Dihadiri Dua Utusan Negara Asing, Gubernur Laiskodat Buka Festival Dugong dan Festival Al-Qur’an Tua Di Alor

0
42
Dihadiri Dua Utusan Negara Asing, Gubernur Laiskodat Buka Festival Dugong dan Festival Al-Qur'an Tua Di Alor
Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat membukaFastival Dugong 2020 di Alor

TIMORDAILY.COM, ALOR – Dua utusan negara asing, yakni dari Utusan Khusus Negara Republik Cecil untuk Asia dan Konsulat Jenderal Negara Timor Leste untuk Indonesia menghadiri dua festival besar yang digelar Pemerintah Kabupaten Alor, yakni Festival Al’Qur’an Tua yang digelar di Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL) dan Festival panggil Dugong yang dilaksanakan di Pantai Wisata Mali, Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola.

Kedua festival yang digelar Kamis (30/7/2020) dibuka oleh Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Alor setelah menggunakan Kapal speed dari Kabupaten Lembata.

Seperti disaksikan Wartawan di Pantai Wisata Mali Alor, kedatangan Gubernur Laiskodat, utusan negara asing, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, Ketua DPRD Kabupaten Alor, Enny Anggrek, SH dan rombongan diterima secara meriah dengan tari-tarian tradisional.
Selang tidak lama acara penyambutan, Gubernur dan rombongan langsung menumpang kapal speed yang telah disiapkan didampingi belasan perahu lainnya menuju ke lokasi ikan dugong di sekitar perairan Sikka, Mali.

Di lokasi itu dilakukan ritual pemanggilan ikan dugong yang berukuran panjang sekitar 3 meter dan bertubuh seukuran pelukan orang dewasa tersebut. Selang tidak lama ikan Dugong yang dinamai Mawar naik ke permukaan laut sambil bermain di sekitar kapal yang ditumpangi Gubernur.

Setelah dari lokasi Dugong, Gubernur di pantai wisata Mali menyaksikan lomba tarik tambang dengan perahu di laut, mengunjungi stand-stand yang telah disiapkan baik oleh sejumlah OPD, BUMN, dan kelompok masyarakat. Gubernur juga meresmikan fasilitas di Pantai Wisata Mali, dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang diserahkan oleh sejumlah lembaga yang diwakili oleh Pejabat Bank NTT, Perum Bulog NTT, dan Dinas Peternakan Propinsi NTT.

Gubernur Laiskodat dalam sambutannya menyatakan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Alor yang telah menggelar festival ditengah pandemi covid 19 ini.
Gubernur menegaskan, Pemerintah dan Masyarakat tidak perlu takut dengan covid, tetapi harus tetap bekerja. Pasalnya di NTT ini tidak ada orang yang meninggal karena covid, hanya baru satu orang.

Terkait dengan ini Gubernur dengan gaya guyon sedikit mengkritisi para pimpinan daerah di NTT tentang cara merespon pandemi covid ini dengan luar biasa, padahal ada penyakit lain yang juga perlu mendapat perhatian serius dari pimpinan pemerintah, yaitu stunting dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah menelan banyak korban jiwa.

“Coba kita lihat, tahun ini kematian akibat DBD sekitar 54 orang. Tahun lalu data menunjukan sekitar 53. Kita lihat apakah pimpinan daerah bergerak untuk mengusir nyamuk,” ungkap Gubernur.

Terkait dengan festival yang digelar, Gubernur memuji pemerintah dan panitia yang telah merancang kegiatan festival tersebut, karena dinilainya sudah cukup baik.
Gubernur minta untuk tahun berikutnya ada sedikit perubahan lagi dengan menyiapkan kapal representative untuk mengangkut tamu ke lokasi dugong.

“Kedepan kapal yang disiapkan adalah kapal yang bagus, ketika antar tamu ke lokasi Dugong ada nona Alor yang cantik berada di kapal tersebut untuk menjelaskan tentang pariwisata Alor. Di kapal itu ada juga tempat santai bagi wisatawan untuk santai mencicipi makanan sambil menikmati laut Alor,” jelas Gubernur sambil menambahkan nona Alor yang cantik tidak perlu rambut yang lurus.

Gubernur menambahkan, festival kali ini dihadiri dua utusan negara asing, untuk itu di tahun depan ada 100 orang Duta Besar yang duduk di depan panggung festival ini.
Sementara itu Utusan Negara Republik Cecil untuk ASEAN yang hadir diawal sambutannya atas nama Pemerintah dan warga negara Cecil menyampaikan selamat atas pagelan festival tersebut.

Menurut Utusan tersebut dirinya merasakan sambutan yang luar biasa terhadap dirinya baik oleh Gubernur, Bupati, dan masyarakat, bahkan alam juga menyambutnya dibuktikan dengan munculnya ikan dugong ketika dirinya bersama Gubernur dan rombongan ke lokasi dugong.

Utusan tersebut dalam sambutannya sedikit berceritera tentang negaranya, dan juga membagi pengalaman bagaimana tentang sejumlah strategi untuk membangun ekonomi negara yang kuat untuk kesejahteraan masyarakat.

Pantauan Wartawan setelah pembukaan festival Dugong di Pantai Wisata Mali, Gubernur dan rombongan langsung menuju desa Alor Besar di Kecamatan Alor
Barat Laut (ABAL) untuk membuka kegiatan Festival Al-Qur’an Tua.

Pantauan Wartawan juga kegiatan festival tersebut tetap menjaga protokol kesehatan.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat