartawan di Sektetariat Posko Pencegahan Virus Corona di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Sabtu malam (21/3/2020) menjelaskan, pasien tersebut menurut rencana akan diberangkat ke Kupang untuk pemeriksaan lebih detail.

Namun, ungkap Lahal, hasil komunikasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT diminta untuk tidak diberangkatkan ke Kupang dulu, tetapi nanti tim dari Dinkes Provinsi yang datang ke Alor untuk melakukan pemeriksaan.

BACA JUGA : Wajah ODGJ Bersimbah Darah, Kasat Reskrim Polres Belu Sedang Dalami Kasus

BACA JUGA : Anak, Sopir dan Asisten Pribadi Menteri Tjahjo Kumolo Positif Terpapar Covid-19

BACA JUGA : Video Bukti Penganiayaan Anak Pengusaha Terhadap ODGJ, Kasat Reskrim Polres Belu Sebut Akibat Benturan di Mobil Pikap

“Informasi terakhir pasiennya sudah mulai membaik. Katanya sudah bisa berceritera. Alasan itu sehingga ketika dikomunikasikan dengan Dinkes Provinsi, sehingga cukup tim medis dari Provinsi yang datang untuk periksa detail saluran pernapasannya. Pasiennya tidak ke Kupang,” jelas mantan Camat Teluk Mutiara ini yang saat itu didampingi Kadis Kesehatan Kabupaten Alor, dr. Christine O.M.B. Laoemory dan Sekretaris Dinkes Kabupaten Alor, Merry Gorangmau Pulingmahi.

Lahal melanjutkan, pasien ini juga sebelumnya ditempatkan disebuah ruang khusus di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSD Kalabahi, namun sejak Jumat malam (20/3/2020) dipindahkan ke ruangan lain dibangunan baru dikawasan RSD Kalabahi.
Ini dilakukan, tandas Lahal, agar pelayanan di IGD RSD Kalabahi bisa berjalan dengan nyaman dan lancar.

Lahal menambahkan, pasien tersebut selama berada di RSD ditangani secara baik oleh tim medis dengan prosedur tetap (protap) atau standar penangganan kesehatan yang ada. Pasien perlakuannya tidak bisa terus bersamanya, tetapi tetap diawasi dalam penangganannya.

“Ketika hendak ditangani, tim medis sekalian masuk tangani satu kali mulai dari obat dan makanannya. Kemudian beberapa jam kemudian baru pantau lagi. Kita ini peralatan terbatas, seperti pakaian medis seperti pakaian astronot itu harganya mahal, dan di RSD hanya 6 pasang. Sekali pakai langsung tidak bisa pakai lagi.stoknya sudah mau habis, tapi kita sudah pesan, dan rencana hari senin sudah tiba,” ungkap Lahal.

BACA JUGA : Simak Kisah Pilu Pemulung Asal Kefamenanu di Kota Kupang

BACA JUGA : Video Bukti Penganiayaan Anak Pengusaha Terhadap ODGJ, Kasat Reskrim Polres Belu Sebut Akibat Benturan di Mobil Pikap

BACA JUGA : PMKRI Atambua Minta Polres Belu Serius Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan ODGJ

Selain pasien status PDP tersebut, Lahal juga menjelaskan tentang orang yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kabupaten Alor, yakni sebanyak 2 orang.
Orang-orang ini, kata Lahal, adalah warga Newzeeland yang beberapa hari lalu datang ke Moru di Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD). Kedua orang ini dalam keadaan sehat, namun karena datang dari wilayah terpapar corona sehingga mendapat pemantauan.

Keduanya, ujar Lahal, telah diminta untuk menjalani “isolasi” dirumah penginapannya di Perusahaan Moru, dan tetap mendapat pengecekan medis dari medis di Puskesmas Moru.

Untuk diketahui, sebelumnya dalam rapat Forkompimda Kabupaten Alor tentang pencegahan corona di Kabupaten Alor, pada Jumat (20/3/2020) di ungkapkan bahwa seorang pasien yang dirawat di ruang khusus di RSD Kalabahi sejak Rabu malam (18/3/2020) statusnya adalah PDP covid 19.

Pasien yang berjenis kelamin perempuan ini bekerja di sebuah instansi vertikal di Kabupaten Alor. Dia dirawat setelah pulang tugas dari Bogor dengan menggunakan pesawat terbang beberapa hari lalu.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

2 COMMENTS

Leave a Reply